JawaPos.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengimbau seluruh pendukung Persib Bandung yang biasa dipanggil Bobotoh untuk tidak merayakan kemenangan atas Persija Jakarta secara berlebihan.
Pesan tegas ini disampaikan menyusul adanya insiden saling serang antar-massa di Purwakarta dan aksi saling lempar benda keras di Karawang sesaat setelah laga El Clasico berakhir dengan kemenangan Maung Bandung 2-1, Minggu (10/5).
"Tidak boleh euforia terhadap kemenangan, harus memperhatikan langkah yang harus dilalui ke depan, dan perlihatkan kita adalah bangsa ksatria," ujar Dedi Mulyadi di Bandung, Senin (11/5).
Baca Juga: Prediksi Bali United vs Borneo FC, Ambisi Besar Kembali Menempel Persib Bandung
Pria yang akrab disapa KDM ini menekankan bahwa meski kemenangan ini sangat emosional, menjaga ketertiban umum jauh lebih utama.
Ia meminta pendukung untuk tetap tenang demi menjaga kondusifnya Jawa Barat yang sempat memanas akibat gesekan di media sosial dan lapangan.
"Bagi yang menang, Persib, kita jangan memperlihatkan kejumawaan. Kemudian bagi yang kalah jangan berkecil hati, kan nanti tahun berikutnya juga ada liga lagi. Ya sudah, nanti bertempurnya di lapangan, main bola, bukan di jalan," tuturnya.
Baca Juga: Tegakkan Kepala! Fabio Calonego Minta Persija Jakarta Bangkit Usai Takluk dari Persib Bandung
Sambil berseloroh, Dedi juga mengatakan dimungkinkan pihak-pihak yang bertikai untuk diikutkan program barak.
"Kalau diperlukan kita bawa ke barak," tuturnya.
Terkait wacana konvoi kemenangan, Dedi menilai Kota Bandung tetap menjadi lokasi ideal untuk merayakan kesuksesan tim, meskipun dirinya menyadari basis massa Persib tersebar sangat luas hingga ke pelosok daerah.
"Ya pastinya pengennya di Bandung, namanya juga Persib Bandung kan. Masa Persib Bandung perayaannya di luar Bandung? Tapi kalaupun di luar (kota), nggak ada masalah, suporternya kan tersebar di seluruh wilayah," tuturnya.
Dedi memastikan pemerintah provinsi siap mengawal jalannya perayaan di manapun lokasinya, asalkan dilakukan dengan cara yang tertib dan tidak mengganggu keamanan masyarakat.
Baca Juga: Persib Bandung Bungkam Persija Jakarta, Eliano Reijnders: Derbi Ini Milik Kita!
Sebelumnya, video kericuhan suporter sempat viral di media sosial yang menunjukkan ratusan orang terlibat aksi saling serang di Purwakarta serta adu mulut di Karawang.
Pihak kepolisian di masing-masing daerah dilaporkan secepatnya membubarkan massa dan meningkatkan pengamanan untuk mencegah bentrok susulan.