← Beranda
Pasti Kalah Kalo Kebobolan Duluan! Alarm Bahaya Bernardo Tavares Jelang Persebaya Surabaya vs Persita Tangerang
Moch. Rizky Pratama PutraKamis, 2 April 2026 | 22.12 WIB
Bernardo Tavares memimpin latihan intens Persebaya Surabaya jelang laga krusial melawan Persita Tangerang. (Persebaya)

JawaPos.com — Persebaya Surabaya terus mematangkan persiapan jelang menjamu Persita Tangerang dalam lanjutan Super League 2025/2026. Intensitas latihan ditingkatkan drastis, seolah jadi alarm keras bagi skuad Green Force yang tengah dibayangi tren negatif.

Pelatih Bernardo Tavares sengaja menggenjot tempo latihan agar para pemain terbiasa dengan ritme pertandingan sesungguhnya. Langkah ini bukan tanpa alasan, karena timnya punya masalah krusial yang belum terselesaikan.

Dalam lima laga terakhir, Persebaya Surabaya menunjukkan pola yang cukup mengkhawatirkan. Mereka selalu gagal menang setiap kali kebobolan lebih dulu dari lawan.

Baca Juga: Statistik Buktikan Pertahanan Persebaya Surabaya Bobrok! Bernardo Tavares Segera Terapkan Prinsip Garis Perlindungan

Data pertandingan membuktikan kondisi tersebut bukan sekadar kebetulan. Saat menghadapi Borneo Samarinda pada 7 Maret 2026, Persebaya Surabaya harus tumbang telak 5-1 setelah lebih dulu kebobolan.

Hal serupa terjadi ketika bertandang ke markas Persijap Jepara pada 21 Februari 2026. Green Force kembali menyerah 3-1 setelah lawan membuka keunggulan lebih dulu.

Situasi makin terasa pelik saat melawan Bhayangkara Presisi FC pada 14 Februari 2026. Dua gol awal dari lawan membuat Persebaya Surabaya akhirnya kalah 1-2 tanpa mampu membalikkan keadaan.

Baca Juga: Psywar Carlos Pena di GBT! Persita Tangerang Siap Jegal Persebaya Surabaya Demi Ukir Sejarah Baru

Sebaliknya, hasil positif justru diraih ketika Persebaya Surabaya mampu mencetak gol lebih dulu. Saat menjamu PSM Makassar pada 25 Februari 2026, mereka sukses menang tipis 1-0 lewat gol cepat.

Tren serupa juga terlihat saat menghadapi Persib Bandung pada 2 Maret 2026. Green Force sempat unggul lebih dulu sebelum akhirnya harus puas bermain imbang 2-2.

Fakta ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Bernardo Tavares. Mental bertanding dan respons setelah tertinggal jadi sorotan utama yang harus segera diperbaiki.

Dalam beberapa sesi latihan terakhir, para pemain dipaksa tampil lebih agresif. Mulai dari transisi bertahan ke menyerang, duel fisik, hingga penyelesaian akhir mendapat porsi latihan lebih intens.

“Dalam latihan kami tetap menuntut intensitas dan agresivitas seperti di pertandingan. Kami ingin pemain terbiasa dengan tempo permainan yang sebenarnya,” ujar Bernardo Tavares.

Pendekatan ini diharapkan bisa membentuk karakter tim yang lebih siap menghadapi tekanan. Terutama saat harus bermain dalam situasi tertinggal yang selama ini menjadi titik lemah.

Selain aspek teknis, konsistensi permainan juga menjadi perhatian serius. Persebaya Surabaya dituntut tampil stabil sepanjang pertandingan, bukan hanya di awal atau akhir laga saja.

Hal ini penting mengingat laga kandang terakhir melawan Persib Bandung berakhir kurang maksimal. Bermain di hadapan pendukung sendiri, Green Force hanya mampu meraih hasil imbang 2-2.

Baca Juga: Rumor Panas! Victor Luiz dan Yuran Fernandes Bertahan di PSM Makassar hingga 2028, Mimpi Persebaya Surabaya Buyar?

Di sisi lain, intensitas latihan tinggi juga menyimpan risiko tersendiri. Bernardo Tavares tidak ingin program yang dijalankan justru berujung pada badai cedera baru.

“Kami juga berharap tidak ada pemain yang kembali mengalami cedera. Kami membutuhkan sebanyak mungkin pemain dalam kondisi siap agar memiliki lebih banyak pilihan untuk pertandingan berikutnya,” tegasnya.

Ketersediaan pemain memang menjadi faktor penting dalam menghadapi padatnya kompetisi. Rotasi dan kedalaman skuad bisa menjadi pembeda saat tim berada dalam tekanan.

Baca Juga: Arne Slot Ungkap Salah Berpeluang Besar Tampil Lawan Manchester City

Laga melawan Persita Tangerang nanti diprediksi bakal jadi ujian mental sekaligus momentum kebangkitan. Persebaya Surabaya tak boleh lagi mengulangi kesalahan yang sama jika ingin mengamankan poin penuh.

Apalagi bermain di kandang sendiri, tuntutan untuk menang tentu semakin besar. Dukungan suporter harus dibalas dengan performa yang lebih solid dan penuh determinasi.

Kini, semua mata tertuju pada bagaimana respons Green Force saat menghadapi tekanan di lapangan. Apakah mereka mampu bangkit jika kembali kebobolan lebih dulu, atau justru kembali terjebak dalam pola lama.

Jawabannya akan terlihat dalam laga krusial mendatang. Yang jelas, Bernardo Tavares sudah memberi sinyal tegas: perubahan harus terjadi sekarang, atau Persebaya Surabaya akan terus dihantui masalah yang sama.

EDITOR: Banu Adikara