← Beranda
Dejan Antonic Dipecat! Kalah 9 Kali dari 16 Laga, Nasib Semen Padang Berubah Drastis di Super League
Moch. Rizky Pratama PutraKamis, 5 Maret 2026 | 16.10 WIB
Dejan Antonic resmi dipecat Semen Padang setelah hanya meraih 13 poin dari 16 pertandingan Super League 2025/2026. (Semen Padang)

 

JawaPos.com — Kabar mengejutkan datang dari kubu Semen Padang setelah manajemen resmi memecat Dejan Antonic dari kursi pelatih. Keputusan ini diumumkan langsung melalui akun Instagram resmi klub dan langsung menyita perhatian publik pecinta Super League 2025/2026.

Manajemen tak menunggu lama usai rangkaian hasil minor yang membelit Tim Kabau Sirah dalam beberapa pekan terakhir. Statistik buruk menjadi latar kuat di balik berakhirnya kebersamaan tersebut.

Dalam unggahan resminya, Semen Padang menuliskan pesan perpisahan yang emosional. “Thanks Coach @dejan.antonic All the best, Coach! Keep doing great things,” tulis Semen Padang

“Kebersamaan Tim Kabau Sirah dengan Coach Dejan harus berakhir. Keputusan ini diambil Manajemen Semen Padang FC, setelah melakukan pertimbangan dan diskusi dengan Komisaris dan Penasehat Tim. Terimakasih Coach Dejan.”

Baca Juga: PSIM Incar Tiga Poin dari Semen Padang, Franco Ramos Minta Tim Tetap Fokus

Ucapan terima kasih itu sekaligus menjadi penegasan akhir perjalanan Dejan bersama tim asal Sumatera Barat tersebut. Manajemen menyebut keputusan diambil setelah pertimbangan matang dan diskusi internal yang cukup panjang.

Secara angka, performa Dejan Antonic bersama Semen Padang memang jauh dari kata memuaskan. Dari total 16 pertandingan di Super League 2025/2026, ia hanya mampu mempersembahkan tiga kemenangan.

Empat laga berakhir imbang dan sembilan lainnya berujung kekalahan. Total poin yang dikumpulkan hanya 13 angka dengan rata-rata poin 0,81 per pertandingan.

Produktivitas gol pun menjadi sorotan tajam sepanjang musim ini. Semen Padang hanya mencetak 14 gol dan sudah kebobolan 29 kali.

Selisih gol minus 15 menggambarkan rapuhnya lini pertahanan sekaligus tumpulnya sektor serang. Situasi ini membuat posisi tim terus tertekan di papan klasemen.

Hasil imbang 0-0 melawan PSIM Yogyakarta pada 4 Maret 2026 menjadi pertandingan terakhir Dejan bersama Semen Padang. Laga tersebut seakan menutup perjalanan yang tak berjalan sesuai harapan.

Sebelumnya, Semen Padang juga dipermalukan Bhayangkara FC dengan skor telak 4-0 pada 24 Februari 2026. Kekalahan itu mempertegas inkonsistensi tim saat bermain tandang.

Pada 20 Februari 2026, Semen Padang hanya mampu bermain imbang 2-2 saat menjamu Malut United. Hasil tersebut gagal mengangkat moral tim yang sedang terpuruk.

Baca Juga: Kasim Botan Termotivasi Hadapi Mantan Klub, Semen Padang Bidik Tiga Poin Lawan PSIM

Kekalahan 3-0 dari Arema FC pada 15 Februari 2026 semakin memperdalam tekanan terhadap kursi Dejan Antonic. Lini belakang terlihat mudah ditembus dan kehilangan koordinasi.

Kemenangan terakhir yang diraih Dejan terjadi pada 8 Februari 2026 saat menundukkan Persita dengan skor tipis 1-0. Tiga poin itu sempat memberi secercah harapan sebelum kembali redup.

Sebelum kemenangan tersebut, Semen Padang juga mencuri satu poin dari markas PSM Makassar usai bermain 0-0 pada 2 Februari 2026. Namun hasil itu belum cukup untuk memperbaiki posisi klasemen secara signifikan.

Drama enam gol terjadi saat menghadapi Bali United pada 24 Januari 2026 dengan skor akhir 3-3. Pertandingan itu menunjukkan daya juang, namun rapuhnya pertahanan kembali jadi catatan.

Semen Padang juga harus menelan pil pahit saat kalah 2-3 dari PERSIS pada 11 Januari 2026. Laga tersebut berlangsung ketat tetapi kembali berakhir tanpa poin.

Pada awal Januari, mereka takluk 1-0 dari PSIM Yogyakarta dalam pertemuan sebelumnya. Kekalahan itu menjadi salah satu titik awal tren negatif tim.

Kekalahan paling menyakitkan terjadi pada 28 Desember 2025 saat dibantai Madura United dengan skor 5-1. Laga itu menjadi kekalahan terbesar sepanjang era Dejan musim ini.

Meski sempat mencatat kemenangan 1-0 atas Persija pada 22 Desember 2025, konsistensi tetap menjadi masalah utama. Setelah itu, kekalahan 2-1 dari Persik kembali menahan laju positif.

Satu dari tiga kemenangan Dejan terjadi saat menaklukkan Persijap dengan skor 2-1 pada 20 November 2025. Namun hasil positif itu tak mampu menjadi titik balik jangka panjang.

Baca Juga: PSIM Jogjakarta Waspada Kebangkitan Semen Padang di Pekan 24 BRI Super League

Semen Padang juga tumbang 0-2 dari Borneo FC dan kalah 1-2 dari Arema FC pada awal November 2025. Rentetan hasil tersebut membuat tekanan terhadap tim terus meningkat.

Bahkan pada 26 Oktober 2025, mereka sudah takluk 1-0 dari Malut United. Tren naik turun performa akhirnya bermuara pada keputusan tegas manajemen.

Pemecatan Dejan Antonic menjadi sinyal perubahan besar di tubuh Semen Padang. Manajemen kini dihadapkan pada tugas berat mencari sosok pengganti yang mampu mengangkat performa tim.

Dengan sisa kompetisi yang masih berjalan, peluang memperbaiki posisi tetap terbuka. Namun perombakan strategi dan mental pemain menjadi pekerjaan rumah mendesak.

Publik Kabau Sirah tentu berharap keputusan ini membawa dampak positif. Waktu akan menjawab apakah langkah berani ini menjadi titik balik kebangkitan Semen Padang di Super League 2025/2026.

EDITOR: Edi Yulianto