JawaPos.com–Liga 4 Banten 2026 diikuti oleh 16 tim. Salah satu tim yang mencuri perhatian adalah BBP FC Putra Wonogiri.
Di balik kemunculannya, klub ini membawa cerita unik tentang perjalanan dari sepak bola antar kampung (tarkam) menuju kompetisi resmi. Presiden klub BBP FC Putra Wonogiri Bayu Endaryanto mengungkapkan bahwa timnya berangkat dari pengalaman pribadinya dalam dunia tarkam di kampung halaman.
”Saya asli Wonogiri. Awalnya sering ikut tarkam di Jawa. Pada 2023 saya coba ke Banten. Di tarkam sudah dapat beberapa piala. Hampir semua lapangan saya juara,” ujar Bayu Endaryanto.
Baca Juga: Temui Gubernur DKI, PB ORADO Perkuat Dukungan Turnamen Domino
Perjalanan itu tidak berhenti di level tarkam. Bayu mulai menapaki dunia sepak bola kompetisi dengan menjadi manajer klub Nathan Lebak pada Liga 4 Banten musim lalu. Dari sana, dia belajar banyak tentang pengelolaan tim di liga resmi.
Langkah besar kemudian diambil pada musim ini dengan mengakuisisi Sam’s Soccer. Meski belum bisa langsung menggunakan nama BBP FC Putra Wonogiri karena terkendala administratif, Bayu memastikan timnya sudah mendaftar dan tinggal menunggu momentum kongres berikutnya untuk menggunakan identitas resmi.
”Ini jadi wadah pemain yang belum punya panggung. Biar mereka bisa berkembang di BBP. Kami sudah daftar, tapi belum bisa pakai nama sendiri karena kongres kami telat,” jelas Bayu Endaryanto.
Meski berbasis di Banten, nama Putra Wonogiri tetap dipertahankan. Bayu menegaskan bahwa hal itu merupakan bentuk identitas sekaligus kebanggaan terhadap daerah asalnya.
Dari sisi visi, BBP FC tak ingin sekadar numpang lewat di Liga 4. Bayu menegaskan ambisinya untuk membawa klub ini menembus level nasional hingga Liga 3 dan Liga 2.
Meski memiliki akar kuat di tarkam, Bayu mulai mengubah orientasi tim. Tarkam kini lebih dianggap sebagai hiburan, sementara fokus utama adalah membangun sistem pembinaan pemain.
”Kami sekarang sudah mengerti liga. Ke depan ingin berbenah, mendidik pemain muda agar bisa berkembang ke jenjang berikutnya,” ujar Bayu Endaryanto.
Dalam membangun tim, Bayu menunjuk Asri Akbar sebagai pelatih kepala. Keduanya sudah lama saling mengenal di dunia tarkam dan memiliki kecocokan dalam membangun tim dari nol.
”Saya kenal lama. Di lapangan saya cocok sama dia,” ucap Bayu Endaryanto.
Baca Juga: Persija Jakarta Krisis Kemenangan, Bambang Pamungkas Bicara Hitungan Poin di Sisa Musim Super League
Tak hanya fokus pada tim senior, BBP FC juga mulai menyusun rencana pembentukan akademi sebagai fondasi jangka panjang. Saat ini, konsep akademi tersebut masih dalam tahap perancangan.
Di sisi lain, Bayu juga realistis dalam melihat bisnis sepak bola. Dia menyebut bahwa mengelola klub lebih didasari oleh hobi dibandingkan orientasi keuntungan.
”Di sepak bola kayaknya tidak ada yang untung. Ini memang hobi saya,” kata Bayu Endaryanto.
Baca Juga: Polemik PSSI Jawa Timur! Askot Surabaya Persoalkan Plt Ketua Asprov Angkat Kepengurusan Baru
Dukungan terhadap klub sejauh ini datang dari lingkungan terdekat. Sponsor yang tertera di jersey mayoritas berasal dari relasi dan tidak dipatok secara komersial.
Kemudian, untuk urusan suporter, Bayu optimistis bisa membangun basis pendukung, terutama dari komunitas perantau Wonogiri di wilayah Banten. ”Saya sudah ada suporter dari Cisauk. Nanti akan libatkan perantau Wonogiri. Kalau libur, saya yakin banyak yang datang,” ujar Bayu Endaryanto.
Dalam tiga hingga lima tahun ke depan, Bayu berharap BBP FC Putra Wonogiri bisa dikenal sebagai klub profesional. Dia juga memiliki mimpi besar untuk membawa tim ini terus berprestasi dan menembus level kompetisi yang lebih tinggi.
”Tujuan saya ingin seperti Dejan FC. Bisa berkembang dan naik level,” ucap Bayu Endaryanto.