← Beranda
Bojan Hodak Berikan Bocoran ke Bernardo Tavares! Persebaya Surabaya Ditantang Bongkar Tembok Baja Arema FC
Moch. Rizky Pratama PutraMinggu, 26 April 2026 | 18.46 WIB
Persebaya Surabaya bersiap menghadapi pertahanan solid Arema FC dalam duel panas pekan ke-30 Super League 2025/2026. (Persebaya))

 

JawaPos.com — Persebaya Surabaya dihadapkan pada tantangan besar saat bersua Arema FC di pekan ke-30 Super League 2025/2026. Duel panas yang digelar Selasa, 28 April 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar ini dipastikan berjalan sengit sejak menit awal.

Green Force wajib menemukan cara untuk menembus pertahanan rapat Arema FC yang terbukti sulit ditembus.

Apalagi, bocoran dari pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, bisa menjadi kunci penting bagi Bernardo Tavares dalam meracik strategi.

Pada pekan sebelumnya, Persib Bandung gagal memanfaatkan dominasi mereka saat menghadapi Arema FC.

Baca Juga: Manchester United Pantau Peluang Datangkan Endrick, Proyek Jangka Panjang di Lini Depan?

Laga yang digelar Jumat malam (24/4/2026) itu berakhir tanpa gol meski Maung Bandung tampil menekan sepanjang pertandingan.

Secara statistik, Persib Bandung tampil sangat dominan dengan mencatatkan 29 tembakan. Namun, tak satu pun peluang tersebut mampu mengoyak jala gawang Arema FC yang tampil sangat disiplin.

Bojan Hodak pun tak menutupi rasa frustrasinya usai laga tersebut. “Tentu saja melihat statistik tersebut membuat kami frustasi. Saya respek kepada Arema FC di pertandingan ini,” ujarnya.

Baca Juga: Arsenal Menang Tipis, Arteta Bangga dengan Mentalitas dan Kedisiplinan Tim

Pernyataan itu menggambarkan betapa solidnya lini belakang Arema FC saat menghadapi tekanan bertubi-tubi. Bahkan, kekuatan utama tim asuhan Marcos Santos terletak pada kolektivitas dalam bertahan.

Menurut Bojan, Arema FC tidak hanya mengandalkan lini belakang saja. Seluruh pemain ikut turun membantu pertahanan ketika tim berada dalam tekanan.

“Mereka bisa bertahan dengan sembilan sampai sepuluh pemain saat diserang,” jelasnya. Pernyataan ini menunjukkan membongkar pertahanan Arema FC tidak cukup hanya dengan serangan biasa.

Situasi tersebut menjadi peringatan serius bagi Persebaya Surabaya. Jika tidak memiliki variasi serangan yang tajam dan efektif, Green Force bisa mengalami nasib serupa seperti Persib Bandung.

Bernardo Tavares tentu harus memutar otak untuk mengantisipasi strategi bertahan total Arema FC. Salah satu kunci utama adalah meningkatkan kreativitas di lini serang agar tidak mudah terbaca.

Selain itu, kecepatan dalam transisi permainan juga bisa menjadi senjata penting. Dengan pergerakan bola yang cepat, celah kecil dalam pertahanan rapat Arema FC bisa dimanfaatkan secara maksimal.

Baca Juga: Bernardo Silva Siap Tinggalkan Manchester City, Barcelona Tertarik Tampung

Tidak hanya itu, penyelesaian akhir menjadi pekerjaan rumah yang tak boleh diabaikan. Belajar dari Persib Bandung, dominasi tanpa efektivitas hanya akan berujung pada hasil yang mengecewakan.

Bojan Hodak sendiri menyoroti hal tersebut sebagai kelemahan timnya saat menghadapi Arema FC. Ia menilai peluang yang tercipta seharusnya bisa dikonversi menjadi gol jika penyelesaian akhir lebih baik.

Kondisi ini tentu menjadi alarm bagi Persebaya Surabaya untuk tampil lebih klinis di depan gawang. Setiap peluang harus dimaksimalkan karena kesempatan menembus pertahanan Arema FC tidak akan datang berkali-kali.

Di sisi lain, Arema FC diprediksi tetap mengandalkan strategi bertahan dan serangan balik cepat. Pola permainan ini terbukti efektif meredam agresivitas tim lawan sekaligus membuka peluang mencuri gol.

Laga ini bukan hanya soal taktik, tetapi juga mentalitas pemain di lapangan. Kesabaran dan ketenangan akan menjadi faktor penentu dalam menghadapi tekanan dari kedua tim.

Persebaya Surabaya dituntut untuk tidak terburu-buru dalam membangun serangan. Kesalahan kecil bisa dimanfaatkan Arema FC untuk melancarkan serangan balik yang berbahaya.

Atmosfer derbi Jawa Timur selalu menghadirkan tensi tinggi di setiap pertemuan. Hal ini membuat pertandingan semakin sulit diprediksi meski salah satu tim terlihat lebih dominan di atas kertas.

Dengan bocoran dari Bojan Hodak, Persebaya Surabaya setidaknya memiliki gambaran bagaimana menghadapi Arema FC.

Tinggal bagaimana Bernardo Tavares menerjemahkan informasi tersebut menjadi strategi yang efektif di lapangan.

Jika mampu mengeksekusi dengan baik, Green Force berpeluang besar memecah kebuntuan yang dialami tim lain. Namun jika gagal, laga ini bisa kembali menjadi cerita frustrasi menghadapi tembok kokoh Arema FC.

Pertandingan ini jelas layak dinantikan oleh para pecinta sepak bola Tanah Air. Selain sarat gengsi, duel ini juga menjadi ajang adu taktik dua pelatih dengan pendekatan permainan yang berbeda.

Kini semua mata tertuju pada Persebaya Surabaya. Mampukah mereka membongkar pertahanan kukuh Arema FC, atau justru kembali terjebak dalam permainan bertahan lawan? Layak untuk dinantikan.

EDITOR: Banu Adikara