← Beranda
Vietnam U-17 Sudah Koleksi 14 Gol! Kurniawan Dwi Yulianto Tetap Yakin Performa Timnas Indonesia U-17 di Piala AFF U-17 2026
Moch. Rizky Pratama PutraJumat, 17 April 2026 | 23.22 WIB
Kurniawan Dwi Yulianto tetap optimistis Timnas Indonesia U-17 bisa bangkit saat menghadapi Vietnam di laga krusial Grup A. (FOTO: Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com)

JawaPos.com — Kekalahan menyakitkan dari Malaysia belum mengakhiri harapan Timnas Indonesia U-17 di Piala AFF U-17 2026. Kini, tantangan lebih berat sudah menanti saat menghadapi Vietnam dalam laga hidup mati Grup A.

Pelatih Kurniawan Dwi Yulianto tetap menunjukkan optimisme tinggi meski situasi tim sedang tertekan. Ia menilai para pemain sudah bekerja keras dan tetap menjaga fokus sepanjang turnamen.

Baca Juga: Singkirkan Bologna, Ollie Watkins Prediksi Aston Villa vs Nottingham Forest di Semifinal Liga Europa Bakal Sulit

“Pertama kalau dibilang tidak jumawa sama sekali, karena memang setelah lawan Timor Leste, kita selalu mengingatkan pemain bahwa kita mulai dari nol lagi. Dan itu bekerja dengan baik, karena kita ikuti pemain itu 24 jam,” ujar Kurniawan, Kamis (16/4/2026).

Menurutnya, pendekatan disiplin dan pengawasan ketat terhadap pemain menjadi salah satu kunci menjaga konsistensi performa.

Hal itu membuat para pemain tetap berada dalam jalur fokus meski tekanan pertandingan terus meningkat.

“Jadi per jam, per menit kita tahu apa yang mereka lakukan, sehingga mereka tetap fokus.”

Kekalahan 0-1 dari Malaysia diakui sebagai hasil di luar prediksi tim pelatih. Terlebih, gol yang terjadi bukan berasal dari skema permainan terbuka, melainkan situasi bola mati yang sebenarnya sudah diantisipasi.

“Tapi sekali lagi bahwa kekalahan ini memang benar-benar hal yang di luar prediksi, karena memang golnya juga bukan open play, tapi dari set piece yang yang sebenarnya kita sudah persiapkan juga untuk antisipasinya.”

Kini, fokus tim sepenuhnya tertuju pada laga kontra Vietnam yang dikenal tampil impresif. Dalam dua pertandingan awal, Vietnam menunjukkan dominasi yang membuat mereka difavoritkan di Grup A.

Baca Juga: PIF Resmi Jual Al Hilal ke Kingdom Holding Company, Nilai Transaksi Capai Rp6,4 Triliun

“Dan untuk Vietnam, secara apa namanya, performance mereka itu cukup superior ya di dua pertandingan awal. Kita tetap respect, tapi bagi kami tidak ada yang tidak mungkin.”

Optimisme tetap dijaga oleh Kurniawan, meski di atas kertas lawan jauh lebih unggul. Ia menegaskan mental bertanding menjadi faktor utama yang harus dimiliki para pemain muda Indonesia.

“Saya percaya dengan pemain-pemain saya bisa memberikan yang terbaik di pertandingan melawan Vietnam, karena kalau kita sudah pesimis ya ngapain untuk tanding gitu kan.”

Keyakinan tersebut bukan tanpa alasan karena ia melihat semangat juang yang tinggi dari skuad Garuda Muda. Mentalitas pekerja keras dianggap sebagai modal penting menghadapi tekanan laga krusial.

“Jadi saya yakin mental para pemain ini selalu bekerja keras, mental pejuang, dan itu yang akan kami lakukan di pertandingan lawan Vietnam."

Vietnam sendiri datang dengan catatan mentereng setelah mencetak total 14 gol di dua laga awal. Statistik itu menjadi alarm serius bagi lini pertahanan Indonesia yang harus tampil lebih disiplin.

"Vietnam 14 gol tentu hal yang positif ya. Kita juga sudah menonton pertandingan Vietnam saat kualifikasi AFC juga, kita selalu analisa, dan dua pertandingan membuktikan bahwa mereka tim yang yang cukup kuat.”

Meski demikian, tim pelatih tidak tinggal diam dan terus menyiapkan strategi terbaik. Analisis mendalam dilakukan untuk menemukan celah yang bisa dimanfaatkan saat pertandingan nanti.

“Tapi kita juga berusaha untuk mencari kontra taktiknya untuk berhadapan dengan mereka," pungkasnya.

Peluang Timnas Indonesia U-17 memang tidak mudah, namun belum sepenuhnya tertutup. Persaingan di Grup A masih terbuka, meski dihuni oleh tim-tim kuat seperti Vietnam dan Malaysia.

Laga penentuan akan berlangsung di Stadion Gelora Delta pada Minggu (19/4/2026) pukul 19.30 WIB. Pertandingan ini menjadi ujian mental sekaligus pembuktian bagi Garuda Muda untuk menjaga asa lolos ke fase berikutnya.

Kemenangan menjadi harga mati jika ingin tetap bertahan di turnamen. Tekanan tinggi justru bisa menjadi bahan bakar tambahan bagi para pemain untuk tampil habis-habisan.

Dalam situasi seperti ini, semangat dan keyakinan menjadi pembeda utama. Jika mampu memaksimalkan peluang dan tampil disiplin, bukan tidak mungkin kejutan bisa tercipta.

EDITOR: Hendra