JawaPos.com - Suasana hangat terlihat dalam pertemuan antara manajemen PSIS Semarang dengan dua kelompok suporternya, Panser Biru dan Snex, di Gerhana Resto pada Minggu (10/5/2026).
Pertemuan tersebut menjadi salah satu langkah awal untuk membangun kembali semangat dan kekompakan tim setelah PSIS menjalani musim yang cukup berat di kompetisi 2025/2026.
Fariz Julinar Maurisal, suami CEO PSIS Semarang Datu Nova, hadir langsung dalam agenda tersebut bersama jajaran manajemen klub.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @Farizjulinarmaurisal, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada para suporter dan masyarakat Kota Semarang atas dukungan yang terus diberikan kepada PSIS.
Menurut Fariz, dukungan dari Panser Biru, Snex, dan masyarakat menjadi faktor penting yang membantu PSIS tetap bertahan di Liga 2 musim ini.
Ia juga menilai kebersamaan antara klub dan suporter harus terus dijaga demi membawa tim menjadi lebih baik pada musim mendatang.
Baca Juga: Jamie Carragher Bela Arsenal, Sebut Gol West Ham Dianulir Adalah Keputusan Tepat
“Setelah musim kompetisi 2025/26 saya bersama manajemen mengundang dua kelompok suporter PSIS Semarang Panser Biru dan Snex. Kami berterima kasih atas doa dan dukungannya dari para suporter dan tentunya dari masyarakat Kota Semarang untuk PSIS bisa bertahan di Liga 2 musim ini,” tulis Fariz dalam unggahannya.
Ruang Diskusi
Tidak hanya sekadar ajang silaturahmi, pertemuan tersebut juga menjadi ruang diskusi antara manajemen dan suporter terkait masa depan PSIS.
Fariz menegaskan bahwa seluruh elemen klub harus memiliki visi dan misi yang sama agar target musim depan dapat tercapai.
Ia berharap hubungan harmonis antara manajemen dan suporter bisa menjadi modal penting untuk membangun kembali kekuatan PSIS. Apalagi, tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar itu dipastikan ingin tampil lebih kompetitif dan kembali bersaing di Liga 2 dan dapat promosi ke Liga 1 musim depan.
Kehadiran Panser Biru dan Snex dalam pertemuan tersebut menunjukkan bahwa loyalitas suporter PSIS tetap besar meski tim sedang berada dalam situasi sulit.
Dukungan mereka sepanjang musim menjadi energi tambahan bagi skuad PSIS untuk terus berjuang hingga akhir kompetisi.
Kini, fokus PSIS mulai diarahkan untuk menyusun langkah menghadapi musim baru. Selain pembenahan tim, komunikasi yang baik antara manajemen dan suporter juga diharapkan mampu menciptakan atmosfer positif demi kebangkitan klub kebanggaan warga Semarang tersebut.