← Beranda
Fisik Kedodoran! PSBS Biak Dibikin Tak Berkutik oleh Persebaya Surabaya, Kahudi Widodo Beberkan Penyebabnya
Moch. Rizky Pratama PutraMinggu, 3 Mei 2026 | 15.17 WIB
Ekspresi pemain PSBS Biak saat menghadapi tekanan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo. (PSBS)

JawaPos.com — Persebaya Surabaya tampil superior saat membungkam PSBS Biak dengan skor telak 4-0 di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (2/5/2026). Di balik kekalahan itu, pelatih sementara PSBS Biak Kahudi Wahyu Widodo mengungkap faktor krusial yang membuat timnya tak mampu mengimbangi permainan tuan rumah.

Laga pekan ke-31 Super League 2025/2026 itu menjadi panggung dominasi Green Force yang tampil efektif dan sabar sepanjang pertandingan.

Sementara itu, PSBS Biak terlihat kesulitan keluar dari tekanan terutama saat memasuki fase transisi permainan.

Kahudi secara terbuka menyebut persoalan utama timnya terletak pada transisi negatif yang tidak berjalan maksimal. Ia menilai hal tersebut tidak lepas dari kondisi fisik para pemain yang berada di bawah level Persebaya Surabaya.

Baca Juga: Terlalu Lambat! Bernardo Tavares Bongkar Titik Balik Kemenangan Persebaya Surabaya Lawan PSBS Biak

"Secara taktikal kami bermasalah di transisi negatif dan itu salah satunya dipengaruhi faktor fisik. Kualitas fisik pemain Persebaya memang terlihat berada di atas kami," kata Kahudi saat konferensi pers usai pertandingan.

Kondisi ini membuat PSBS Biak sering terlambat dalam menutup ruang dan kehilangan momentum saat harus bertahan cepat.

Akibatnya, Persebaya Surabaya dengan leluasa mengembangkan permainan dan menciptakan peluang berbahaya.

Baca Juga: Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini

Meski kalah telak, Kahudi tetap memberikan apresiasi kepada anak asuhnya yang dinilai tidak menyerah hingga laga usai.

Dalam situasi yang tidak ideal, para pemain tetap menunjukkan komitmen dan semangat juang tinggi di atas lapangan.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada pemain saya. Semua tahu kondisi kami seperti apa, tapi sampai terakhir mereka tetap berjuang," ucapnya.

Pernyataan itu menjadi gambaran PSBS Biak tetap menjaga mental bertanding meski dihantam tekanan.

Upaya perubahan strategi sebenarnya sudah dilakukan pada babak kedua untuk meredam agresivitas Persebaya Surabaya.

Kahudi mencoba mengubah pendekatan dengan menerapkan skema tiga bek serta meningkatkan tekanan dari sisi sayap.

Instruksi tersebut bertujuan untuk mempersempit ruang gerak lawan sekaligus memaksa pemain belakang Persebaya Surabaya melakukan kesalahan.

Namun, rencana itu tidak berjalan sesuai harapan karena kembali terbentur kondisi fisik pemain.

"Strategi itu sebetulnya cukup efektif, tetapi sekali lagi faktornya adalah faktor fisik," ucapnya. Kelelahan membuat intensitas pressing tidak konsisten sehingga mudah ditembus oleh lini serang lawan.

Di sisi lain, Persebaya Surabaya justru menunjukkan kematangan permainan yang patut diacungi jempol. Mereka tidak terburu-buru dalam menyerang dan mampu memanfaatkan celah sekecil apa pun menjadi peluang emas.

Kombinasi permainan yang rapi serta pergerakan tanpa bola yang efektif menjadi pembeda nyata di laga tersebut. Hal ini membuat lini pertahanan PSBS Biak terus berada dalam tekanan sepanjang pertandingan.

Kahudi pun tidak ragu memberikan pujian kepada Persebaya Surabaya atas performa impresif yang ditampilkan. Ia menilai Green Force layak meraih kemenangan besar berkat strategi dan eksekusi yang berjalan sempurna.

"Selamat untuk Persebaya. Mereka bermain cukup sabar kemudian melakukan kombinasi yang luar biasa sehingga bisa membobol gawang kami empat gol," ujarnya. Pernyataan ini sekaligus menegaskan kualitas permainan tuan rumah.

Kemenangan ini juga memperlihatkan bagaimana Persebaya Surabaya mampu menjaga konsistensi di fase krusial kompetisi. Mereka tampil disiplin, fokus, dan mampu membaca kelemahan lawan dengan sangat baik.

Bagi PSBS Biak, hasil ini menjadi evaluasi penting terutama dalam aspek kebugaran dan kedalaman skuad. Tanpa kondisi fisik yang prima, sulit bagi tim untuk bersaing di level kompetisi yang semakin ketat.

Situasi yang dihadapi PSBS Biak memang tidak mudah, tetapi pengalaman dari laga ini bisa menjadi pelajaran berharga. Perbaikan di sektor fisik dan transisi permainan menjadi pekerjaan rumah utama ke depan.

Di tengah tekanan kompetisi, menjaga kebugaran pemain bukan lagi pilihan melainkan keharusan. Tanpa itu, strategi sebaik apa pun akan sulit diterapkan secara maksimal di lapangan.

Sementara itu, Persebaya Surabaya semakin menunjukkan diri sebagai tim dengan kesiapan menyeluruh, baik dari segi teknik, taktik, maupun fisik.

Kombinasi tersebut menjadi modal penting untuk terus bersaing di papan atas klasemen.

Dominasi di Gelora Bung Tomo bukan sekadar kemenangan besar, tetapi juga pesan kuat kepada para pesaing. Persebaya Surabaya sedang berada dalam performa terbaik dan siap menghadapi tantangan berikutnya.

Laga ini akhirnya menjadi bukti nyata sepak bola tidak hanya soal strategi, tetapi juga soal ketahanan fisik dan konsistensi permainan. Ketika dua aspek itu berpadu, hasil besar seperti ini menjadi sesuatu yang sulit dihindari.

EDITOR: Banu Adikara