← Beranda
Dejan Tumbas Dicoret! Bonek Kesal Tapi Optimis Persebaya Surabaya Gacor di Tangan Bernardo Tavares
Moch. Rizky Pratama PutraJumat, 23 Januari 2026 | 17.03 WIB
Dejan Tumbas hengkang dari Persebaya Surabaya dan meninggalkan memori manis ke Bonek. (Dok. Instagram @dejant19)

JawaPos.com - Bonek dibuat geregetan setelah Persebaya Surabaya resmi mencoret Dejan Tumbas di paruh musim Super League 2025/2026. Namun, di tengah kekecewaan itu, optimisme tetap terjaga karena publik Green Force percaya racikan Bernardo Tavares bisa membuat Persebaya Surabaya kembali gacor.

Persebaya Surabaya bergerak agresif di bursa transfer paruh musim dengan dua manuver besar yang langsung menyita perhatian. Datangnya pemain baru dan dilepasnya enam nama sekaligus jadi sinyal perombakan serius demi target lebih baik di putaran kedua.

Manuver pertama datang dari sektor rekrutan anyar dengan diumumkannya Pedro Matos sebagai amunisi baru. Gelandang asal Semen Padang itu dikenal sebagai pemain kesayangan Bernardo Tavares sejak era PSM Makassar.

Pengumuman Pedro Matos dibuat cukup kreatif oleh manajemen Persebaya Surabaya. Klub kebanggaan Bonek itu memposting video duel Pedro Matos dengan Risto Mitrevski di putaran pertama sebagai penanda resminya sang pemain menjadi bagian Green Force.

Tak hanya itu, Persebaya Surabaya juga mengemas perkenalan Pedro Matos dengan nuansa kedekatan bersama suporter. Manajemen menggelar give away tiket gratis untuk laga Persebaya Surabaya kontra Dewa United.

“Welcome Pedro Matos,” tulis akun resmi Persebaya dalam unggahannya. “Rek, Cak Min mau bagi-bagi tiket gratis Persebaya vs Dewa United,” lanjut pengumuman tersebut.

Mekanisme give away pun dibuat sederhana agar Bonek bisa ikut meramaikan euforia kedatangan pemain baru. “Tebak No Punggung yang akan dipakai Pedro Matos beserta namanya,” tulis @officialpersebaya.

Persebaya Surabaya menyiapkan tiga pemenang yang masing-masing mendapatkan dua tiket Superfans.

“Pemenang akan Cak Min Umumkan via Story pada Jumat 23 Januari pukul 12.00 WIB,” tulis akun tersebut pada Kamis (22/1/2026).

Masuknya Pedro Matos memunculkan harapan baru di kalangan suporter. Banyak Bonek percaya Bernardo Tavares akhirnya mendapatkan kepingan puzzle yang sesuai dengan skema permainan yang diinginkan.

Namun, di saat optimisme mulai tumbuh, kabar kurang sedap datang dari manuver kedua Persebaya Surabaya. Klub mengumumkan pelepasan enam pemain secara bersamaan di paruh musim.

Enam pemain tersebut terdiri dari tiga pemain lokal dan tiga pemain asing. Mereka adalah Rendy Oscario, Kadek Raditya, Rizky Dwi Pangestu, Dime Dimov, Dejan Tumbas, dan Diego Mauricio.

Baca Juga: Wajah Baru Persebaya Surabaya di Super League! Lawan PSIM Yogyakarta Jadi Pembuktian Magis Bernardo Tavares

Persebaya Surabaya menyampaikan apresiasi atas kontribusi para pemain tersebut selama berseragam Green Force. “Persebaya mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan perjuangan selama ini bersama Green Force,” tulis klub.

Dalam unggahan resminya, Persebaya Surabaya juga mendoakan yang terbaik bagi keenam pemain itu. “Good luck and best wishes Rek…!” tulis akun Instagram Persebaya Surabaya pada Kamis (22/1/2026).

Seiring berjalannya waktu, beberapa pemain yang dilepas langsung menemukan pelabuhan baru. Kadek Raditya resmi bergabung dengan Persis Solo, sementara Rendy Oscario memilih melanjutkan karier di Semen Padang.

Rizky Dwi Pangetu juga sudah mendapatkan klub baru di Championship Liga 2 bersama Garudayaksa FC. Sementara itu, tiga pemain asing masih belum diumumkan destinasi berikutnya.

Khusus Dejan Tumbas, rumor kuat menyebutkan ia tetap bermain di Super League bersama Persis Solo. Kabar ini sekaligus memperkuat fenomena eksodus pemain Persebaya Surabaya ke Persis Solo setelah era Sho Yamamoto.

Dari enam nama yang dilepas, satu keputusan paling menyulut reaksi Bonek. Nama Dejan Tumbas dianggap paling layak dipertahankan dibanding pemain lain.

Di media sosial, kekecewaan Bonek mengalir deras dalam kolom komentar. Banyak yang menilai Dejan Tumbas masih punya potensi besar bersama Persebaya Surabaya.

“Dari 6 pemain diatas jujur paling eman DEJAN TUMBAS,” tulis salah satu Bonek. Komentar itu mendapat banyak respons dari sesama pendukung Green Force.

“Tumbas out sebenernya jangan sih tapi udah terlanjur.. manut pak tavares,” tulis salah satu Bonek. Sebagian Bonek mencoba legawa meski tetap menyayangkan keputusan tersebut.

Perbandingan dengan Mihailo Perovic juga mencuat di kalangan suporter. Banyak Bonek merasa Perovic justru lebih pantas dilepas ketimbang Dejan Tumbas.

“Iki yakin ta mertahanno perovic ketimbang tumbas?,” tulis salah satu Bonek. Nada kebingungan dan kekecewaan terasa jelas dalam komentar itu.

“Harusnya tumbas stay, perovic yg out,” tulis salah satu Bonek. Sentimen serupa muncul berulang kali di berbagai unggahan Persebaya.

“knpa tumbas di buang dan ga di pertahankan,” tulis salah satu Bonek. Pertanyaan itu menjadi representasi kegelisahan Bonek.

“Eman rekk tumbas, mending tumbas daripada perovic,” tulis salah satu Bonek. Kritik tersebut menegaskan Dejan Tumbas punya tempat tersendiri di hati suporter.

Jika melihat statistik, keputusan ini memang memicu perdebatan. Mihailo Perovic tampil dalam 16 pertandingan dengan mencetak 3 gol, sedangkan Dejan Tumbas belum mencetak gol dari 14 penampilan.

Meski begitu, banyak Bonek menilai kontribusi Tumbas tak melulu soal gol. Kerja keras, pergerakan, dan perannya dalam skema dianggap memberi dampak positif bagi tim.

Di tengah polemik itu, kepercayaan terhadap Bernardo Tavares masih cukup kuat. Banyak Bonek memilih optimistis Persebaya Surabaya bakal tampil lebih solid dengan komposisi baru.

Kedatangan Pedro Matos menjadi simbol era baru racikan Bernardo Tavares di putaran kedua. Bonek berharap keputusan pahit mencoret Dejan Tumbas bisa terbayar dengan performa Persebaya Surabaya yang lebih gacor dan konsisten.

EDITOR: Hendra