← Beranda
Gol Solo Run Rian Bukan Kebetulan! Rahasia Latihan Bernardo Tavares di Persebaya Surabaya Terbongkar
Moch. Rizky Pratama Putra• Kamis, 29 Januari 2026 | 20.58 WIB
Rachmat Irianto sama rekor golnya di Persib Bandung saat jadi andalan Persebaya Surabaya. (Persebaya)

JawaPos.com — Gol solo run Rachmat Irianto ke gawang PSIM Yogyakarta ternyata bukan momen kebetulan semata. Aksi individu tersebut lahir dari skema dan kebiasaan yang sudah disiapkan Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, melalui latihan intens dan pemahaman taktik.

“Hal lain yang harus dilakukan adalah mengurangi ruang gerak mereka dan mencoba untuk mengendalikan permainan kita. Yang terpenting adalah kita mencetak gol,” ujar Bernardo Tavares.

Prinsip itulah yang kemudian terlihat jelas dalam gol spektakuler Rian pada laga pekan ke-18 Super League 2025/2026.

Persebaya Surabaya tampil dominan saat menang telak 3-0 atas PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (25/1/2026) sore.

Kemenangan tersebut semakin berkesan berkat gol solo run Rachmat Irianto yang langsung menjadi sorotan utama pertandingan.

Rian mencetak gol setelah melakukan akselerasi panjang dari area pertahanan sendiri hingga menuntaskan peluang dengan tenang.

Gol itu menjadi bukti keberanian, visi bermain, dan pemahaman taktik yang matang dari seorang gelandang bertahan.

Bernardo Tavares mengaku takjub dengan apa yang ditampilkan pemainnya tersebut. Pelatih asal Portugal itu bahkan menyamakan aksi Rian dengan legenda sepak bola dunia.

“Kalau saya melihat gol hari ini dan saya belum pernah melihat Rian sebelumnya. Saya akan bilang namanya adalah Rian Diego Armando Maradona,” katanya.

Pujian tersebut menggambarkan betapa istimewanya gol yang tercipta dari skema sederhana namun dieksekusi sempurna.

Di balik gol indah itu, Bernardo menegaskan pemain hanya menjalankan instruksi yang telah dilatih sebelumnya. Fokus utama tim adalah disiplin taktik, kontrol permainan, dan keberanian memanfaatkan ruang.

Terlepas dari penampilan apik Rachmat Irianto dan juga hasil positif yang diraih tim, hal paling penting adalah pemain memahami taktik dan strategi yang diinginkan.

Pemahaman kolektif itulah yang membuat Persebaya Surabaya tampil konsisten dalam beberapa laga terakhir.

Gol Rian menjadi momentum penting yang mematahkan perlawanan PSIM. Setelah gol tersebut, Persebaya Surabaya tampil lebih percaya diri dan mampu menambah dua gol lain hingga menutup laga dengan kemenangan meyakinkan.

Menariknya, Rachmat Irianto bukan pemain dengan peran menyerang. Ia adalah gelandang bertahan yang baru masuk pada babak kedua dan lebih dikenal karena disiplin menjaga lini tengah.

Namun dalam laga tersebut, Rian menunjukkan peran komplet sebagai gelandang modern. Ia mampu bertahan dengan solid sekaligus berani melakukan progresi membawa bola ke depan.

Statistik Rachmat Irianto di laga itu mencerminkan performa efektif. Dalam 28 menit bermain, ia mencetak satu gol dari satu percobaan tembakan.

Expected Goals atau xG Rian mencapai 0,43. Catatan tersebut tergolong tinggi untuk pemain dengan tugas utama bertahan.

Akurasi tembakannya sempurna dengan satu tembakan tepat sasaran yang langsung berbuah gol. Rian juga mencatat akurasi tembakan 100 persen sepanjang laga.

Kontribusinya di lini tengah tak kalah impresif. Ia mencatat tiga intersep, satu sapuan, serta empat umpan dengan tingkat keberhasilan 100 persen.

Data tersebut menunjukkan efisiensi dan konsentrasi tinggi selama berada di lapangan. Setiap sentuhan Rian memberi dampak nyata bagi permainan tim.

Jika dihitung dari kali pertama memperoleh bola hingga melepaskan tembakan, Rian berlari sejauh 70 meter. Ia menyelesaikan aksinya hanya dalam sembilan detik.

Kecepatan larinya mencapai 28,33 km/jam. Angka tersebut menegaskan kondisi fisik dan determinasi luar biasa dari pemain berusia matang itu.

Gol solo run tersebut layak disebut sebagai salah satu gol terbaik pekan ini. Bahkan, gol itu berpotensi menjadi gol terbaik musim Super League 2025/2026.

Kemenangan atas PSIM memperpanjang tren positif Persebaya Surabaya. Green Force kini mencatat empat kemenangan beruntun di kompetisi.

Hasil tersebut menegaskan efektivitas strategi Bernardo Tavares. Persebaya Surabaya tampil lebih solid, terorganisasi, dan efisien dalam memanfaatkan peluang.

Saat ini Persebaya Surabaya berada di posisi keenam klasemen sementara Super League 2025/2026. Mereka mengoleksi 31 poin dari delapan kemenangan, tujuh hasil imbang, dan tiga kekalahan.

Posisi tersebut menjaga peluang Persebaya Surabaya bersaing di papan atas. Kepercayaan diri tim pun terus meningkat seiring performa yang stabil.

Laga berikutnya akan menjadi tantangan lanjutan bagi Persebaya Surabaya. Mereka dijadwalkan tampil di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya pada Minggu (1/2/2026) malam.

Dukungan penuh publik Surabaya diharapkan kembali menjadi energi tambahan. Dengan skema matang dan pemain yang memahami peran, Persebaya Surabaya optimistis melanjutkan tren kemenangan.

EDITOR: Banu Adikara