JawaPos.com - Robi Darwis akhirnya mengungkap alasan memilih bergabung dengan Arema FC setelah meninggalkan Persib Bandung. Kesempatan mendapat menit bermain dan keseriusan manajemen Singo Edan menjadi faktor utama di balik kepindahannya ke Malang.
Kehadiran Robi menjadi bagian dari upaya Singo Edan memperkuat kedalaman skuad setelah mendatangkan sejumlah pemain baru pada bursa transfer musim ini.
Meski meninggalkan Persib yang dalam tiga musim terakhir sukses menjuarai Liga 1 secara beruntun, Robi menegaskan keputusan hijrah ke Malang sudah melalui pertimbangan matang.
Menurutnya, hingga kompetisi musim lalu berakhir belum ada kepastian mengenai masa depannya bersama Persib. Karena itu, ia meminta agennya mulai menjalin komunikasi dengan sejumlah klub yang berminat menggunakan jasanya.
"Arema menjadi klub yang paling serius. Proses negosiasinya juga berjalan lancar hingga akhirnya kami mencapai kesepakatan," ujar Robi, dikutip dari laman resmi I.League.
Selain keseriusan manajemen, kesempatan mendapatkan menit bermain menjadi pertimbangan utama pemain berusia 22 tahun tersebut.
"Saya juga ingin mengangkat tim yang memang meminati saya," katanya.
Baca Juga: Sumardji Yakin John Herdman Bawa Timnas Indonesia Juara Piala AFF 2026, Singgung Sejarah Nol Gelar
Arema FC kemudian memberikan kontrak berdurasi dua musim kepada mantan pemain Timnas Indonesia kelompok umur tersebut. Robi berharap kepercayaan itu dapat dibalas dengan kontribusi maksimal di lapangan.
Kemampuan Robi bermain di beberapa posisi diharapkan menjadi nilai tambah bagi pelatih Marcos Santos. Fleksibilitasnya memberikan lebih banyak pilihan dalam menyusun strategi sepanjang kompetisi Liga 1 2026/2027.
Di Arema FC, Robi akan mengenakan nomor punggung 21. Angka tersebut dipilih karena memiliki makna khusus menjelang momen penting dalam kehidupan pribadinya.
Robi mengungkapkan dirinya akan segera menikah. Saat mengetahui nomor favoritnya sudah digunakan pemain lain, ia memilih nomor 21 yang menurutnya memiliki arti istimewa menjelang hari bahagianya.
Boso Walikan Bikin Bingung
Selain mulai beradaptasi dengan lingkungan baru, Robi juga merasakan pengalaman unik selama berada di Malang. Ia mengaku sempat kebingungan ketika mendengar masyarakat menggunakan boso walikan, bahasa khas Malang yang membalik susunan kata.
"Awalnya saya bingung ketika dipanggil 'Sam' atau 'Ibor'. Lama-lama saya mulai paham dan menurut saya itu menjadi pengalaman yang menarik," ujarnya.
Dengan semangat baru dan kontrak jangka panjang di tangan, Robi berharap dapat memberikan kontribusi terbaik sekaligus membantu Arema FC bersaing di papan atas Liga 1 musim 2026/2027.
Baca Juga: Sumardji Wanti-wanti Timnas Indonesia, Jangan Terpancing Provokasi Vietnam di Piala AFF 2026