← Beranda
Pesan Haru Bernardo Tavares ke Semen Padang! Persebaya Surabaya Tak Jumawa Meski Menang Telak 7-0
Moch. Rizky Pratama PutraSabtu, 16 Mei 2026 | 14.36 WIB
Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares meminta timnya tetap rendah hati usai menang telak 7-0 atas Semen Padang di Stadion Haji Agus Salim. (Dok. Persebaya)

JawaPos.com — Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares menyampaikan pesan haru kepada Semen Padang usai laga pekan ke-33 Super League 2025/2026 di Stadion Haji Agus Salim, Jumat (15/5/2026). Meski Green Force menang telak 7-0 dan membuat Kabau Sirah resmi terdegradasi ke Championship musim depan, Tavares berharap Semen Padang segera kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

“Saya sangat menghormati Semen Padang. Indonesia membutuhkan tim seperti mereka di kompetisi tertinggi, apalagi dengan stadion baru dan atmosfer yang bagus,” ujar pelatih asal Portugal tersebut.

Bernardo Tavares Justru Beri Respect untuk Semen Padang

Kemenangan besar Persebaya Surabaya di Padang tidak membuat Bernardo Tavares larut dalam euforia.

Pelatih berusia 46 tahun itu malah menunjukkan respek besar kepada Semen Padang yang dipastikan turun kasta setelah hasil telak tersebut.

Menurut Tavares, Semen Padang tetap memiliki nilai penting untuk sepak bola nasional. Kehadiran stadion baru serta dukungan suporter dinilai menjadi alasan mengapa klub berjuluk Kabau Sirah layak kembali bersaing di level tertinggi.

Pernyataan itu muncul di tengah suasana emosional di Stadion Haji Agus Salim.

Kekalahan tujuh gol tanpa balas menjadi salah satu hasil terburuk Semen Padang musim ini sekaligus memastikan mereka gagal bertahan di Super League musim depan.

Meski demikian, Bernardo Tavares memilih tidak menambah luka tuan rumah dengan komentar berlebihan. Dia justru berharap Semen Padang bisa segera bangkit dan kembali promosi dalam waktu dekat.

Persebaya Surabaya Menggila, Tapi Bernardo Tavares Tak Puas

Persebaya Surabaya tampil luar biasa sepanjang pertandingan dengan efektivitas serangan yang sangat tinggi. Green Force mencetak tujuh gol meski hanya menguasai bola sebanyak 49 persen sepanjang laga.

Dari total 19 percobaan tembakan, 10 di antaranya mengarah tepat ke gawang. Persebaya Surabaya juga mencatat 12 kreasi peluang serta 47 umpan sukses ke area sepertiga akhir pertahanan Semen Padang.

Efektivitas permainan Green Force terutama terlihat setelah turun minum. Setelah unggul dua gol di babak pertama, Persebaya Surabaya mengamuk di babak kedua dan terus menambah gol hingga skor akhir menjadi 0-7.

Namun, Bernardo Tavares menegaskan skor besar itu tidak mencerminkan pertandingan yang sepenuhnya mudah. Dia mengingatkan para pemain agar tidak cepat puas hanya karena menang dengan margin mencolok.

“Skornya memang besar, tetapi pertandingannya tidak semudah itu,” kata Tavares.

Pelatih asal Portugal itu menilai timnya masih memiliki sejumlah kekurangan yang harus segera diperbaiki. Salah satu catatan penting muncul pada akhir babak pertama ketika intensitas tekanan pemain mulai menurun.

Bernardo Tavares Soroti Masalah Persebaya Surabaya

Bernardo Tavares secara khusus menyoroti buruknya reaksi pemain ketika kehilangan bola pada 10 hingga 15 menit terakhir babak pertama.

Situasi itu dinilai berbahaya jika kembali terjadi saat menghadapi lawan dengan karakter berbeda.

“Kami tidak cukup bagus dalam reaksi ketika kehilangan bola pada 10 sampai 15 menit terakhir babak pertama. Kalau itu terjadi lagi saat lawan Persik, kami bisa mendapat masalah,” tegasnya.

Komentar tersebut menunjukkan Tavares tetap kritis meski timnya baru saja mencatat kemenangan terbesar musim ini. Dia tidak ingin para pemain terlena karena kompetisi masih menyisakan pertandingan penting.

Menurut Tavares, momentum pertandingan sebenarnya berubah total setelah Persebaya Surabaya mencetak gol ketiga dan keempat.

Dua gol itu membuat mental Semen Padang runtuh sehingga Green Force semakin leluasa mengontrol permainan.

Setelah memasuki fase tersebut, ritme pertandingan sepenuhnya berada dalam kendali Persebaya Surabaya.

Serangan demi serangan terus mengalir dan membuat lini belakang tuan rumah kesulitan menghentikan agresivitas Green Force.

Fokus Recovery Jelang Hadapi Persik

Meski baru berpesta gol, Bernardo Tavares langsung mengalihkan fokus ke proses pemulihan pemain. Dia mengakui kondisi skuad Persebaya Surabaya belum sepenuhnya ideal menjelang laga berikutnya melawan Persik.

“Sekarang fokus kami recovery dan melihat kondisi pemain. Beberapa pemain belum 100 persen fit. Kami harus tetap rendah hati dan tidak terlena,” ujarnya.

Pernyataan itu memperlihatkan pendekatan realistis yang diambil pelatih Persebaya Surabaya. Tavares memahami kemenangan besar tidak otomatis menjamin performa serupa di pertandingan selanjutnya.

Apalagi Persik dikenal memiliki karakter permainan berbeda dibanding Semen Padang. Karena itu, detail kecil seperti transisi negatif dan reaksi kehilangan bola menjadi perhatian serius staf pelatih.

Kemenangan 7-0 memang mempertegas kualitas Persebaya Surabaya musim ini. Namun, Bernardo Tavares ingin skuad Green Force tetap membumi sambil menjaga konsistensi hingga akhir kompetisi.

Di sisi lain, sikap respek yang ditunjukkan Tavares kepada Semen Padang mendapat perhatian besar dari publik sepak bola nasional.

Di tengah persaingan ketat dan tekanan hasil, pesan itu menjadi pengingat penting soal sportivitas serta penghormatan antarklub.

EDITOR: Hendra