JawaPos.com — Kemenangan tipis Persebaya Surabaya atas Persita Tangerang ternyata belum sepenuhnya memuaskan pelatih Bernardo Tavares. Di balik skor 1-0 di Stadion Gelora Bung Tomo, ada catatan penting yang langsung disorot tajam oleh pelatih asal Portugal tersebut.
Persebaya Surabaya memang berhasil mengamankan tiga poin pada pekan ke-26 Super League 2025/2026, Sabtu malam (4/4/2026). Namun, performa tim masih menyisakan celah yang bisa berakibat fatal jika tidak segera dibenahi.
Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, mengakui adanya peningkatan performa dibanding laga sebelumnya. Ia melihat sikap dan kerja keras pemain mulai menunjukkan progres positif di lapangan.
"Satu hal yang saya senangi adalah sikap pemain saat menguasai bola maupun tanpa bola. Tentu saja, ada beberapa hal yang perlu kami perbaiki," kata Tavares saat konferensi pers usai pertandingan.
Green Force tampil cukup dominan sepanjang laga dengan menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Meski demikian, dominasi tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan jumlah gol yang dihasilkan.
Dari sisi statistik, Persebaya Surabaya mencatatkan delapan tembakan dengan empat di antaranya tepat sasaran. Angka ini sama dengan milik Persita Tangerang, namun efektivitas Green Force jauh lebih baik.
Nilai Expected Goals (xG) Persebaya Surabaya mencapai 2,8, unggul signifikan dibandingkan Persita Tangerang yang hanya 1,9.
Akurasi tembakan juga menjadi pembeda dengan 50 persen milik tuan rumah berbanding 25 persen dari tim tamu.
Meski unggul dalam kualitas peluang, Persebaya Surabaya justru kalah dalam penguasaan bola. Persita Tangerang mendominasi dengan 55 persen, sementara Green Force hanya mencatatkan 45 persen.
Situasi ini menunjukkan strategi Tavares yang lebih fokus pada efektivitas serangan. Ia memilih menurunkan garis pertahanan saat unggul untuk membuka peluang serangan balik cepat.
Menurut Tavares, pendekatan tersebut merupakan bagian dari upaya mengendalikan ritme permainan. Selain itu, strategi ini juga bertujuan mengamankan keunggulan sekaligus mencari gol tambahan.
Namun, satu momen krusial di akhir pertandingan menjadi perhatian serius. Green Force hampir kebobolan akibat kehilangan bola yang dinilai tidak perlu.
“Di momen terakhir kami kehilangan bola dengan cara yang konyol, itu harus kami ubah,” ucap Tavares. Pernyataan ini menegaskan detail kecil masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi tim.
Kesalahan tersebut bisa saja berujung petaka jika lawan mampu memanfaatkannya dengan baik. Beruntung, lini pertahanan Persebaya Surabaya masih mampu mengamankan keunggulan hingga peluit akhir.
Di sisi lain, efektivitas penyelesaian akhir juga menjadi sorotan. Meski menciptakan banyak peluang, Green Force hanya mampu mencetak satu gol sepanjang pertandingan.
Hal ini menunjukkan perlunya peningkatan kualitas finishing di lini depan. Jika tidak segera diperbaiki, dominasi permainan bisa menjadi sia-sia di laga-laga berikutnya.
Tavares juga menyoroti kondisi tim yang belum sepenuhnya ideal. Beberapa pemain bahkan harus tampil di luar posisi aslinya demi menjaga keseimbangan tim.
Situasi tersebut menuntut fleksibilitas tinggi dari para pemain. Tavares pun memberikan apresiasi atas pengorbanan yang telah ditunjukkan di lapangan.
Dari sisi pertahanan, Persebaya Surabaya dinilai cukup solid. Mereka mampu meredam agresivitas Persita Tangerang yang sebelumnya dikenal produktif.
Meski kalah dalam jumlah intersep dan sapuan, efektivitas pertahanan Green Force tetap terjaga. Persita Tangerang mencatatkan 33 intersep dan 23 sapuan, jauh di atas Persebaya Surabaya.
Namun, statistik tersebut juga menunjukkan tekanan besar yang dihadapi tim tamu sepanjang pertandingan. Artinya, serangan Persebaya Surabaya cukup merepotkan lini belakang Persita Tangerang.
Pertandingan ini juga berlangsung cukup keras. Persita Tangerang mencatatkan 12 pelanggaran dan mengoleksi empat kartu kuning.
Sebaliknya, Persebaya Surabaya tampil lebih disiplin dengan hanya delapan pelanggaran dan satu kartu kuning. Hal ini menjadi nilai plus dalam menjaga stabilitas permainan.
Kemenangan ini terasa semakin penting karena diraih dalam kondisi mental tim yang sempat tertekan. Sebelumnya, Green Force harus menerima hasil buruk yang memicu kritik dari berbagai pihak.
Tavares menyadari tekanan tersebut, namun ia melihat respons positif dari para pemain. Mereka mampu bangkit dan menunjukkan karakter kuat di hadapan pendukung sendiri.
Dukungan suporter juga menjadi faktor penting dalam kemenangan ini. Ribuan Bonek dan Bonita tetap hadir memberikan semangat tanpa henti sepanjang laga.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Bonek Bonita yang selalu bersama tim, baik di saat meraih hasil positif maupun buruk,” ujar Tavares.
Atmosfer Stadion Gelora Bung Tomo kembali menjadi energi tambahan bagi Persebaya Surabaya. Dukungan tersebut terbukti mampu meningkatkan motivasi pemain di lapangan.
Ke depan, evaluasi yang disampaikan Tavares menjadi sinyal penting bagi tim. Green Force dituntut tampil lebih rapi, terutama dalam menjaga konsentrasi di momen-momen krusial.
Jika mampu meminimalisir kesalahan sederhana dan meningkatkan efektivitas serangan, Persebaya Surabaya berpeluang tampil lebih konsisten. Target merangkak naik di papan klasemen pun bukan hal mustahil.
Kemenangan atas Persita Tangerang menjadi langkah awal yang positif. Namun, pekerjaan rumah masih menanti untuk menjadikan Green Force sebagai tim yang benar-benar solid dan berbahaya.