JawaPos.com — Kabar tak sedap menghampiri Persebaya Surabaya jelang laga panas kontra Persija Jakarta. Sosok kapten Bruno Moreira tiba-tiba jadi sorotan setelah dikabarkan mengalami cedera saat sesi latihan.
Beberapa Bonek langsung bereaksi cepat begitu mendengar kabar tersebut. Apalagi, Bruno Moreira diketahui absen saat Green Force menghadapi Persita Tangerang pada Sabtu (4/4/2026).
Kabar cedera itu diperkuat pernyataan dari pelatih Bernardo Tavares. Dalam sesi latihan, ia mengonfirmasi kondisi Bruno yang belum memungkinkan tampil, dan masih menunggu pemeriksaan lanjutan dari tim dokter.
“Dikonfirmasi langsung oleh Coach Bernardo Tavares saat sesi latihan Persebaya kemarin, Bruno Moreira mengalami cedera yang membuat ia absen pada pertandingan melawan Persita. Untuk laga melawan Persija, kondisi para pemain yang cedera masih menunggu konfirmasi dari tim dokter,” tulis akun fanbase @onlinepersebaya.
Situasi ini langsung memicu kekhawatiran mendalam di kalangan Bonek. Mereka merasa mengalami dejavu dengan kejadian yang sebelumnya menimpa Dejan Tumbas.
Kala itu, Dejan Tumbas juga dikabarkan cedera sebelum akhirnya benar-benar hengkang dari Persebaya Surabaya. Pola serupa kini membuat Bonek mulai berspekulasi liar tentang masa depan Bruno Moreira.
Baca Juga: Kontrak Habis 30 April 2026! Spekulasi Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya Makin Panas
“Tanda tanda keluar dari Persebaya,” ujar salah satu Bonek. Komentar lain menambahkan, “Dejan tumbas kemarin sebelum out dikatakan cedera..”.
Keresahan semakin meluas di media sosial. Banyak Bonek yang mulai mengaitkan cedera sebagai “kode halus” sebelum pemain benar-benar meninggalkan klub.
“A paruh musim wingi yo podo lo, wes gak heran Dejan tumbas katanya cedera eh ke Oslo,” tulis komentar lainnya. Nada pesimistis juga muncul dengan anggapan ini bisa menjadi musim terakhir Bruno.
Tak sedikit pula yang menyuarakan kekecewaan. “Kayaknya out ..cedera lagi2 jadi alasan klise setiap musim miris tragis entah siapa dibalik ini semua,” tulis salah satu Bonek.
Rumor kepergian Bruno Moreira memang bukan tanpa dasar. Kontrak pemain asal Brasil itu diketahui akan berakhir pada 30 April 2026.
Dengan waktu yang semakin mepet, peluang sang kapten untuk hengkang terbuka cukup lebar. Apalagi, belum ada tanda-tanda perpanjangan kontrak yang diumumkan secara resmi.
Spekulasi semakin panas setelah muncul unggahan akun @serdadumerahputih_. Dalam InstaStory, disebutkan ada beberapa pemain berstatus kapten tim yang akan hengkang musim depan.
“Beberapa tim sudah mulai berbenah buat musim depan. Kasih bocor tipis-tipis, beberapa pemain berstatus kapten tim akan out,” tulis akun tersebut.
Nama Bruno Moreira pun langsung masuk dalam radar rumor tersebut. Statusnya sebagai kapten Persebaya Surabaya membuat isu ini semakin sulit dihindari.
Padahal, kontribusi Bruno untuk Green Force tidak bisa dipandang sebelah mata. Musim ini saja, ia telah mencatatkan 23 pertandingan dengan torehan 9 gol dan 4 assist.
Tak hanya tajam, Bruno juga dikenal sebagai pemain serba bisa. Ia mampu bermain di berbagai posisi, mulai dari sayap kiri, gelandang serang, hingga penyerang tengah.
Secara keseluruhan, statistiknya bersama Persebaya Surabaya juga impresif. Dari 114 pertandingan, ia mencetak 36 gol dan 14 assist dengan total lebih dari 10 ribu menit bermain.
Pemain kelahiran Cajamar, Brasil, itu juga memiliki nilai pasar yang cukup tinggi. Saat ini, banderolnya mencapai sekitar Rp 6,95 miliar.
Dengan tinggi 1,78 meter dan kaki dominan kanan, Bruno menjadi salah satu pilar penting dalam skema permainan tim. Kehadirannya kerap menjadi pembeda di lini serang Green Force.
Namun, situasi kontrak yang akan segera habis membuat masa depannya menjadi tanda tanya besar. Jika tak segera diperpanjang, Bruno bisa pergi secara bebas di akhir April.
Di tengah ketidakpastian ini, harapan Bonek hanya satu. Mereka ingin melihat sang kapten tetap bertahan dan membawa Persebaya Surabaya berprestasi lebih tinggi.
Laga melawan Persija Jakarta pun kini bukan sekadar pertandingan biasa. Ini bisa menjadi momen penting untuk melihat apakah Bruno masih akan menjadi bagian dari perjuangan tim.
Jika benar cedera, publik berharap kondisinya segera pulih. Namun jika rumor perpisahan itu nyata, maka ini bisa menjadi awal dari akhir kebersamaan Bruno dengan Green Force.
Bagi Bonek, kehilangan Bruno bukan sekadar kehilangan pemain. Ini tentang kehilangan sosok pemimpin yang telah memberi warna dalam perjalanan Persebaya Surabaya beberapa musim terakhir.