JawaPos.com - Nasib nahas dialami bintang Persib Bandung Frans Putros saat timnya melakukan pawai juara Super League 2025/2026. Pemain berlabel Timnas Irak itu harus kehilangan telepon genggam dalam pawai tersebut.
Persib Bandung keluar sebagai juara Super League 2025/2026. Gelar tersebut sekaligus membawa skuad berjuluk Pangeran Biru itu cetak sejarah karena menjadi tim Indonesia pertama yang meraih gelar juara dalam tiga musim beruntun di era modern Liga Indonesia.
Merayakan kesuksesan tersebut, pawai besar-besaran dilakukan skuad Pangeran Biru di Kota Bandung pada Minggu (24/5) kemarin. Perayaan hattrick juara tersebut nyatanya tidak selalu membawa kebahagiaan.
Baca Juga: Satu per Satu Pemain Asing Pergi! Persebaya Surabaya Cuci Gudang Usai Super League Berakhir
Cukup banyak kejadian kurang mengenakan yang didapat skuad Persib Bandung saat merayakan pawai di tengah lautan Bobotoh. Mulai dari pelatih Bojan Hodak yang disiram air, hingga puncaknya telepon genggam Frans Putros hilang saat membelah lautan Bobotoh.
Nah, video detik-detik hilangnya telepon genggam Frans Putros pun viral di media sosial. Terdapat satu sosok Bobotoh yang diduga kuat sebagai pelaku pencurian tersebut. Dalam rekaman yang beredar luar, terduga disebut melancarkan aksinya dengan berkelompok.
Seiring viralnya video tersebut, terduga pelaku yang bernama Moza memberikan klarifikasi. Dengan jantan, dia mengunggah sebuah video klarifikasi terkait dirinya dituduh sebagai pencuri telepon genggam Frans Putros.
Moza membenarkan bahwa dirinya adalah sosok yang berada di dekat Frans Putros seperti pada video yang viral di media sosial. Dia mengungkapkan bisa sampai berada tepat di belakang bintang Persib Bandung itu karena situasi yang sangat padat.
”Saya mau klarifikasi bahwa saya bukan orang yang mengambil HP Putros. Izinkan saya mengklarifikasi apa yang sedang ramai perihal tuduhan pencurian ponsel dari Putros,” kata Moza dalam klarifikasinya yang diunggah akun instagram @playmakerfunclub, Senin (25/5).
”Pertama saya mau klarifikasi bahwa orang yang berada di video tersebut betul adalah saya. Di momen tersebut saya bisa berada di belakang Putros karena situasi yang sangat padat dan mendesak sehingga saya terdorong ke area belakang Putros dan tetap ikut berjalan di belakangnya, itu untuk menghindari crowded desak-desakan,” sambung dia.
Kendati begitu, Moza menegaskan bahwa dirinya bukan pelaku pencuri telepon genggam Frans Putros. Dia juga menegaskan tidak mengenal pria yang berada di sekitarnya, yang disebut-sebut menjadi bagian dari kelompoknya dalam melancarkan aksi pencurian tersebut.
”Saya tidak melakukan perbuatan yang dituduh baik dari mengambil dan berkontakan dengan pihak lain untuk melancarkan kegiatan,” tegas dia.
”Serta saya tidak mengenal bapak-bapak baju hitam, orang yang menggunakan jaket penutup kepala yang berada di belakang saya sesuai yang dituduhkan dalam video. Pada video detik-detik kehilangan Putros pun saya tidak berada di lokasi tersebut,” tambah dia.
Dengan video klarifikasi yang dibuat ini, Moza berharap tuduhan terhadap dirinya tidak semakin luas. Dia pun menyatakan siap untuk berkoordinasi dengan pihak kepolisian, bahkan menempuh jalur hukum jika tuduhan terus mengarah kepadanya.
”Semoga tuduhan ini tidak semakin meluas, saya siap berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait jika diperlukan dan juga saya siap menempuh jalur hukum jika terbukti dan sudah mulai masuk ke ranah pencemaran nama baik saya pribadi,” tandas dia.