← Beranda
Jelang HUT ke-99 Persebaya, Bonek Diajak Tinggalkan Spanduk Konvensional dan Beralih ke Videotron
Dhimas GinanjarSenin, 8 Juni 2026 | 22.23 WIB
Videotron ucapan HUT Persebaya ke 99 di dekat Pakuwon Mall, Surabaya. (Istimewa) 

JawaPos.com - Persebaya mengajak Bonek dan Bonita merayakan ulang tahun ke-99 klub dengan cara yang lebih modern dan tertib. Menjelang hari jadi yang jatuh pada 18 Juni mendatang, suporter diajak menyalurkan kreativitas melalui videotron yang tersebar di sejumlah titik Kota Surabaya.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan perayaan yang tetap meriah tanpa mengganggu kenyamanan kota. Selain itu, pendekatan baru tersebut diharapkan mampu mengakomodasi kreativitas suporter dalam format yang lebih sesuai dengan perkembangan zaman.

Selama bertahun-tahun, perayaan ulang tahun Persebaya identik dengan pemasangan spanduk dan berbagai karya kreatif Bonek di berbagai sudut Surabaya. Tradisi tersebut telah menjadi simbol kecintaan suporter kepada klub berjuluk Green Force itu.

Kini, Persebaya mengajak para pendukungnya untuk bertransformasi. Kreativitas yang sebelumnya dituangkan melalui spanduk konvensional diarahkan agar tampil dalam format digital melalui layar videotron.

Sejumlah karya bertema ulang tahun ke-99 Persebaya bahkan sudah mulai menghiasi beberapa videotron di Surabaya. Salah satu yang terlihat berada di kawasan Jalan Mayjen Yono Soewoyo, dekat Pakuwon Mall.

Media Officer Persebaya, Jonathan Yohvinno, mengatakan program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Persebaya, Pemerintah Kota Surabaya, dan Polrestabes Surabaya. Menurutnya, langkah itu bertujuan menciptakan suasana perayaan yang meriah sekaligus tetap menjaga ketertiban kota.

“Kami ingin ulang tahun ke-99 ini menjadi perayaan yang meriah sekaligus tertib. Kreativitas Bonek selama ini luar biasa, sehingga kami ingin memberikan ruang yang lebih besar dan lebih modern agar karya-karya tersebut bisa dinikmati lebih banyak orang,” kata Vinno, sapaan Jonathan Yohvinno.

Ia menjelaskan bahwa penggunaan videotron memberikan ruang yang lebih luas bagi karya-karya kreatif suporter. Selain mudah dilihat masyarakat, media digital juga dinilai lebih selaras dengan wajah kota yang terus berkembang.

Menurut Vinno, transformasi ini bukan berarti menghapus tradisi yang telah lama melekat dalam kultur Bonek. Sebaliknya, Persebaya ingin membawa tradisi tersebut ke bentuk yang lebih relevan dan adaptif.

“Kami memahami tradisi pemasangan spanduk sudah menjadi bagian dari kultur perayaan ulang tahun Persebaya. Karena itu kami tidak ingin menghilangkan tradisinya, melainkan mengajak teman-teman Bonek bertransformasi dari spanduk konvensional menjadi spanduk videotron,” lanjutnya.

Persebaya berharap inisiatif tersebut dapat menjadi contoh bahwa kreativitas suporter dan kepedulian terhadap lingkungan kota dapat berjalan beriringan. Perayaan ulang tahun klub tetap dapat berlangsung semarak tanpa mengorbankan fungsi ruang publik.

Klub kebanggaan Kota Pahlawan itu juga menilai momentum ulang tahun ke-99 dapat menjadi bukti bahwa kultur suporter terus berkembang ke arah yang lebih positif. Kreativitas yang ditampilkan melalui media digital diharapkan semakin memperkuat citra Bonek sebagai suporter yang kreatif dan bertanggung jawab.

Selain alasan estetika dan ketertiban, penggunaan videotron juga berkaitan dengan aspek keamanan kota. Beberapa titik yang selama ini sering digunakan untuk pemasangan spanduk, khususnya di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), merupakan lokasi yang dilengkapi kamera pengawas atau CCTV.

Keberadaan CCTV di sejumlah titik tersebut memiliki peran penting dalam mendukung keamanan dan ketertiban masyarakat. Tidak jarang rekaman kamera pengawas membantu aparat penegak hukum dalam mengungkap berbagai kasus kriminalitas.

Karena itu, pemasangan spanduk pada area tertentu berpotensi mengganggu fungsi pengawasan. Dalam beberapa kasus, spanduk yang dipasang menutupi sudut pandang kamera sehingga mengurangi efektivitas pemantauan di ruang publik.

Melalui ajakan beralih ke videotron, Persebaya berharap perayaan ulang tahun ke-99 dapat berlangsung lebih tertib, modern, dan tetap mencerminkan semangat kreatif yang selama ini menjadi identitas kuat Bonek dan Bonita.

EDITOR: Dhimas Ginanjar