← Beranda
Dibantai Persija Jakarta, Rachmat Irianto Blak-blakan! Persebaya Surabaya Harus Berani Bongkar Total di Era Bernardo Tavares
Moch. Rizky Pratama PutraMinggu, 12 April 2026 | 17.10 WIB
Perjuangan Rachmat Irianto bersama Persebaya Surabaya saat kalah telak dari Persija Jakarta di Stadion GBK. (Persebaya)

JawaPos.com — Kekalahan telak yang dialami Persebaya Surabaya di kandang Persija Jakarta menjadi tamparan keras yang sulit diabaikan. Dalam laga pekan ke-27 Super League 2025/2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Green Force tumbang dengan skor mencolok 3-0.

Sejak peluit awal dibunyikan, Persebaya Surabaya tampak kesulitan keluar dari tekanan. Permainan yang seharusnya mengalir justru terhambat oleh rapatnya pressing yang diterapkan tuan rumah.

Lini belakang Green Force terlihat goyah dan kerap melakukan kesalahan sendiri. Situasi ini membuat Persija Jakarta dengan mudah menciptakan peluang demi peluang berbahaya.

Baca Juga: 0 Shot On Target! Mandul di GBK, Lini Depan Persebaya Surabaya Kehilangan Arah Lawan Persija Jakarta!

Rachmat Irianto tak menutup mata terhadap performa timnya yang jauh dari kata ideal. Pemain yang akrab disapa Rian itu secara jujur mengakui banyaknya kekurangan dalam permainan tim.

“Kita bermain tidak bagus hari ini, dan banyak evaluasi karena banyak melakukan kesalahan di area sendiri dan di depan,” ujarnya seusai pertandingan. Pernyataan tersebut menggambarkan betapa Persebaya Surabaya belum menemukan ritme terbaiknya.

Secara statistik, Green Force sebenarnya tidak sepenuhnya tanpa perlawanan. Mereka mampu mencatatkan 10 percobaan sepanjang pertandingan, namun efektivitas menjadi masalah utama.

Baca Juga: Tret Tet Tet Bonek Ampel ke GBK! Dukung Persebaya Surabaya Meski Akhirnya Dibantai Persija Jakarta

Tak satu pun dari percobaan tersebut yang mengarah tepat ke gawang. Ini menjadi indikator nyata lini depan Persebaya Surabaya masih tumpul dan kurang tajam dalam penyelesaian akhir.

Peluang terbaik baru hadir di penghujung babak kedua. Risto Mitrevski dan Bruno Paraiba hampir saja memperkecil ketertinggalan, tetapi keberuntungan belum berpihak.

Dua peluang emas itu hanya membentur mistar gawang dan gagal berbuah gol. Momen tersebut seolah menegaskan hari itu bukan milik Persebaya Surabaya.

Di sisi lain, Persija Jakarta tampil jauh lebih efektif dan klinis. Dari total 12 tembakan yang dilepaskan, enam di antaranya tepat sasaran dan mampu mengancam serius pertahanan Green Force.

Dominasi juga terlihat dari penguasaan bola yang mencapai 67 persen. Statistik tersebut menunjukkan bagaimana Persebaya Surabaya lebih banyak berada dalam tekanan sepanjang laga.

Kondisi ini tentu menjadi pekerjaan rumah besar bagi pelatih Bernardo Tavares. Evaluasi menyeluruh menjadi kebutuhan mendesak jika ingin mengangkat performa tim di sisa musim.

Kekalahan ini bukan sekadar soal tiga poin yang hilang. Lebih dari itu, ini adalah alarm keras terkait mental, konsistensi, dan kualitas permainan tim secara keseluruhan.

Baca Juga: Tak Mau Terjebak Nostalgia! Eliano Reijnders Siap Buktikan Diri Saat Reuni Panas Persib Bandung vs Bali United

Rachmat Irianto menegaskan tim harus segera bangkit dan menunjukkan respons positif. Bermain di kandang sendiri pada laga berikutnya menjadi momentum penting untuk menebus kegagalan.

“Ini bukan hasil yang kami inginkan. Kami harus segera bangkit, memperbaiki kesalahan, dan menunjukkan reaksi yang tepat di laga berikutnya di kandang,” tandasnya. Tekad tersebut menjadi sinyal perubahan harus segera dilakukan.

Persebaya Surabaya dijadwalkan menjamu Madura United pada Jumat (17/4) di Stadion Gelora Bung Tomo. Laga ini akan menjadi ujian karakter bagi Green Force untuk membuktikan mereka mampu bangkit dari keterpurukan.

Baca Juga: Gol Mo Salah dan Rio Ngumoha Bawa Liverpool Raih Kemenangan Atas Fulham

Dukungan Bonek tentu akan kembali mengalir deras di kandang sendiri. Atmosfer Gelora Bung Tomo diharapkan mampu menjadi energi tambahan bagi para pemain.

Namun, dukungan saja tidak cukup jika tidak diimbangi dengan pembenahan di atas lapangan. Disiplin, fokus, dan efektivitas harus menjadi prioritas utama dalam sesi latihan ke depan.

Bernardo Tavares juga dituntut menemukan solusi cepat untuk mengatasi masalah lini depan yang mandul. Tanpa peningkatan di sektor ini, Persebaya Surabaya akan terus kesulitan bersaing di papan atas.

Kekalahan dari Persija Jakarta bisa menjadi titik balik jika dimanfaatkan dengan benar. Evaluasi besar-besaran seperti yang disampaikan Rachmat Irianto harus benar-benar diwujudkan dalam aksi nyata.

Kini, semua mata tertuju pada bagaimana respons Green Force di laga berikutnya. Apakah mampu bangkit atau kembali terpuruk, jawabannya akan segera terlihat di Stadion Gelora Bung Tomo.

EDITOR: Banu Adikara