← Beranda
Peluang Persebaya Surabaya Tersisa 25 Persen! Dibantai Borneo FC Bikin Jalan ke 4 Besar Super League Makin Terjal
Moch. Rizky Pratama PutraMinggu, 8 Maret 2026 | 21.35 WIB
Pemain Persebaya Surabaya berusaha menekan pertahanan Borneo FC dalam laga Super League di Stadion Segiri, Samarinda. (Persebaya)

 

JawaPos.com–Peluang Persebaya Surabaya menembus empat besar Super League 2025/2026 kini semakin menipis. Kekalahan telak 1-5 dari Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (7/3) membuat probabilitas Green Force turun dari 40 persen menjadi sekitar 25 persen.

Hasil tersebut menjadi pukulan besar bagi Persebaya Surabaya yang sebelumnya masih berada dalam jalur persaingan papan atas. Dengan sisa sembilan pertandingan musim ini, ruang kesalahan kini hampir tidak ada lagi.

Secara matematis, Persebaya Surabaya masih memiliki peluang untuk mengejar posisi empat besar. Namun, tim kini harus mengejar target poin di kisaran 60-an agar bisa tetap bersaing hingga akhir musim.

Baca Juga: Malut United Minta Pemain Tetap Jaga Kebugaran Selama Libur Lebaran

Dari sembilan laga tersisa, Green Force masih bisa mengumpulkan maksimal 27 poin. Namun untuk menjaga peluang tetap hidup, tim minimal harus mengamankan sekitar 21 poin.

Artinya, Persebaya Surabaya harus meraih sekitar tujuh kemenangan dari sembilan pertandingan yang tersisa. Skenario tersebut membuat setiap laga ke depan memiliki tekanan yang jauh lebih besar.

Empat pertandingan kandang menjadi modal paling realistis bagi Green Force untuk mengejar target tersebut. Persebaya Surabaya dijadwalkan menjamu Persita, Madura United, PSBS Biak, dan Persik Kediri di Surabaya.

Baca Juga: PWI Kecam Dugaan Intimidasi Wartawan pada Laga Malut Lawan PSM

Empat laga kandang itu menjadi kesempatan emas untuk mengamankan 12 poin penuh. Tidak boleh ada hasil imbang apalagi kekalahan jika ingin menjaga peluang tetap terbuka.

Jika poin kandang berhasil diamankan, posisi Persebaya Surabaya di klasemen bisa kembali stabil. Kepercayaan diri pemain juga diprediksi meningkat sebelum menghadapi laga tandang yang lebih sulit.

Sebab tantangan sesungguhnya justru datang dari tiga laga tandang krusial. Green Force harus menghadapi Persija, Malut United, dan Arema FC dalam pertandingan yang berpotensi menentukan nasib musim ini.

Baca Juga: Sumbang Assist, Rio Fahmi Kecewa Arema FC Tumbang dari Bali United

Pertandingan melawan Malut United bahkan bisa menjadi laga paling menentukan dalam perebutan posisi empat besar. Kedua tim berada dalam jalur persaingan yang sama sehingga duel tersebut bernilai sangat besar.

Jika Persebaya Surabaya mampu memenangkan laga tersebut, selisih poin dengan pesaing bisa langsung terpangkas. Probabilitas lolos ke empat besar bahkan bisa melonjak kembali hingga kisaran 60 sampai 70 persen.

Sebaliknya, kegagalan meraih kemenangan akan membuat peluang semakin menipis. Oleh karena itu konsistensi dalam meraih poin di setiap laga menjadi faktor utama.

Baca Juga: Demi Persebaya Surabaya! 3 Wonderkid Timnas Indonesia U-20 Belum Gabung TC Piala AFF di Surabaya

Selain persoalan poin, Persebaya Surabaya juga harus segera memperbaiki performa tim setelah kekalahan telak di Samarinda. Evaluasi menyeluruh kini menjadi fokus tim pelatih.

Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares menegaskan timnya akan mempelajari kembali pertandingan tersebut. Dia ingin mengetahui secara detail apa yang sebenarnya terjadi di lapangan.

”Kami juga punya beberapa peluang, tetapi hanya mampu mencetak satu gol. Sekarang kami harus melihat kembali pertandingan ini dan menganalisis apa yang sebenarnya terjadi,” ujar Bernardo Tavares setelah pertandingan.

Baca Juga: Awas Ledakan Mariano Peralta dan Juan Villa! Ernando Ari Siap Mati-matian Kawal Gawang Persebaya Surabaya Hadapi Borneo FC

Menurut pelatih asal Portugal tersebut, tim sebenarnya sudah melakukan persiapan matang sebelum laga. Analisis lawan hingga latihan taktik telah dilakukan untuk menghadapi Borneo FC.

”Kami sudah menganalisis lawan, menunjukkan video kepada pemain, dan melakukan latihan untuk mempersiapkan pertandingan ini. Namun hari ini kami tidak mampu menunjukkan performa terbaik,” lanjut Bernardo Tavares.

Persebaya Surabaya sebenarnya masih mampu menciptakan beberapa peluang sepanjang pertandingan. Namun efektivitas penyelesaian akhir menjadi masalah besar dalam laga tersebut.

Baca Juga: Eks Wonderkid Persebaya Surabaya Kembali! Marselino Ferdinan Kirim Sinyal Comeback ke Timnas Indonesia di FIFA Series

Green Force tercatat melepaskan 13 tembakan sepanjang pertandingan dengan empat di antaranya mengarah ke gawang. Sayangnya, hanya satu peluang yang berhasil berbuah gol.

Tavares menegaskan timnya tetap mencoba bermain menyerang meski tertinggal jauh. Namun strategi tersebut juga membuka ruang bagi lawan untuk kembali mencetak gol.

”Ketika kami tertinggal, kami punya dua pilihan, menyerah atau terus mencoba. Kami memilih untuk tetap menyerang. Tetapi ketika kami membuka ruang, Borneo kembali mencetak gol,” ungkap Bernardo Tavares.

Baca Juga: Debut John Herdman Langsung Diuji! Badai Cedera Paksa 6 Bintang Timnas Indonesia Absen di FIFA Series 2026

Kini situasi Persebaya Surabaya berada di titik krusial menjelang akhir musim. Setiap pertandingan tersisa akan menjadi penentu apakah Green Force mampu menjaga harapan menuju empat besar.

Meski peluang tinggal sekitar 25 persen, harapan belum sepenuhnya tertutup. Selama mampu menjaga konsistensi dan mencuri poin di laga tandang, Persebaya Surabaya masih bisa menjaga asa hingga akhir musim.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah