JawaPos.com – PSM Makassar dipastikan bertahan di Liga 1 alias Super League. Persis Solo yang mengejarnya, dipastikan kalah head to head jika finish dengan poin sama: 34.
Bertahan di Super League bukan berarti harus senang. Musim ini menjadi salah satu yang terburuk bagi Pasukan Ramang sejak menjuarai Liga 1 pada musim 2022/2023. Pada musim 2023/2024 PSM finish di urutan ke-11 dengan 44 poin.
Musim Depan Perlu Perhatian Serius
Berikutnya, musim 2024/2025 PSM menjadi lebih baik dengan bertengger di posisi keenam dengan 53 poin. Nah, pada musim ini, dengan menyisakan dua laga, PSM berada di peringkat ke-14 dengan 34 poin.
Hal ini perlu jadi atensi serius. Musim depan, PSM harus bisa lebih baik. Meski tetap bermain di Super League musim 2026/2027, tak ada pilihan selain evaluasi menyeluruh.
Jika saja Persis Solo mampu memenangkan laga tersisanya sejak pekan ke-30, situasinya akan berbeda sebab bisa saja PSM yang menggantikan posisinya di peringkat ke-16. Dua tim lain, PSBS Biak dan Semen Padang dipastikan kembali ke Liga 2 alias Championship.
Pengamat sepak bola, Syamsuddin Umar menilai, PSM seharusnya tidak berada di posisi ini. Mereka lebih layak berada di papan atas dibanding saat ini.
”Dari dulu PSM itu tempatnya di papan atas, bersaing untuk juara, bukan berjuang agar selamat dari zona degradasi,” jelas Coach Syam, kemarin.
Pemain dan Pelatih Asing Jadi Sorotan
Pada musim depan, PSM harus bisa menghadirkan pemain yang sesuai dengan kebutuhan. Para legiun asing juga harus bisa memberi dampak yang lebih signifikan.
Pembelian pemain asing mesti selektif, tidak sekadar memenuhi kuota saja. Pelatih dan manajemen harus memperhatikan kebutuhan tim. Sehingga, PSM tidak perlu dihuni pemain bintang, namun diperkuat pemain yang bisa memberi kontribusi positif.
Baca Juga: Bonek Kecewa! Persebaya Surabaya Disalip Dewa United, Kans Tembus 4 Besar Kian Menipis
”Bagaimana karakter PSM bisa terlihat di dalam lapangan, jadi bukan menghadirkan pemain yang cuma sekadar menggugurkan kewajiban,” jelasnya.
Memang benar, musim ini PSM tidak lagi bersaing di papan atas. Mereka terlempar dari kompetisi Asia, bahkan di liga pun terseok-seok. Ini menandakan ada yang salah dengan PSM.
Sejak awal musim, mereka sudah berkutat dengan sanksi banned transfer pemain. Bahkan pemain asing mereka yang anyar, baru bisa terlibat dalam pertandingan pada pekan keempat kompetisi.
Pada paruh musim pun sama, banned kembali terjadi. Bahkan pelatih mereka saat itu, Bernardo Tavares, harus mengundurkan diri karena persoalan gaji yang tidak dipenuhi. Ini dianggap sebagai sikap tidak konsisten manajemen atas komitmen yang sudah dibangun.
Manajemen kemudian mendatangkan Tomas Trucha. Dia sempat memberi harapan setelah menang beruntun pada tiga pertandingan awal, namun setelah itu performa mulai tidak konsisten.
Pada akhirnya Trucha menghilang entah ke mana. Ahmad Amiruddin ditunjuk sebagai karateker. Dialah yang bekerja keras menyelamatkan PSM dari zona degradasi.
Baca Juga: Calon Terkuat Rookie of the Year! Veda Ega Pratama Obrak-abrik 5 Besar Klasemen Moto3 2026
Reaksi Suporter
Salah satu suporter PSM Makassar, Sulyadi Abbas menyampaikan, sudah waktunya PSM untuk berbenah. Bahkan dua laga terakhir pun patut diperjuangkan, agar mereka bisa finish di peringkat yang lebih baik.
”Memang sudah harus berbenah, harus evaluasi, harus lebih baik. Semua yang kurang harus dibenahi, agar bisa menjadi lebih baik. Termasuk dua pertandingan terakhir nanti,” terangnya.
Anggota Komunitas VIP Utara (KVU) itu juga berharap, PSM musim depan menjadi jauh lebih agresif. Bahkan kembali bersaing di papan atas klasemen hingga akhir musim.
”Suporter tentu sangat mengharapkan PSM berbenah. Musim depan harus bisa bersaing dalam perebutan gelar juara, harus berjuang bisa mendapatkan jatah kompetisi Asia lagi, bukan berjuang agar tidak degradasi,” harapnya. (wid/zuk)