← Beranda
PSSI Sesalkan Kericuhan Suporter Persipura Jayapura Kontra Adhyaksa FC, Yunus Nusi Singgung Indonesia Dipantau FIFA
Andika RachmansyahSabtu, 9 Mei 2026 | 22.48 WIB
Sekjen PSSI Yunus Nusi. (Fedrik Tarigan/Jawa Pos)

JawaPos.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi, menyampaikan federasi sangat prihatin dengan kericuhan suporter Persipura Jayapura. Yunus pun turut menyinggung bahwa Indonesia masih dalam pengawasan FIFA.

Pertandingan Persipura Jayapura kontra Adhyaksa FC pada play-off promosi di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Jumat (8/5), berakhir ricuh. Suporter tuan rumah ricuh usai tim kebanggaannya kalah 0-1, sekaligus memastikan skuad berjuluk Mutiara Hitam itu gagal promosi ke Super League musim depan.

Kegagalan tersebut membuat ribuan suporter Persipura Jayapura meluapkan kekecewaannya setelah wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya laga. Mereka turun ke lapangan dan merusak fasilitas stadion.

Kericuhan tidak berhenti sampai disitu, karena meluas ke luar area Stadion Lukas Enembe. Situasinya pun semakin mencekam. Suporter Persipura Jayapura melakukan aksi cukup brutal dengan membakar sejumlah kendaraan.

PSSI, kata Yunus, sangat menyesali kericuhan tersebut. Dia mengungkapkan bahwa federasi tidak menyangka insiden seperti itu bisa terjadi di Stadion Lukas Enembe. Pasalnya, masyarakat Papua dinilai sangat mencintai sepak bola.

“PSSI sangat menyayangkan kericuhan ini terjadi di Jayapura, dan tentu kita prihatin dengan keributan ini. PSSI juga tidak sampai berprasangka buruk terjadinya hal seperti kejadian tadi malam,” kata Yunus dalam keterangannya, Sabtu (9/5/2026).

“Karena kami tahu bahwa masyarakat dan suporter, masyarakat Papua, suporter Persipura sangat cinta dengan sepak bola. Tentu dengan cinta akan sepak bola, pasti kami yakin untuk menjaga ketertiban dan keamanan di Stadion Lukas Enembe,” sambungnya.

Peristiwa ini jelas membuat sepak bola Indonesia kembali tercoreng. Terlebih, saat ini sepak bola Indonesia masih dalam pengawasan FIFA usai tragedi Kanjuruhan pada Oktober 2022 silam.

“Ini tentu juga akan menggores perjalanan sepak bola kita, yang kita tahu bersama saat ini kita lagi
sementara dimonitor, diawasi oleh FIFA. Dan PSSI berharap hal ini tidak akan terulang lagi,” tuturnya.

Baca Juga: Tak Disiarkan di Televisi! Ini Link Live Streaming Persis Solo vs Persebaya Surabaya, Laga Penentuan Nasib Tuan Rumah

Yunus berharap peristiwa seperti ini menjadi yang terakhir di kancah sepak bola Indonesia. Dia ingin para suporter lebih dewasa dalam menyikapi hasil yang didapat tim kebanggaannya.

“Dan kita butuh kesabaran, kita butuh kesadaran bahwa menang-kalah itu pasti terjadi di dalam sebuah pertandingan. Kita harus sadar bahwa pertandingan itu kalah, menang, atau seri, dan itu pasti akan terjadi, tidak akan mungkin tidak,” tambahnya.

Lebih jauh, Yunus mengajak semua pihak untuk berbenah agar kericuhan seperti ini tidak terjadi lagi. Dia menegaskan, PSSI sangat prihatin dengan kejadian yang terjadi di Stadion Lukas Enembe. Sebab seharusnya, pertandingan sepak bola menjadi ruang yang aman dan nyaman.

“Ke depan, tolong kawan-kawan, bila sepak bola kita ini akan terlihat maju di waktu-waktu yang akan datang, bila sepak bola ini akan menjadi tontonan menarik bagi keluarga kita, terhadap tim kesayangan kita, ayolah kita sama-sama untuk menjaga ketertiban dan keamanan di masing-masing stadion,” paparnya.

“Kita mulai dari diri kita sendiri, kita mulai dari suporter yang menjadi andalan klub kesayangan kita untuk saling mengingatkan bahwa keamanan itu sangat penting. Dan bila terjadi kericuhan dan keributan, semua juga rugi, tidak ada yang diuntungkan. Sekali lagi PSSI sangat menyayangkan dan prihatin akan kejadian ini,” pungkas Yunus.

Baca Juga: Prediksi Skor Persis Solo vs Persebaya Surabaya! Misi Laskar Sambernyawa Lolos Jurang Degradasi Super League

EDITOR: Hendra