JawaPos.com - Performa pemain asing di BRI Super League musim 2025/2026 kembali menjadi sorotan. Meski pemain asal Brasil masih mendominasi, sejumlah legiun dari Argentina mampu mencuri perhatian berkat kontribusi besar untuk tim masing-masing.
Kehadiran mereka bukan sekadar pelengkap kuota pemain asing. Justru, beberapa di antaranya menjelma sebagai sosok kunci yang menentukan arah permainan tim, baik dari lini belakang hingga lini serang.
Salah satu nama yang paling menonjol adalah Mariano Peralta. Winger Borneo FC tersebut tampil konsisten sepanjang musim dan menjadi mesin produktivitas tim.
Baca Juga: Banyak Buang Peluang! Evaluasi Timnas Indonesia U-17 Jelang Laga Lawan Timnas Malaysia U-17
Hingga pekan ke-27, Peralta telah mengoleksi 15 gol dan 11 assist. Catatan ini menjadikannya sebagai pemain dengan kontribusi gol terbanyak sejauh ini.
Performa impresif Peralta turut membawa Borneo FC bersaing di papan atas klasemen. Tim berjuluk Pesut Etam itu kini berada di posisi kedua dan terus menekan pemuncak klasemen.
Kecepatan, kreativitas, serta ketajamannya di depan gawang menjadi senjata utama yang sulit dihentikan lawan.
Baca Juga: Dua Talenta Papua Bersinar di Timnas U-17: Peres Tjoe dan Chico Yarangga Tampil Menjanjikan
Tak hanya di lini serang, kontribusi pemain Argentina juga terasa kuat di sektor pertahanan. Patricio Matricardi menjadi salah satu contoh nyata. Bek Persib Bandung tersebut langsung beradaptasi dengan cepat sejak didatangkan awal musim.
Matricardi tampil solid dan hampir selalu menjadi pilihan utama di lini belakang. Dari total pertandingan yang sudah dijalani timnya, ia hanya absen dua kali.
Selain tangguh dalam bertahan, ia juga mampu membantu serangan dengan torehan satu gol dan tiga assist.
Pengalaman bermain di kompetisi Eropa menjadi nilai tambah bagi Matricardi. Ketangguhannya dalam duel dan membaca permainan membuat lini belakang Persib lebih stabil.
Hal ini menjadi salah satu faktor penting di balik konsistensi tim dalam menjaga posisi di papan atas.
Nama lain yang juga patut diperhitungkan adalah Francos Ramos Mingo. Bek milik PSIM Yogyakarta ini menunjukkan performa yang cukup solid sepanjang musim. Ia telah tampil dalam 24 pertandingan dengan kontribusi empat gol dan satu assist.
Baca Juga: Jadwal Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia AFF 2026: Laga Panas Penentu Tiket Semifinal!
Tak hanya piawai dalam bertahan, Ramos Mingo juga memiliki keunggulan dalam situasi bola mati.
Posturnya yang ideal membuatnya kerap menjadi ancaman di kotak penalti lawan. Kehadirannya memberikan keseimbangan bagi lini belakang sekaligus tambahan opsi dalam menyerang.
Sementara itu, Alexis Messidoro menjadi pemain Argentina yang paling lama berkarier di Liga Indonesia saat ini. Gelandang Dewa United tersebut sudah empat musim bermain di Liga Indonesia.
Baca Juga: Bek Kanan Jadi Titik Lemah, Ini Evaluasi Terbuka Pieter Huistra untuk PSS Sleman
Pada musim ini, kontribusi Messidoro memang tidak secerah musim-musim sebelumnya. Ia baru mencatatkan tujuh gol dan tiga assist dari 24 penampilan. Meski demikian, perannya di lini tengah tetap penting dalam mengatur ritme permainan tim.
Sebagai mantan pemain Boca Juniors, Messidoro memiliki kualitas teknik yang tidak diragukan.
Pengalaman dan visi bermainnya menjadi nilai penting, terutama dalam situasi-situasi krusial di pertandingan.
Kehadiran para pemain Argentina ini menunjukkan bahwa kualitas mereka mampu bersaing di tengah dominasi pemain dari negara lain. Mereka tidak hanya menghadirkan warna berbeda, tetapi juga meningkatkan kualitas kompetisi secara keseluruhan.
Dengan performa yang terus konsisten, bukan tidak mungkin para pemain ini akan menjadi incaran klub-klub lain pada musim berikutnya.
Selain itu, kontribusi mereka juga bisa menjadi inspirasi bagi klub untuk lebih selektif dalam merekrut pemain asing.
Baca Juga: Kekalahan dari Barito Putera Jadi Alarm Bahaya Posisi PSS Sleman di Puncak Klasemen
BRI Super League musim ini pun semakin menarik untuk diikuti, terutama dengan persaingan ketat di papan atas klasemen.
Peran pemain asing, termasuk dari Argentina, menjadi salah satu faktor yang membuat kompetisi berjalan kompetitif hingga akhir musim.