JawaPos.com - Menjelang bergulirnya kompetisi Super League 2026/27, Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, menjalani proses standarisasi dari operator kompetisi I-League. Kunjungan inspeksi berlangsung pada Kamis (9/7) sore sebagai bagian dari agenda rutin tahunan untuk memastikan seluruh stadion peserta memenuhi standar penyelenggaraan pertandingan.
Tim I-League yang hadir dalam kegiatan tersebut terdiri atas Husnah Hanafie, Tri Budiarto, Rian Nurul Ihsan, Adi Nugroho, dan Ikrom Maulana. Sementara dari pihak Bali United, inspeksi disambut langsung oleh LOC Chairman I Ketut Suantika bersama General Coordinator Richi Kurniawan, Media Officer Alexander Maha Putra Oemanas, LVTO Kadek Ari Sukmantara, serta jajaran Local Organizing Committee (LOC) Stadion Dipta.
Standarisasi stadion menjadi salah satu tahapan penting sebelum kompetisi resmi dimulai. Tujuannya bukan sekadar melakukan pemeriksaan, tetapi juga memastikan seluruh venue memiliki kualitas yang seragam sehingga mampu mendukung kelancaran dan profesionalisme penyelenggaraan pertandingan sepanjang musim.
Baca Juga: Rumor Transfer Liga Spanyol 2026: Barcelona Incar Karim Adeyemi dari Borussia Dortmund
Dalam inspeksi tersebut, tim I-League meninjau berbagai aspek penting. Mulai dari akses menuju stadion, fasilitas pendukung, kondisi lapangan, kualitas pencahayaan lampu stadion, sistem keselamatan dan keamanan, infrastruktur Video Assistant Referee (VAR), area media dan broadcast, hingga kelengkapan dokumen administrasi stadion.
Usai melakukan diskusi bersama pihak tuan rumah, rombongan kemudian berkeliling ke sejumlah area Stadion Kapten I Wayan Dipta. Salah satu fokus peninjauan adalah sistem pencahayaan stadion yang telah memenuhi standar lux untuk penyelenggaraan pertandingan resmi, termasuk laga malam hari.
Perwakilan I-League Adi Nugroho menegaskan, kunjungan itu bukan untuk mencari kekurangan klub peserta. Inspeksi dilakukan sebagai bentuk evaluasi bersama agar setiap stadion semakin siap menyambut musim baru.
Baca Juga: Peluang Michael Oliver Pimpin Partai Final Piala Dunia 2026 Semakin Tipis, Ini Alasannya!
Dia menyampaikan apresiasi kepada Bali United yang telah memaparkan kesiapan Stadion Dipta secara terbuka. Seluruh hasil inspeksi nantinya akan dirangkum dalam laporan beserta sejumlah catatan yang perlu dilengkapi agar kualitas penyelenggaraan pertandingan semakin baik.
Selain menjadi markas Bali United, Stadion Kapten I Wayan Dipta juga memiliki peran penting dalam sepak bola nasional. Stadion yang berdiri sejak 2003 itu kerap digunakan sebagai stadion alternatif bagi klub peserta Super League ketika membutuhkan venue pengganti.
Tak hanya itu, stadion berumput standar FIFA tersebut juga beberapa kali dipercaya menjadi lokasi pertandingan kompetisi antarklub Asia hingga laga Timnas Indonesia. Dengan berbagai fasilitas yang dimiliki, Stadion Dipta kembali diproyeksikan menjadi salah satu venue andalan pada musim Super League 2026/27.