JawaPos.com — Persebaya Surabaya langsung memanaskan persaingan papan atas sekaligus memperbarui daftar top skor tim usai kemenangan telak 4-0 atas PSBS Biak di Gelora Bung Tomo.
Nama Francisco Rivera kini memimpin dengan koleksi 12 gol, meninggalkan Bruno Moreira yang menguntit dengan 9 gol di Super League 2025/2026 hingga pekan ke-31.
Kemenangan besar itu bukan sekadar tiga poin, tapi juga mengubah peta kontribusi gol di tubuh Green Force.
Baca Juga: Time Will Tell! Curhat Milos Raickovic Usai Borong 2 Gol Buat Persebaya Surabaya ke Gawang PSBS Biak
Performa tajam para pemain depan menjadi sinyal serius Persebaya Surabaya belum habis dalam perburuan posisi terbaik musim ini.
Sejak menit awal laga melawan PSBS Biak, Persebaya Surabaya sebenarnya sudah menunjukkan intensi menyerang yang kuat.
Sejumlah peluang tercipta, namun penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat skor tetap kacamata di babak pertama.
Memasuki pertengahan babak pertama, ritme permainan justru sempat menurun drastis. Aliran bola yang lambat membuat permainan mudah ditebak dan memberi ruang bagi lawan untuk berkembang.
Baca Juga: Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Situasi itu dimanfaatkan PSBS Biak melalui skema transisi cepat dan bola mati yang beberapa kali mengancam. Beruntung, lini belakang Persebaya Surabaya masih cukup disiplin untuk menjaga gawang tetap aman hingga turun minum.
Pelatih Bernardo Tavares tak menampik timnya mengalami kesulitan di babak pertama.
“Ini bukan pertandingan yang mudah. Kami punya peluang di awal tapi tidak menjadi gol. Setelah itu mereka punya satu-dua transisi dan bola mati yang berbahaya,” ujarnya.
Memasuki babak kedua, wajah berbeda langsung ditunjukkan Green Force dengan peningkatan tempo permainan. Sirkulasi bola lebih cepat dan pergerakan tanpa bola membuat pertahanan lawan mulai kerepotan.
Gol pertama akhirnya lahir dan menjadi momentum perubahan total jalannya pertandingan. Setelah itu, Persebaya Surabaya tampil semakin dominan dan terus menekan tanpa henti.
Francisco Rivera kembali membuktikan diri sebagai mesin gol utama tim musim ini. Kontribusinya membawa total koleksi menjadi 12 gol dari 27 penampilan dengan 2.408 menit bermain.
Di bawah Rivera, Bruno Moreira tetap konsisten sebagai ancaman dari sisi sayap. Pemain asal Brasil itu sudah mencatatkan 9 gol dari 25 laga dengan total 2.110 menit bermain.
Tak hanya dua nama itu, Gali Freitas juga mulai menunjukkan peran penting dalam lini serang. Winger asal Timor Leste tersebut sudah mengoleksi 6 gol dari 29 pertandingan musim ini.
Sementara itu, Mihailo Perovic yang berposisi sebagai ujung tombak telah menyumbang 5 gol. Kontribusinya tetap penting meski tidak selalu menjadi sorotan utama dalam setiap pertandingan.
Baca Juga: Terlalu Lambat! Bernardo Tavares Bongkar Titik Balik Kemenangan Persebaya Surabaya Lawan PSBS Biak
Nama lain yang mencuri perhatian adalah Milos Raickovic dari lini tengah. Gelandang asal Montenegro itu sudah mencetak 3 gol dari 30 laga dengan menit bermain yang sangat tinggi.
Dominasi Persebaya Surabaya di babak kedua terlihat jelas dari statistik pertandingan. Mereka mencatatkan 29 tembakan dengan 14 di antaranya tepat sasaran serta menghasilkan 18 peluang sepanjang laga.
Angka tersebut menegaskan betapa agresifnya permainan Green Force terutama setelah melakukan perubahan pendekatan. Intensitas tinggi menjadi pembeda utama antara babak pertama dan kedua.
Menurut Bernardo Tavares, perubahan tempo menjadi kunci kebangkitan timnya. “Di babak pertama setelah 20-25 menit kami terlalu lambat. Lawan jadi mudah membaca arah permainan kami,” jelasnya.
Ia juga menambahkan peran pemain pengganti sangat berpengaruh dalam meningkatkan karakter permainan.
“Di babak kedua kami menunjukkan intensitas lebih, bola bergerak lebih cepat, dan pemain pengganti memberi karakter berbeda,” lanjutnya.
Kemenangan ini membawa Persebaya Surabaya naik ke posisi keempat klasemen sementara dengan koleksi 51 poin. Hasil tersebut menjaga peluang mereka untuk terus bersaing di papan atas hingga akhir musim.
Lebih dari itu, distribusi gol yang merata menjadi modal penting dalam menghadapi laga-laga berikutnya. Ketergantungan pada satu pemain mulai berkurang dengan munculnya banyak kontributor gol.
Persaingan di daftar top skor internal juga diprediksi semakin menarik di sisa musim. Rivera memang unggul, tetapi Bruno Moreira dan pemain lain masih punya peluang mengejar.
Dengan performa yang terus meningkat, bukan tidak mungkin daftar top skor ini kembali berubah dalam beberapa pekan ke depan.
Satu hal yang pasti, lini serang Persebaya Surabaya kini menjadi salah satu yang paling berbahaya di liga.