← Beranda
Digas Mauricio Souza! Persija Jakarta Panaskan Mesin, 9 Laga Final Jadi Taruhan di Super League 2025/2026
Moch. Rizky Pratama PutraSelasa, 24 Maret 2026 | 14.20 WIB
Ilustrasi skuad Persija Jakarta. (Persija)

 

JawaPos.com — Persija Training Ground di Bojongsari kembali hidup pada Senin sore (23/3/2026). Intensitas tinggi langsung terasa saat Persija Jakarta memulai persiapan serius menghadapi lanjutan Super League 2025/2026.

Derap langkah pemain, keringat yang mulai jatuh, serta teriakan penuh semangat menjadi sinyal kebangkitan tim ibu kota. Momen ini sekaligus menandai dimulainya fase krusial menuju sembilan laga penentuan musim.

Sebelumnya, pelatih Mauricio Souza memberi waktu libur selama tujuh hari kepada para pemain.

Baca Juga: Tuntaskan Pelayaran Panjang dari Italia, KRI Prabu Siliwangi-321 Tiba di Indonesia 

Keputusan itu diambil sebagai bentuk penghormatan terhadap momen Hari Raya Idul Fitri sekaligus memberi ruang pemulihan fisik dan mental.

Kini, fokus penuh kembali dituntut dari seluruh pemain tanpa pengecualian. Mauricio Souza ingin anak asuhnya datang dengan energi baru serta motivasi berlipat untuk menghadapi tekanan di sisa kompetisi.

Ujian pertama langsung menanti saat Persija Jakarta bertandang menghadapi Bhayangkara Presisi Indonesia FC pada 5 April 2026. Laga tersebut menjadi pintu awal untuk menjaga asa di papan atas klasemen.

Baca Juga: Arus Balik Lebaran, Jasa Marga Berlakukan One Way Lokal KM 459 hingga KM 420 GT Banyumanik

Namun, situasi belum sepenuhnya ideal bagi tim Macan Kemayoran. Beberapa pemain kunci masih harus menepi karena cedera yang belum pulih sepenuhnya.

Striker Alaaeddine Ajaraie masih dalam tahap pemulihan cedera hamstring. Kondisi ini membuat lini depan Persija Jakarta belum berada dalam komposisi terbaiknya.

Hal serupa juga dialami gelandang Hanif Sjahbandi yang masih menjalani pemulihan pascaoperasi lutut. Absennya dua pemain ini jelas menjadi tantangan tersendiri bagi Mauricio Souza dalam meracik strategi.

Selain pemain cedera, Persija Jakarta juga kehilangan beberapa nama karena panggilan tim nasional. Empat pemain harus bergabung dengan skuad Garuda untuk agenda internasional.

Mereka adalah Rizky Ridho Ramadhany, Jordi Amat, Dony Tri Pamungkas, dan Mauro Zijlstra. Keempatnya diproyeksikan tampil pada ajang FIFA Series 2026 di Stadion Gelora Bung Karno.

Timnas Indonesia dijadwalkan menghadapi Saint Kitts and Nevis national football team pada 27 Maret 2026. Jika meraih kemenangan, skuad Garuda akan melaju ke partai final pada 30 Maret 2026.

Baca Juga: Garansi Tanpa Boncos! Marc Klok Bocorkan ‘Rahasia Juara’ Persib Bandung, Tinggal Selangkah Ukir Sejarah

Mauricio Souza tetap melihat situasi ini sebagai hal positif bagi perkembangan pemainnya. Ia menilai panggilan tim nasional adalah bentuk penghargaan tertinggi bagi seorang pesepak bola.

“Harapannya mereka dalam kondisi yang bagus untuk memenuhi panggilan Timnas. Menurut saya, itu hadiah besar untuk pemain sepak bola. Harapannya mereka sukses untuk mendapatkan tempat di Timnas Indonesia,” ucap Mauricio.

Di tengah keterbatasan skuad, Mauricio Souza justru menitikberatkan peningkatan fisik pemain yang tersedia. Latihan intensif menjadi fokus utama agar tim tetap kompetitif saat kompetisi kembali bergulir.

Baca Juga: Genjot Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, Prabowo Andalkan MBG hingga Program Perumahan Rakyat

Kondisi fisik yang prima dianggap sebagai fondasi utama menghadapi jadwal padat. Apalagi, sembilan laga tersisa akan menentukan nasib Persija Jakarta di akhir musim.

9 Laga Final Persija Jakarta

Rangkaian pertandingan tersebut bukan sekadar laga biasa, melainkan final bagi tim ibu kota. Setiap poin menjadi sangat berharga dalam perburuan posisi terbaik di klasemen akhir.

Dimulai dari laga tandang melawan Bhayangkara FC, Persija Jakarta akan menghadapi berbagai tantangan berat. Termasuk duel panas melawan Persebaya Surabaya hingga big match kontra Persib Bandung.

Selain itu, laga tandang ke markas PSBS Biak dan PSIM Yogyakarta juga berpotensi menjadi batu sandungan. Konsistensi akan menjadi kunci utama jika ingin tetap bersaing.

Persija Jakarta juga harus menjaga performa saat menjamu PERSIS Solo dan Semen Padang FC. Dukungan suporter di kandang harus dimaksimalkan untuk meraih poin penuh.

Tidak kalah penting, laga tandang ke markas Persijap Jepara dan Persik Kediri akan menguji mental bertanding. Tekanan dari tuan rumah kerap menjadi faktor pembeda dalam laga krusial.

Baca Juga: Timur Tengah Masih Bergejolak, Kemhan dan TNI Siapkan Langkah Efisiensi BBM Secara Terukur

Situasi ini membuat Mauricio Souza tidak punya banyak ruang untuk kesalahan. Setiap pertandingan harus dipersiapkan layaknya final dengan fokus dan determinasi tinggi.

Dengan kondisi skuad yang belum sepenuhnya lengkap, peran pemain pelapis menjadi sangat vital. Mereka dituntut tampil maksimal dan membuktikan kualitas saat mendapat kesempatan.

Momentum kebangkitan ini menjadi titik penting bagi Persija Jakarta. Jika mampu melewati fase ini dengan konsisten, peluang finis di posisi terbaik tetap terbuka lebar.

Kini, semua mata tertuju pada bagaimana Mauricio Souza meramu strategi di tengah keterbatasan. Satu hal yang pasti, sembilan laga ke depan akan menjadi penentu segalanya bagi Persija Jakarta.

EDITOR: Banu Adikara