← Beranda
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Moch. Rizky Pratama PutraSelasa, 2 Juni 2026 | 19.29 WIB
Bruno Moreira sepakat berpisah dengan Persebaya Surabaya setelah empat musim penuh kontribusi dengan torehan 39 gol dan lebih dari 10 ribu menit bermain. (Persebaya)

 

JawaPos.com — Bruno Moreira sepakat meninggalkan Persebaya Surabaya pada Selasa (2/6/2026) setelah empat musim penuh kontribusi bersama Green Force.

Winger asal Brasil itu menutup perjalanannya dengan lebih dari 10 ribu menit bermain, 39 gol, dan 18 assist, sekaligus meninggalkan kenangan mendalam bagi Bonek dan Bonita yang selama ini menjadi saksi kiprahnya di Stadion Gelora Bung Tomo.

Baca Juga: Obrigado, Bruno Moreira! Kapten Persebaya Dirumorkan Hengkang dari Surabaya, Gabung Klub ACL Elite?

Mengapa Bruno Moreira Memutuskan Pergi?

Bruno Moreira memilih mengakhiri kebersamaannya dengan Persebaya Surabaya setelah mempertimbangkan masa depan kariernya di level yang lebih tinggi.

Berdasarkan informasi yang diperoleh JawaPos.com, pemain berusia 27 tahun itu ingin melanjutkan petualangan sepak bolanya di luar Indonesia.

Keputusan tersebut bukan karena masalah kontrak atau hubungan dengan klub. Justru, Persebaya Surabaya disebut telah berupaya mempertahankan sang pemain dengan tawaran yang lebih baik dibanding kontrak sebelumnya.

Faktor utama yang membuat Bruno tetap memilih hengkang adalah keinginannya berkarier di luar negeri.

Setelah menjadi salah satu pemain asing paling konsisten di Super League dalam beberapa musim terakhir, Bruno merasa sudah saatnya mencari tantangan baru di kompetisi berbeda.

Keputusan itu sekaligus menjadi penutup perjalanan panjang yang dimulai sejak musim 2021/2022. Dalam rentang waktu tersebut, Bruno berkembang menjadi salah satu ikon penting Green Force dan pemain yang sangat dicintai suporter.

Baca Juga: 3 Alasan Persebaya Surabaya Harus Rekrut Reno Salampessy Musim Depan!

Ambisi Bermain di ACL Elite Jadi Pertimbangan Besar

Selain ingin berkarier di luar negeri, Bruno Moreira juga memiliki target lain yang belum bisa diwujudkan bersama Persebaya Surabaya. Target tersebut adalah tampil di kompetisi ACL Elite, kasta tertinggi kompetisi antarklub Asia.

Saat ini tidak ada klub Indonesia yang berlaga di ACL Elite.

Kondisi itu membuat peluang Bruno tampil di level kompetisi yang lebih tinggi hanya bisa diwujudkan jika dirinya bergabung dengan klub luar negeri yang memiliki tiket ke ajang tersebut.

Ambisi bermain di ACL Elite menjadi pertimbangan besar dalam menentukan masa depan.

Kompetisi tersebut mempertemukan klub-klub terbaik Asia dan menjadi panggung yang diincar banyak pemain profesional untuk meningkatkan karier mereka.

Bagi Bruno, kesempatan tampil melawan klub-klub elite Asia menjadi tantangan yang sulit ditolak.

Karena itu, meski masih mendapatkan apresiasi tinggi dari Persebaya Surabaya, pilihannya tetap mengarah pada petualangan baru di luar Indonesia.

Persebaya Surabaya Sudah Berusaha Mempertahankan Sang Kapten

Persebaya Surabaya sebenarnya tidak tinggal diam menghadapi situasi ini. Manajemen klub sempat melakukan berbagai upaya agar Bruno Moreira tetap bertahan di Surabaya.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menawarkan nilai kontrak yang lebih tinggi. Tawaran tersebut menunjukkan betapa pentingnya peran Bruno dalam proyek jangka panjang Green Force.

Namun faktor finansial bukan menjadi alasan utama dalam pengambilan keputusan. Keinginan bermain di luar negeri dan mengejar kesempatan tampil di ACL Elite akhirnya lebih dominan dibanding aspek lainnya.

Situasi ini membuat perpisahan berlangsung dalam suasana yang relatif baik. Tidak ada isu konflik ataupun persoalan internal yang melatarbelakangi berakhirnya kerja sama kedua belah pihak.

Baca Juga: Sisa Skuad Asing Persebaya Surabaya! Empat Pemain Pamitan Angkat Kaki dari Gelora Bung Tomo

Warisan 10 Ribu Menit dan 39 Gol untuk Green Force

Kepergian Bruno Moreira meninggalkan catatan statistik yang sangat impresif. Selama empat musim membela Persebaya Surabaya, pemain kelahiran Cajamar, Brasil, itu tampil dalam 119 pertandingan kompetisi liga.

Dari jumlah tersebut, Bruno berhasil mencetak 39 gol dan menyumbang 18 assist. Statistik itu menjadikannya salah satu pemain asing paling produktif yang pernah membela Persebaya Surabaya dalam era modern.

Musim terbaiknya datang pada Super League 2025/2026. Dalam 28 pertandingan, Bruno membukukan 12 gol dan 8 assist dengan total 2.350 menit bermain.

Pada musim 2024/2025, ia juga tampil konsisten dengan torehan 10 gol dan 3 assist dari 31 pertandingan. Sementara musim 2023/2024 menghasilkan 10 gol dan 4 assist dari 31 laga.

Kontribusi awalnya bersama Green Force terlihat sejak musim 2021/2022. Saat itu Bruno mencetak 7 gol dan 3 assist dalam 29 pertandingan dengan total 2.538 menit bermain.

Jika seluruh menit bermain dijumlahkan, Bruno menghabiskan sekitar 10.368 menit di lapangan bersama Persebaya Surabaya. Angka tersebut menjadi bukti betapa sentral perannya dalam perjalanan tim selama empat musim terakhir.

Sosok Kapten Tangguh

Bruno Moreira bukan hanya dikenal karena statistiknya. Pemain dengan tinggi 1,78 meter itu juga menjadi figur penting di ruang ganti serta salah satu pemain yang memiliki hubungan dekat dengan Bonek dan Bonita sebagai kapten tim.

Kemampuannya bermain sebagai sayap kiri, sayap kanan, maupun gelandang serang membuatnya menjadi pemain serbabisa yang selalu diandalkan berbagai pelatih Persebaya Surabaya.

Kecepatan, kemampuan menggiring bola, dan naluri mencetak gol menjadi identitas yang melekat pada dirinya.

Saat kontraknya berakhir pada 31 Mei 2026, berakhir pula salah satu kisah paling berkesan dalam perjalanan Green Force dalam beberapa tahun terakhir.

Kini Bruno bersiap membuka lembaran baru di luar negeri, sementara Persebaya Surabaya harus mencari sosok yang mampu mengisi kekosongan yang ditinggalkannya.

Bagi Bonek dan Bonita, nama Bruno Moreira akan selalu dikenang sebagai pemain yang memberikan dedikasi luar biasa.

Lebih dari 10 ribu menit perjuangan, puluhan gol, dan berbagai momen emosional telah menjadi bagian dari sejarah Persebaya Surabaya yang sulit dilupakan.

EDITOR: Banu Adikara