← Beranda
Persijap vs Bhayangkara: Paul Munster Wanti-Wanti Bahaya Serangan Balik Laskar Kalinyamat
Andre Rizal HanafiMinggu, 12 April 2026 | 00.35 WIB
Pelatih Bhayangkara Presisi Lampung FC Paul Munster saat sesi latihan. (Bhayangkara FC)

 

JawaPos.com–Duel menarik akan tersaji di Stadion Gelora Bumi Kartini pada Sabtu (11/4). Persijap Jepara menjamu Bhayangkara FC dalam lanjutan pekan ke-27 BRI Super League 2025/2026.

Laga Persijap Jepara kontra Bhayangkara FC diprediksi berlangsung sengit. Kedua tim sama-sama membawa kepentingan besar pada lanjutan super league.

Meski berada dalam tekanan zona degradasi, Persijap tetap menyimpan potensi kejutan. Tim berjuluk Laskar Kalinyamat itu dikenal agresif saat melakukan transisi menyerang, terutama ketika lawan kehilangan penguasaan bola.

Baca Juga: Jelang Lawan Persija, Francisco Rivera Optimistis Persebaya Bisa Curi Poin di Jakarta

Pelatih Bhayangkara Paul Munster mengaku, sudah mempelajari pola permainan lawan secara detail. Dia menilai kunci untuk meredam ancaman Persijap terletak pada disiplin menjaga struktur tim, khususnya di lini belakang.

Menurut Munster, timnya harus mampu mengontrol posisi saat menyerang agar tidak mudah terekspos serangan balik cepat. Dia menekankan pentingnya konsep rest-defense, yakni kesiapan bertahan meski sedang menguasai bola.

”Kami sangat memantau itu. Mereka berbahaya saat lawan kehilangan bola. Fokus latihan kami adalah menjaga keseimbangan saat menyerang,” ujar Paul Munster dikutip dari ileague.id.

Baca Juga: Persija vs Persebaya: Misi Bangkit Macan Kemayoran di Hadapan Jakmania

Instruksi tegas juga diberikan saat tim kehilangan bola di area lawan. Munster meminta anak asuhnya segera melakukan tekanan balik atau cepat kembali ke posisi bertahan.

”Kalau kehilangan bola, kami harus langsung counter-press atau turun membentuk pertahanan. Tidak boleh ada ruang bagi mereka untuk berlari,” tegas Paul Munster.

Selain aspek taktik, Munster turut memberi perhatian pada sisi mental pemain. Dia menilai konsentrasi sering menjadi penentu, terutama di momen krusial seperti awal dan akhir babak.

Menurut dia, banyak tim lengah saat unggul atau setelah jeda, yang justru bisa dimanfaatkan lawan untuk membalikkan keadaan.

”Lima menit awal dan lima menit akhir di setiap babak adalah zona merah. Kami harus tetap fokus di situasi itu,” tambah Paul Munster.

Dari sisi kondisi tim, Munster membawa kabar cukup positif. Mayoritas pemain dalam keadaan siap tampil, meski ada beberapa yang masih dipantau akibat kelelahan otot.

Baca Juga: Bruno Moreira Absen! Ini 5 Pemain Kunci Persebaya Surabaya Siap Tempur Kalahkan Persija Jakarta di GBK

Namun secara keseluruhan, dia optimistis skuad terbaiknya bisa diturunkan untuk menghadapi tekanan dari tuan rumah. Dengan persiapan matang dan kewaspadaan tinggi, Bhayangkara berharap mampu mengatasi ancaman Persijap.

Meski demikian, laga ini tetap terbuka, mengingat motivasi tinggi tuan rumah untuk keluar dari zona berbahaya.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah