JawaPos.com - Persib Bandung harus menerima hukuman berat dari Asian Football Confederation akibat insiden yang terjadi setelah pertandingan kontra Ratchaburi FC pada ajang AFC Champions League Two 2025/2026 pada Februari.
Dalam keputusan resmi AFC Disciplinary and Ethics Committee yang dirilis pada (13/5), klub asal Bandung tersebut dijatuhi denda sebesar USD200 ribu atau sekitar Rp 3,5 miliar. Selain itu, Persib juga dikenai sanksi pertandingan kandang tanpa penonton pada kompetisi AFC.
Manajemen Persib mengaku kecewa atas hukuman tersebut, tetapi tetap menerima keputusan AFC sebagai bagian dari konsekuensi dalam kompetisi sepak bola internasional yang menjunjung tinggi disiplin dan regulasi.
Baca Juga: Jelang Hadapi PSM Makassar, 3 Pilar Persib Absen, Bojan Hodak Tak Jadikan Masalah
Klub menilai sanksi ini membawa dampak yang sangat besar, tidak hanya dari sisi keuangan, tetapi juga terhadap citra klub dan ambisi Persib untuk terus berkembang di panggung Asia. Menurut manajemen, nominal denda yang harus dibayar seharusnya bisa dimanfaatkan untuk pengembangan klub dalam jangka panjang.
Dana miliaran rupiah itu dinilai lebih bermanfaat apabila digunakan untuk peningkatan fasilitas, pembinaan pemain, penguatan operasional, hingga memperkuat kualitas tim agar mampu bersaing lebih kompetitif di level internasional.
Persib juga menyebut hukuman tersebut menjadi pukulan bagi Bobotoh yang selama beberapa musim terakhir dinilai berhasil menunjukkan perubahan positif dalam mendukung tim. Klub melihat dukungan suporter kini semakin tertib, dewasa, dan memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga atmosfer sepak bola yang sehat.
Karena itu, manajemen sangat menyayangkan tindakan segelintir oknum yang akhirnya berdampak luas terhadap klub dan jutaan Bobotoh lain. Persib menegaskan konsekuensi besar dari kejadian tersebut justru harus ditanggung bersama, bukan hanya oleh pihak yang melakukan pelanggaran.
Situasi ini pun dianggap mencoreng perjuangan sepak bola Indonesia di level Asia. Sebagai satu-satunya wakil Indonesia di AFC Champions League Two musim ini, perjalanan Persib seharusnya menjadi kebanggaan bersama yang perlu dijaga seluruh elemen pendukung sepak bola nasional.
Persib menegaskan bahwa kompetisi internasional memiliki standar keamanan dan disiplin yang jauh lebih ketat. Klub mengingatkan bahwa tindakan spontan yang dilakukan dalam hitungan menit bisa memberikan dampak panjang terhadap masa depan tim.
Sebagai bentuk tanggung jawab, manajemen memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan pertandingan kandang. Langkah itu meliputi peningkatan sistem keamanan, koordinasi panitia pelaksana, pengawasan risiko pertandingan, hingga penguatan langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Persib mengajak seluruh Bobotoh untuk terus menjaga nama baik klub dengan cara yang positif dan bertanggung jawab. Klub menegaskan bahwa kecintaan terhadap Persib seharusnya menjadi energi untuk membawa tim semakin maju dan disegani di level Asia, bukan malah merugikan perjuangan yang sedang dibangun bersama.