← Beranda
Menjelang Seabad, Persebaya Surabaya Ziarah ke Makam Pendiri demi Menjaga Api Perjuangan
Moch. Rizky Pratama Putra• Kamis, 18 Juni 2026 | 23.10 WIB
Asisten pelatih Uston Nawawi bersama pemain Persebaya Surabaya berziarah ke makam pendiri klub M. Pamoedji di TPU Karang Tembok, Surabaya, Kamis (18-6-2026), dalam rangka peringatan HUT ke-99 klub. (Persebaya)

 

JawaPos.com — Persebaya Surabaya merayakan hari jadinya yang ke-99 dengan menggelar ziarah ke makam salah satu pendiri klub, M. Pamoedji, di TPU Karang Tembok, Surabaya, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan yang diikuti jajaran pelatih dan pemain itu menjadi bentuk penghormatan terhadap para pendiri sekaligus upaya menjaga warisan perjuangan menjelang usia satu abad klub kebanggaan Kota Pahlawan.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Juara! Harapan Besar Bonek di Hari Ulang Tahun ke-99

Mengapa Ziarah Menjadi Tradisi Penting Persebaya Surabaya?

Ziarah ke makam pendiri telah menjadi bagian penting dalam rangkaian peringatan hari jadi Persebaya Surabaya selama bertahun-tahun.

Tradisi tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk penghormatan terhadap tokoh-tokoh yang telah meletakkan fondasi klub sejak berdiri pada 18 Juni 1927.

Pada peringatan HUT ke-99 kali ini, perwakilan tim pelatih dan pemain mendatangi makam M. Pamoedji di TPU Karang Tembok, Surabaya.

Kehadiran mereka menjadi simbol penghargaan atas perjuangan para pendiri yang telah membawa Persebaya Surabaya tumbuh menjadi salah satu klub paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola Indonesia.

Suasana khidmat terasa sepanjang prosesi ziarah berlangsung.

Doa bersama dipanjatkan sebagai ungkapan rasa hormat sekaligus rasa terima kasih atas jasa para pendiri yang telah mengabdikan tenaga dan pemikirannya untuk perkembangan klub selama hampir satu abad.

Baca Juga: Persebaya Perkuat Identitas Klub Jelang Perayaan 100 Tahun, Bernardo Tavares Andalkan Putra Lokal Surabaya!

Siapa Saja yang Hadir dalam Ziarah HUT ke-99?

Rombongan Persebaya Surabaya dipimpin oleh asisten pelatih Uston Nawawi yang hadir bersama empat pemain Green Force. Mereka adalah Rachmat Irianto, Arief Catur Pamungkas, Koko Ari Araya, dan Toni Firmansyah.

Kehadiran para pemain menjadi bukti sejarah klub tidak hanya dikenang oleh generasi terdahulu.

Pemain yang saat ini membela Persebaya Surabaya juga diajak memahami akar sejarah dan nilai-nilai perjuangan yang menjadi identitas klub.

Uston Nawawi menegaskan ziarah menjadi momentum untuk mengenang jasa para pendiri sekaligus mendoakan mereka.

Menurutnya, semangat perjuangan yang diwariskan para pendiri harus terus hidup dalam perjalanan Persebaya Surabaya.

"Melalui kegiatan ziarah dan doa bersama ini, kami ingin mengenang sekaligus mendoakan para pendiri Persebaya. Semoga mereka mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan segala jasa serta pengorbanannya menjadi berkah bagi perjalanan Persebaya ke depan," ujar Coach Uston.

Baca Juga: Jalani 125 Penampilan bersama Persik Kediri, Yusuf Meilana kini Resmi Berseragam Persebaya Surabaya

Apa Pesan yang Ingin Dijaga Menjelang Usia 100 Tahun?

Persebaya Surabaya kini hanya berjarak satu tahun dari usia 100 tahun atau satu abad. Karena itu, momen HUT ke-99 menjadi pengingat penting agar seluruh elemen klub tidak melupakan nilai-nilai yang diwariskan para pendiri.

Uston Nawawi menilai sejarah panjang klub harus menjadi pijakan dalam menghadapi tantangan masa depan.

Perjuangan, dedikasi, dan loyalitas yang ditunjukkan para pendiri dinilai tetap relevan untuk menjaga eksistensi serta prestasi klub di era modern.

"Kami berharap semangat perjuangan yang telah diwariskan para pendiri tetap menjadi pegangan bagi seluruh keluarga besar Persebaya. Dengan begitu, klub ini dapat terus berkembang, berprestasi, dan memberikan kebanggaan bagi masyarakat Surabaya," tambahnya.

Pesan tersebut menjadi sangat penting ketika Persebaya Surabaya memasuki fase menuju seabad usia klub.

Tidak hanya mengejar prestasi di lapangan, Green Force juga berupaya menjaga identitas dan nilai sejarah yang telah dibangun selama 99 tahun.

Baca Juga: Dari Maarten Paes hingga Jay Idzes! Doa Pemain Timnas Indonesia Mengalir Deras ke Striker Baru Persebaya Surabaya Ramadhan Sananta

Bagaimana Makna Ziarah bagi Para Pemain?

Bagi para pemain, ziarah memberikan pengalaman yang lebih dalam dibanding sekadar mengikuti agenda peringatan ulang tahun klub.

Mereka mendapat kesempatan memahami sejarah besar yang menyertai setiap kali mengenakan jersey hijau kebanggaan.

Rachmat Irianto mengaku bangga bisa menjadi bagian dari perjalanan Persebaya Surabaya menuju usia ke-100 tahun.

Namun, menurut pemain berusia 26 tahun tersebut, kebanggaan itu harus diwujudkan melalui kontribusi nyata bagi klub.

"Sebagai bagian dari keluarga besar Persebaya, tentu ada kebanggaan tersendiri bisa menjadi bagian dari perjalanan menuju usia ke-100 tahun. Tetapi yang lebih penting adalah bagaimana kami bisa memberikan sesuatu yang berarti untuk klub ini," ujar Rian.

Pemain yang akrab disapa Rian itu menilai penghormatan terhadap para pendiri tidak cukup dilakukan melalui doa dan ziarah semata. Para pemain juga memiliki tanggung jawab melanjutkan perjuangan melalui kerja keras dan prestasi di lapangan.

"Sebagai pemain, kami ingin melanjutkan semangat yang sudah diwariskan para pendiri. Tugas kami adalah berjuang di lapangan dan memberikan kebanggaan bagi Persebaya, Surabaya, serta Bonek dan Bonita," lanjutnya.

Memasuki usia ke-99 tahun, Persebaya Surabaya kembali menegaskan sejarah bukan sekadar cerita masa lalu.

Melalui tradisi ziarah yang terus dijaga, Green Force menunjukkan komitmen untuk merawat warisan perjuangan para pendiri sekaligus membawa semangat itu menuju era baru saat klub memasuki usia satu abad pada 2027.

EDITOR: Banu Adikara