← Beranda
Psywar Carlos Pena di GBT! Persita Tangerang Siap Jegal Persebaya Surabaya Demi Ukir Sejarah Baru
Moch. Rizky Pratama PutraKamis, 2 April 2026 | 21.54 WIB
Pelatih Persita Carlos Pena. (Istimewa)

 

JawaPos.com — Persebaya Surabaya akan menghadapi tantangan serius saat menjamu Persita Tangerang dalam lanjutan pekan ke-26 Super League 2025/2026. Laga di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (4/4/2026), tak sekadar soal tiga poin, tetapi juga ambisi besar tim tamu mencetak sejarah baru.

Pendekar Cisadane datang dengan penuh percaya diri setelah menunjukkan performa konsisten sepanjang musim ini.

Mereka kini berada di papan atas klasemen dan masih menjaga asa untuk finis di posisi terbaik sepanjang sejarah klub.

Baca Juga: Persib Bandung Boncos! Rp 13 Miliar Hilang Seketika, Ujian Berat di Kandang Semen Padang

Jeda kompetisi hampir satu bulan akibat Hari Raya Idul Fitri dan kalender internasional menjadi tantangan tersendiri bagi semua tim.

Namun, Persita Tangerang justru memanfaatkan momen tersebut untuk mematangkan strategi jelang lawatan ke markas Green Force.

Pelatih Carlos Pena tak bisa menyembunyikan ambisinya menghadapi laga penting ini. Ia menegaskan timnya berada di jalur yang tepat untuk mengukir pencapaian bersejarah di akhir musim.

Baca Juga: Derbi Jatim Bawa Pesan Damai! Cara Panpel Arema FC Amankan Duel Sarat Emosi Lawan Persebaya Surabaya

“Kami dalam jalur yang tepat untuk bisa finis di posisi terbaik dalam sejarah Persita, dan itu akan menjadi motivasi besar kita,” ujar Pena.

Pernyataan itu menjadi sinyal kuat Persita Tangerang datang ke Surabaya bukan sekadar bermain aman.

Lebih jauh, pelatih asal Spanyol tersebut juga menilai timnya telah menunjukkan kualitas yang kompetitif sepanjang musim.

Ia percaya anak asuhnya mampu menghadapi siapa pun di liga, termasuk Persebaya Surabaya yang dikenal kuat saat bermain di kandang.

"Sampai saat ini, saya rasa kita sudah bermain sangat baik, kita mampu bersaing dan melawan tim mana pun di liga, meraih kemenangan luar biasa, mencetak banyak gol, dan konsisten. Tetapi kita ingin mengakhiri musim dengan lebih baik lagi," tambahnya.

Meski demikian, Carlos Pena juga melontarkan kritik terhadap panjangnya jeda kompetisi yang dinilai mengganggu ritme tim. Ia menyebut kondisi tersebut bukan situasi ideal dalam menjaga performa pemain tetap stabil.

Baca Juga: Hodak Sebut Laga Lawan Semen Padang Bakal Sulit untuk Persib Bandung

“Tentu saja, ini bukan cara terbaik untuk mempersiapkan sebuah tim. Ini adalah salah satu masalah di liga ini, kita menghabiskan 11 bulan hanya untuk memainkan 34 pertandingan, dengan banyak jeda selama musim,” ujarnya.

Namun, sebagai pelatih profesional, Pena tidak ingin larut dalam situasi yang tak bisa ia ubah. Fokus utamanya tetap memastikan para pemain dalam kondisi terbaik saat pertandingan kembali bergulir.

“Ini bukan kondisi terbaik untuk menjaga kontinuitas dan kebugaran pemain, tetapi saya tidak dapat mengubahnya. Satu-satunya fokus kami sebagai staf pelatih adalah menjaga pemain dalam kondisi terbaik dan membuat mereka tetap fokus untuk pertandingan berikutnya.”

Baca Juga: Cinta Datang Lebih Cepat! Jean Mota Sudah Terpikat Jakmania Sebelum Resmi Gabung Persija Jakarta

Untuk menjaga atmosfer kompetitif, Persita Tangerang menggelar laga uji coba selama masa jeda. Selain itu, variasi latihan juga diterapkan demi memastikan pemain tetap tajam secara fisik maupun mental.

“Kami menggunakan waktu ini untuk melakukan itu, kami menggunakan beberapa strategi selama sesi latihan untuk menjaga mereka dalam suasana kompetitif, kami juga menggelar pertandingan uji coba, jadi kami bekerja sebaik mungkin untuk siap menghadapi pertandingan melawan Persebaya,” paparnya.

Secara statistik, Persita Tangerang tampil cukup solid musim ini dengan 35 gol dari 25 pertandingan. Produktivitas tersebut ditopang efektivitas serangan yang mencapai rata-rata 1,4 gol per laga.

Tak hanya itu, lini pertahanan mereka juga tergolong stabil dengan hanya kebobolan 24 gol sejauh ini. Catatan tujuh clean sheet menjadi bukti keseimbangan tim menjadi kekuatan utama Pendekar Cisadane.

Dalam aspek permainan, Persita Tangerang mencatat rata-rata 10,7 tembakan per pertandingan dengan tingkat konversi gol mencapai 13 persen.

Angka tersebut menunjukkan efektivitas serangan yang bisa menjadi ancaman serius bagi lini belakang Persebaya Surabaya.

Di sisi lain, penguasaan bola sebesar 45,9 persen menunjukkan mereka bukan tim yang dominan, tetapi mampu bermain efisien.

Akurasi operan yang mencapai 80,9 persen juga menegaskan kualitas distribusi bola yang cukup baik.

Dari segi pertahanan, Persita Tangerang mencatat rata-rata 34,8 intersep dan 68,7 pemulihan bola per pertandingan. Hal ini menunjukkan agresivitas mereka dalam merebut kembali penguasaan bola dari lawan.

Baca Juga: Cinta Datang Lebih Cepat! Jean Mota Sudah Terpikat Jakmania Sebelum Resmi Gabung Persija Jakarta

Namun, masih ada catatan yang perlu diperbaiki, terutama terkait kesalahan yang berujung tembakan lawan yang mencapai 146 kali. Jika tidak dibenahi, celah ini bisa dimanfaatkan Persebaya Surabaya yang dikenal tajam di depan gawang.

Saat ini, Persita Tangerang menempati posisi kelima klasemen dengan raihan 41 poin. Mereka hanya terpaut empat poin dari Malut United FC di peringkat keempat, sehingga peluang menembus zona elite masih terbuka lebar.

Laga melawan Persebaya Surabaya menjadi momentum penting untuk menjaga asa tersebut. Kemenangan di Surabaya bisa menjadi langkah besar menuju pencapaian terbaik sepanjang sejarah klub.

Baca Juga: Persib Bandung Diuji di Kandang Lawan! Bojan Hodak Waspadai Semen Padang yang Siap Tampil 200 Persen

Di sisi lain, Persebaya Surabaya tentu tidak ingin kehilangan poin di kandang sendiri. Dukungan penuh Bonek dipastikan akan menjadi energi tambahan bagi Green Force untuk meredam ambisi tim tamu.

Pertemuan ini diprediksi berlangsung sengit dengan tensi tinggi sejak menit awal. Psywar Carlos Pena menambah bumbu panas yang membuat duel ini layak dinantikan.

Apakah Persita Tangerang mampu mencetak sejarah di kandang Persebaya Surabaya, atau justru Green Force yang mempertahankan dominasinya di GBT. Jawabannya akan tersaji dalam duel panas akhir pekan ini.

EDITOR: Banu Adikara