← Beranda
Hancur dan Malu di Kandang Sendiri! Timnas Indonesia U-17 Dihajar Malaysia U-17 di Piala AFF U-17 2026
Moch. Rizky Pratama PutraJumat, 17 April 2026 | 05.23 WIB
Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia di penyisihan grup A ASEAN U-17 Boys Championship atau AFF U-17 di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Jawa Timur, Senin (13/4/2026). (Riana Setiawan/ JawaPos.com)

 

JawaPos.com — Kekalahan pahit harus ditelan Timnas Indonesia U-17 saat menghadapi Malaysia U-17 di ajang Piala AFF U-17 2026. Bermain di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Kamis (16/4) malam, Garuda Muda tumbang dengan skor tipis 0-1.

Hasil ini terasa menyakitkan karena Timnas Indonesia U-17 sebenarnya tampil cukup agresif sejak awal pertandingan. Namun, buruknya penyelesaian akhir membuat dominasi serangan tak berbuah gol.

Sejak menit awal, kedua tim langsung bermain terbuka dengan tempo tinggi. Indonesia mencoba menekan lebih dulu dan mendapatkan peluang melalui bola mati di menit ketujuh.

Baca Juga: Mandul di Babak Pertama! Timnas Indonesia U-17 Dipaksa Tertunduk, Malaysia U-17 Makin Solid di Piala AFF U-17 2026

Pandu Aryo yang maju sebagai eksekutor tendangan bebas mampu mengarahkan bola ke gawang. Sayangnya, kiper Malaysia masih sigap menepis dan menggagalkan peluang tersebut.

Tiga menit berselang, ancaman kembali datang dari kaki Pandu Aryo. Kali ini lewat tendangan voli dari luar kotak penalti, tetapi bola masih melenceng tipis di sisi kanan gawang Malaysia.

Malaysia tak tinggal diam dan mulai keluar menekan. Pada menit ke-18, Aniq Thaqif melepaskan tembakan berbahaya yang memaksa kiper Indonesia Noah Leo melakukan penyelamatan penting.

Baca Juga: Wonderkid Persebaya Surabaya Starter! Dava Yunna Masuk Starting Line Up Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia U-17 di Piala AFF U-17 2026

Petaka datang bagi Indonesia pada menit ke-33. Berawal dari skema sepak pojok, Muhammad Fareez berhasil menanduk bola dan mengoyak jala Indonesia.

Gol tersebut menjadi satu-satunya pembeda di babak pertama. Indonesia sempat mendapat peluang emas di menit ke-44 lewat Sean Rahman Kastor, tetapi penyelesaiannya terlalu lemah.

Memasuki babak kedua, Indonesia langsung tancap gas. Bahkan, baru 15 detik pertandingan berjalan, peluang emas langsung tercipta.

Sean Kastor menusuk dari sisi kiri dan melepaskan tembakan keras. Namun, lagi-lagi kiper Malaysia menjadi penghalang dan hanya menghasilkan sepak pojok.

Serangan demi serangan terus dibangun oleh Indonesia. Tetapi efektivitas menjadi masalah utama yang tak kunjung teratasi.

Pada menit ke-53, Sean Kastor kembali mendapatkan peluang emas melalui umpan terobosan. Namun, penyelesaian akhirnya kembali gagal setelah bola melebar dari sasaran.

Baca Juga: 3 Poin Harga Mati di Derby Suramadu! Bernardo Tavares Tantang Nyali Persebaya Surabaya Bangkit Lawan Madura United

Malaysia justru hampir menggandakan keunggulan di menit ke-55. Ahmad Yusuf melepaskan tembakan jarak jauh yang nyaris mengejutkan lini belakang Indonesia.

Beruntung, bola masih melenceng tipis di sisi kiri gawang. Situasi ini menjadi peringatan keras bagi Indonesia yang terlalu fokus menyerang.

Peluang emas kembali datang pada menit ke-64. Ichiro Akbar menyambar umpan silang di depan gawang, tetapi bola justru melambung tinggi.

Momentum demi momentum terus terbuang percuma. Indonesia terlihat kesulitan memaksimalkan peluang menjadi gol penyeimbang.

Baca Juga: Kami Butuh Tiga Poin! Rakhmat Basuki Siapkan Misi Senyap Madura United Bungkam Persebaya Surabaya di GBT

Di menit ke-88, harapan sempat muncul lewat situasi tak terduga. Bola hasil sapuan kiper Malaysia mengenai punggung Sean Kastor, namun arah bola tetap melebar.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tidak berubah. Timnas Indonesia U-17 harus mengakui keunggulan Malaysia dengan skor 0-1.

Kekalahan ini menjadi alarm serius bagi Garuda Muda. Evaluasi besar jelas dibutuhkan, terutama dalam hal penyelesaian akhir yang menjadi titik lemah.

Padahal secara permainan, Indonesia mampu mengimbangi bahkan menekan Malaysia. Namun, sepak bola selalu ditentukan oleh efektivitas di depan gawang.

Jika tak segera berbenah, peluang melangkah jauh di Piala AFF U-17 2026 bisa semakin sulit. Tim pelatih kini dituntut menemukan solusi cepat sebelum laga berikutnya.

Susunan pemain yang diturunkan sebenarnya cukup menjanjikan. Formasi 4-3-3 memberi keseimbangan antara lini tengah dan serangan, tetapi eksekusi di lapangan belum maksimal.

Nama-nama seperti Dava Yunna, Pandu Aryo, hingga Sean Rahman Kastor mendapatkan banyak kesempatan. Namun, ketiganya belum mampu menjadi pembeda dalam laga krusial ini.

Baca Juga: Persebaya Surabaya vs Madura United: Francisco Rivera dan Iran Junior Bakal Adu Kreativitas di Lini Tengah

Sementara itu, Malaysia tampil lebih efektif dan disiplin sepanjang pertandingan. Satu peluang dari situasi bola mati mampu dimanfaatkan dengan sempurna.

Kondisi ini menunjukkan pentingnya fokus dan konsistensi sepanjang laga. Satu momen kecil bisa menentukan hasil akhir pertandingan.

Kini, Timnas Indonesia U-17 tak punya banyak waktu untuk meratapi kekalahan. Fokus harus segera dialihkan ke laga berikutnya demi menjaga asa di turnamen ini.

EDITOR: Banu Adikara