← Beranda
Dorong Liga Indonesia Naik Kelas! I.League Bidik Kolaborasi dengan Eredivisie, La Liga, J.League dan Bundesliga
Moch. Rizky Pratama PutraKamis, 16 April 2026 | 01.29 WIB
Rapat Exco PSSI bersama I.League membahas transformasi besar kompetisi sepak bola nasional musim 2026/2027. (I.League)

 

JawaPos.com — Langkah besar sedang disiapkan untuk mengangkat kualitas sepak bola nasional ke level yang lebih tinggi. I.League mulai menjajaki kerja sama strategis dengan liga-liga top dunia demi mendorong profesionalisme dan daya saing kompetisi di Indonesia.

Upaya ini mengemuka dalam Rapat Komite Eksekutif PSSI yang membahas penguatan kompetisi sepak bola nasional. Forum penting tersebut menjadi momentum menyatukan visi antara federasi dan operator liga.

Rapat dipimpin langsung Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, serta dihadiri jajaran Wakil Ketua Umum, anggota Exco, dan Direksi I.League.

Baca Juga: Jegal Garuda Muda! Muhammad Shukor Adan Bongkar Kekuatan Timnas Indonesia U-17, Malaysia U-17 Siap Bangkit di Piala AFF U-17 2026

Pertemuan ini fokus pada pembenahan menyeluruh dari kompetisi kasta tertinggi hingga level usia dini.

Salah satu agenda utama yang dibahas adalah program kompetisi musim 2026/2027. Regulasi disusun dan disepakati lebih awal agar seluruh pihak memiliki waktu cukup untuk menyusun strategi secara matang.

Langkah ini dinilai krusial untuk menciptakan sistem kompetisi yang lebih terukur dan terintegrasi. PSSI dan I.League ingin memastikan tidak ada lagi kebijakan mendadak yang merugikan klub maupun pemain.

Baca Juga: Jangan Ketinggalan! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia U-17 di Piala AFF U-17 2026

Selain regulasi, sinkronisasi kalender juga menjadi perhatian serius. Kompetisi liga akan diselaraskan dengan agenda tim nasional, program federasi, serta berbagai event sepak bola lainnya.

Keselarasan ini penting agar tidak terjadi benturan jadwal yang selama ini kerap menjadi masalah klasik. Dengan perencanaan lebih rapi, kualitas pertandingan diharapkan ikut meningkat.

Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, mengungkapkan adanya tren positif dalam kompetisi musim ini. Ia menilai rivalitas dan tingkat kompetitivitas mengalami peningkatan signifikan.

“Super League hingga saat ini telah memainkan 243 pertandingan yang menunjukkan peningkatan rivalitas dan kompetitivitas. Dari 20% pada musim lalu, kini meningkat menjadi 30%. Championship juga mengalami kenaikan signifikan, salah satu pemicunya adalah implementasi VAR,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).

Data sementara menunjukkan persaingan yang semakin seimbang di dua kasta kompetisi. Super League mencatat kemenangan kandang 44,86%, kemenangan tandang 30,45%, dan hasil imbang 24,69%.

Sementara itu, Championship memiliki distribusi yang tidak jauh berbeda. Kemenangan kandang mencapai 44,35%, kemenangan tandang 29,57%, dan hasil imbang 26,09%.

Baca Juga: Prediksi Skor Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia U-17 di Piala AFF U-17 2026: Menanti Magis Wonderkid Persebaya Surabaya!

Angka tersebut menjadi indikator meningkatnya kualitas kompetisi secara keseluruhan. Tidak ada lagi dominasi mutlak, sehingga setiap pertandingan menjadi lebih sulit diprediksi.

Di sisi lain, langkah paling menarik adalah penjajakan kerja sama dengan liga top dunia. I.League membuka peluang kolaborasi dengan Eredivisie, La Liga, J.League, dan Bundesliga.

Kerja sama ini diharapkan mencakup berbagai aspek penting. Mulai dari pengelolaan liga, pengembangan pemain muda, hingga peningkatan kualitas manajemen klub.

Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia U-17 di Piala AFF U-17 2026! Wonderkid Persebaya Jadi Pemain Kunci

Jika terealisasi, kolaborasi ini bisa menjadi titik balik sepak bola Indonesia. Transfer ilmu dan pengalaman dari liga-liga mapan akan mempercepat proses transformasi kompetisi domestik.

Tidak hanya itu, I.League juga memperkuat kerja sama dengan FIFA. Fokus utamanya adalah pengelolaan suporter dan peningkatan standar keamanan pertandingan.

Isu keamanan memang menjadi perhatian utama dalam beberapa tahun terakhir. Dengan dukungan FIFA, sistem pengamanan diharapkan bisa lebih modern dan terstandarisasi.

Selain pembenahan liga utama, PSSI dan I.League juga menyiapkan kompetisi tambahan. Kejuaraan ini akan berjalan paralel dengan liga sebagai upaya memperbanyak jam terbang pemain.

Langkah ini juga membuka peluang bagi klub untuk mengembangkan skuad lebih luas. Pemain muda akan mendapat panggung lebih banyak untuk menunjukkan kemampuan.

Secara keseluruhan, arah kebijakan ini menunjukkan keseriusan dalam membangun ekosistem sepak bola nasional. Tidak hanya fokus pada hasil jangka pendek, tetapi juga fondasi jangka panjang.

Baca Juga: Viktor Axelsen Pensiun, Simak Sepak Terjang dan Segudang Prestasi 'Sang Alien' di Dunia Bulu Tangkis

Dengan perencanaan matang, sinkronisasi kalender, serta kerja sama internasional, wajah kompetisi Indonesia berpotensi berubah. Targetnya jelas, menjadikan liga nasional lebih kompetitif dan berkelas.

Kini, publik tinggal menunggu realisasi dari berbagai rencana besar tersebut. Jika berjalan sesuai target, bukan tidak mungkin Liga Indonesia akan naik kelas dan mulai diperhitungkan di level Asia.

EDITOR: Banu Adikara