JawaPos.com — Lima pemain lokal paling gacor di Persebaya Surabaya jadi sorotan di tengah jeda putaran pertama Super League 2025/2026. Bernardo Tavares menegaskan komitmen tak melupakan peran pemain lokal saat membangun kekuatan Green Force menuju putaran kedua.
Jeda kompetisi dimanfaatkan Persebaya Surabaya untuk menata ulang fondasi tim dengan lebih matang. Fokus utama diarahkan pada peningkatan kedalaman skuad dan persaingan sehat antarpemain.
Bernardo Tavares tak ingin jeda ini berlalu tanpa progres berarti. Pelatih asal Portugal itu langsung tancap gas memaksimalkan waktu untuk evaluasi menyeluruh.
Pemain lokal mendapat perhatian khusus dalam rencana besar tersebut. Persebaya Surabaya menilai kekuatan lokal tetap jadi identitas utama klub kebanggaan Bonek.
Performa pemain lokal Persebaya Surabaya di putaran pertama terbilang stabil dan kompetitif. Sejumlah nama tampil konsisten meski persaingan Liga semakin ketat.
Arief Catur Pamungkas
Arief Catur Pamungkas menjadi salah satu pemain lokal paling menonjol. Bek kanan ini tampil dalam 17 pertandingan dengan total menit bermain mencapai 1.462 menit.
Kontribusi Arief tak hanya bertahan, tapi juga membantu serangan. Ia mencatat satu gol, satu assist, delapan percobaan tembakan, serta akurasi umpan 78 persen.
Dari sisi disiplin, Arief cukup agresif namun terkontrol. Ia mencatat 21 pelanggaran, dilanggar 17 kali, dan menerima tiga kartu kuning tanpa kartu merah.
Ernando Ari
Nama Ernando Ari tetap jadi andalan di bawah mistar. Kiper timnas ini bermain 16 laga penuh dengan total 1.440 menit.
Meski berposisi penjaga gawang, kontribusinya tetap krusial bagi kestabilan tim. Ernando hanya melakukan satu pelanggaran dan tak pernah menerima kartu sepanjang putaran pertama.
Distribusi bola Ernando juga cukup solid. Akurasi umpannya berada di angka 65 persen dalam sistem build-up Persebaya Surabaya.
Malik Risaldi
Malik Risaldi menjadi opsi dinamis di lini serang. Ia tampil 17 kali dengan menit bermain 978 menit.
Meski baru mencetak satu gol, Malik punya xG cukup tinggi sebesar 3,73. Catatan itu menunjukkan perannya aktif dalam menciptakan peluang.
Malik juga menyumbang dua assist dan sembilan keypass. Akurasi umpan 78 persen memperlihatkan konsistensinya dalam permainan kombinasi.
Rachmat Irianto
Rachmat Irianto tetap jadi pemain serbabisa yang penting. Ia bermain 13 laga dengan total 951 menit di berbagai posisi.
Kontribusinya terlihat dari akurasi umpan mencapai 90 persen. Meski tanpa gol dan assist, perannya menjaga ritme permainan sangat terasa.
Dari sisi defensif, Rian tampil disiplin dan tenang. Ia hanya menerima satu kartu kuning sepanjang putaran pertama.
Toni Firmansyah
Toni Firmansyah melengkapi daftar lima pemain lokal paling gacor. Gelandang muda ini mencatat 13 penampilan dengan total 912 menit bermain.
Perannya cukup vital dalam duel lini tengah. Toni mencatat 28 pelanggaran dan dilanggar 13 kali sebagai bukti intensitas permainannya.
Akurasi umpan Toni berada di angka 85 persen dengan lima keypass. Meski belum mencetak gol, kontribusinya menjaga keseimbangan tim cukup terasa.
Bernardo Tavares menyebut perhatian pada pemain lokal sudah jadi prinsip sejak awal. Ia ingin memahami karakter tim secara menyeluruh sebelum melangkah lebih jauh.
“Ketika kita membuat perjanjian (kontrak dengan Persebaya), saya sudah bekerja untuk Persebaya. Mencoba mencari pemain, mencoba melihat karakteristik pemain yang kita miliki di sini. Ini penting bagi saya,” ujar Bernardo.
Pelatih berusia 44 tahun itu menekankan pentingnya mengenal internal klub. Ia menilai pemahaman terhadap rumah sendiri jadi kunci keberhasilan jangka panjang.
“Di saat ini kita harus mengetahui rumah yang kita miliki. Akademi, pemain muda, tim utama kita,” lanjutnya.
Bernardo mengaku telah menganalisis banyak pertandingan. Ia juga memantau pemain baru yang bermain di klub lain.
“Saya sudah menganalisa banyak pertandingan. Saya juga melihat beberapa pemain yang berada di sini, dan yang bermain di klub lain, di posisi lain,” katanya.
Upaya tersebut dilakukan demi melihat potensi dan kebutuhan tim. Bernardo ingin tahu apa yang harus dipertahankan dan apa yang perlu diubah.
“Untuk mencoba melihat apa yang kita dapatkan, apa yang perlu kita ubah,” ucapnya.
Tantangan Persebaya Surabaya di putaran kedua jelas tak ringan. Banyak tim memiliki kualitas pemain dan dukungan suporter luar biasa.
“Kita tahu bahwa ada banyak tim dengan pemain yang bagus, dengan suporter yang bagus juga,” ujar Bernardo.
Namun, Persebaya Surabaya punya motivasi historis yang besar. Klub ini akan memasuki usia 100 tahun pada musim depan.
“Tapi Persebaya akan mencapai 100 tahun, tahun depan, jadi kita harus bekerja keras,” tegasnya.
Kombinasi pemain lokal dan asing jadi kunci racikan Bernardo. Ia ingin membangun tim kompetitif tanpa kehilangan identitas.
Lima pemain lokal paling gacor ini jadi fondasi penting untuk target besar Persebaya Surabaya. Putaran kedua Super League 2025/2026 pun layak dinantikan dengan optimisme baru.