← Beranda
Kocak! Bonek Bingung Persebaya Surabaya Punya Dua Bruno, Masih Pilih Panggilan yang Cocok
Moch. Rizky Pratama Putra• Selasa, 6 Januari 2026 | 16.42 WIB
Duo Bruno di Persebaya Surabaya bikin Bonek bingung tentukan pilihan nama panggilan. (Persebaya, Cheonan City)

JawaPos.com — Bonek bingung Persebaya Surabaya punya dua Bruno, masih pilih panggilan yang cocok, menjadi warna tersendiri di tengah panasnya bursa transfer paruh musim. Alih-alih ribut soal taktik atau komposisi pemain, suporter justru sibuk bercanda mencari julukan paling pas untuk membedakan dua pemain asal Brasil tersebut.

Persebaya Surabaya memang sedang bergerak aktif menyusun kekuatan baru di era pelatih Bernardo Tavares untuk menyambut lanjutan Super League 2025/2026.

Dua nama pemain asing asal Brasil mulai santer dibicarakan, salah satunya Bruno Paraiba yang kabarnya segera merapat ke Kota Pahlawan.

Sinyal kepindahan Bruno Paraiba makin kuat setelah Cheonan City FC mengumumkan perpisahan secara resmi melalui media sosial mereka.

“Terima kasih. Bruno menyelesaikan perjalanannya dengan Cheonan City FC. Meninggalkan waktu yang kuhabiskan bersama Bruno sebagai kenangan indah, aku akan bersorak untuk masa depan yang akan lebih cerah lagi,” tulis Cheonan City di kanal resmi instagram mereka.

Rumor tersebut kemudian diperkuat oleh akun spesialis bursa transfer @transfernews__ft yang menyebut Persebaya bakal kedatangan dua legiun asing asal Brasil.

“BREAKING NEWS 2 Pemain Asing Asal ???????? Brazil, Jefferson Silva (LB/29) Dan Bruno Paraíba (CMF/31), akan berseragam Persebaya Surabaya foot, Pada Paruh Musim BRI Super League ???????? Indonesia 2025/26. OFFICIAL SEGERA,” tulis akun tersebut.

Akun yang sama juga merinci latar belakang kedua pemain tersebut, termasuk klub terakhir dan posisi bermain mereka.

Jefferson Silva disebut sebelumnya membela Operário-PR Brasil, sementara Bruno Paraíba datang dari Cheonan City Korea Selatan yang berlaga di kasta kedua.

Nama Bruno Paraíba sendiri bukan sosok asing di level profesional, meski belum banyak dikenal publik sepak bola Indonesia.

Gelandang yang juga piawai sebagai striker berusia 31 tahun ini diproyeksikan menambah kedalaman dan pengalaman di lini tengah Persebaya Surabaya.

Bruno Paraíba memiliki nama lengkap Bruno Pereira de Albuquerque dan lahir di João Pessoa, Brasil, pada 20 Juli 1994.

Pemain dengan tinggi badan 1,89 meter ini berposisi utama sebagai gelandang tengah, namun juga bisa dimainkan sebagai penyerang tengah bila dibutuhkan.

Sepanjang karier profesionalnya, Bruno Paraíba telah mencatatkan 195 pertandingan di berbagai kompetisi.

Dari jumlah tersebut, ia mengoleksi 40 gol, 12 assist, 36 kartu kuning, dua kartu merah, dan total menit bermain mencapai 10.901 menit.

Nilai pasar Bruno Paraíba saat ini berada di angka Rp 3,04 miliar, angka yang cukup menarik untuk ukuran pemain tengah berpengalaman.

Kontrak terakhirnya bersama Cheonan City tercatat berakhir pada 6 Januari 2026, setelah bergabung pada 24 Juli 2025.

Kabar ini tentu membuat Bonek antusias menantikan pengumuman resmi dari manajemen Persebaya Surabaya.

Namun, di tengah antusiasme tersebut, muncul kegaduhan kecil yang justru bernuansa humor khas suporter Green Force.

Masalahnya sederhana namun menggelitik, Persebaya Surabaya sudah memiliki Bruno Moreira sebagai kapten tim. Jika Bruno Paraíba resmi bergabung, maka akan ada dua pemain bernama Bruno yang sama-sama berasal dari Brasil.

Kebingungan itu diekspresikan dengan gaya santai oleh fanbase Persebaya Surabaya, salah satunya melalui akun @kitabonek.

“Kiro2 Mene celukane sopo yo Mat? Yaopo Menurutmu Mat?,” tulis mereka sambil melempar pertanyaan ke sesama Bonek.

Dalam unggahan grafis yang sama, @kitabonek bahkan menawarkan sejumlah opsi panggilan yang kocak dan mengundang tawa.

“ADA 2 BRUNO DI PERSEBAYA, NAMA APA YANG COCOK UNTUK MEMBEDAKAN 2 PEMAIN TERSEBUT? 1. Bruno 1- Bruno 2 2. Bruno Lawas - Bruno Anyar 3. Bruno Enom - Bruno Tuwek 4. Bruno A - Bruno B 5. Upin - Ipin,” tulis mereka.

Kolom komentar pun langsung dipenuhi respons kreatif dari Bonek yang tak kalah jenaka.

“Brunoku - Brunomu Min …,” tulis salah satu Bonek, disusul komentar lain, “nek bruno moreira kan julukan bruno morat maret , lah nek bruno paraiba iki mboh sek ngenteni nek wes maen.”

Komentar lain juga tak kalah menghibur dengan gaya khas Suroboyoan yang egaliter dan cair.

“Bruno ngeyel - Bruno ngosek,” tulis seorang Bonek, sementara lainnya menimpali, “Upin Ipin e Suroboyo apik cak,” dan “Jeneng e bruno enek terusan ane bruno morera karo bruno paraiba ngunu kok bingung enek jeneng , duwe jeneng kui yo tujuane ben gak podo.”

Terlepas dari candaan soal julukan, kehadiran Bruno Paraíba tetap dinantikan untuk memberi dampak nyata di lapangan.

Jika resmi bergabung, dua Bruno di Persebaya Surabaya bukan sekadar cerita lucu, melainkan simbol optimisme Bonek menyambut paruh musim dengan harapan baru.

EDITOR: Edi Yulianto