JawaPos.com - Laga kandang terakhir Persik Kediri pada kompetisi BRI Super League 2025/26 meninggalkan kesan mendalam bagi Arthur Irawan. Meski Macan Putih harus mengakui keunggulan Persija Jakarta dengan skor 1-3, suasana yang tercipta di Stadion Brawijaya justru menjadi momen yang paling membekas bagi pemilik klub tersebut.
Ribuan Persikmania yang memenuhi tribun stadion menghadirkan atmosfer yang jarang terlihat sepanjang musim ini. Dukungan tanpa henti dari para suporter membuat Arthur merasa bangga sekaligus terharu.
Menurutnya, kehadiran suporter dalam jumlah besar memberikan energi tersendiri bagi tim. Bahkan, euforia yang tercipta pada pertandingan tersebut masih terus ia rasakan hingga saat ini.
Baca Juga: Thales Lira Akhiri Masa Peminjaman di Persija Jakarta, Dirumorkan Menuju Garudayaksa FC!
"Hasil pertandingan memang tidak sesuai harapan. Namun saya sangat senang melihat stadion penuh. Saya menikmati suasana itu dan merasa terharu. Walaupun tim kalah, atmosfer yang tercipta sangat luar biasa. Sampai sekarang kesannya masih terasa," ujar Arthur.
Mantan kapten Persik Kediri itu mengaku merindukan suasana stadion yang dipenuhi suporter. Ia berharap dukungan serupa dapat terus hadir pada musim depan sehingga semangat pemain dan tim semakin meningkat.
Arthur juga menjelaskan bahwa perjalanan Persik Kediri sepanjang musim 2025/26 tidak berjalan mudah, khususnya dalam menggelar pertandingan kandang. Sejumlah faktor di luar lapangan turut memengaruhi tingkat kehadiran penonton di Stadion Brawijaya.
Baca Juga: Persib dan Borneo FC Dipastikan Tampil di ASEAN Club Championship 2026/27, Ini Dasarnya
Salah satunya adalah persoalan risk assessment yang membuat Persik harus menjalani beberapa pertandingan kandang di luar Kediri.
Tercatat, tim asuhan Marcos Reina empat kali memainkan laga kandang di Gresik karena kendala tersebut.
Selain itu, jadwal pertandingan yang tidak selalu berlangsung pada akhir pekan juga menjadi faktor yang memengaruhi antusiasme penonton. Banyak pertandingan digelar pada hari kerja sehingga tidak semua suporter memiliki kesempatan untuk hadir langsung ke stadion.
Arthur memahami situasi tersebut bukanlah hal yang mudah bagi klub maupun pendukung. Namun ia menilai kondisi tersebut menjadi pelajaran penting untuk menyambut musim berikutnya.
"Kita menghadapi beberapa situasi yang cukup sulit musim ini. Ada pertandingan yang tidak dimainkan pada akhir pekan dan ada juga kendala terkait stadion sehingga kuota penonton terbatas. Tentu hal-hal seperti ini berpengaruh terhadap jumlah suporter yang datang," jelasnya.
Baca Juga: Belum Bisa Debut, Dua Calon Naturalisasi Tetap Gabung Pemusatan Latihan Timnas Indonesia
Menatap musim 2026/27, Arthur berharap seluruh elemen Persik Kediri dapat kembali bersatu. Dukungan Persikmania yang memenuhi Stadion Brawijaya dinilai menjadi modal penting untuk membantu tim tampil lebih baik dan bersaing di papan atas kompetisi.
Atmosfer pertandingan terakhir melawan Persija menjadi bukti bahwa kecintaan suporter terhadap Persik Kediri masih sangat besar.
Kini, harapan terbesar Arthur adalah melihat stadion kembali ramai dan menjadi rumah yang penuh semangat bagi Macan Putih pada musim mendatang.