JawaPos.com — Pesan pertama Paulo Renato Gonçalves Duarte langsung menyentuh hati Bonek sejak ia menjejakkan kaki di Surabaya. Asisten pelatih baru Persebaya Surabaya itu memberi sinyal kuat jika era baru Green Force berjalan di jalur yang tepat.
“Sangat senang berada di Surabaya dan siap untuk memulai pekerjaan. Salam satu nyali, Wani!,” ucap Paulo Renato Duarte di Bandara Juanda, Minggu (4/1/2025).
Ucapan singkat namun penuh makna itu disampaikan langsung kepada Bonek yang hadir di bandara. Pesan tersebut juga disaksikan ribuan pendukung Persebaya Surabaya melalui siaran langsung daring.
Kehadiran Paulo Renato Duarte tidak terpisahkan dari sosok pelatih kepala Bernardo Tavares. Keduanya datang ke Surabaya pada hari yang sama setelah terbang dari Portugal.
“Halo, bonek dan bonita. Sekarang saya dan Coach Renato kita berada di Lisbon Airport dan segera kita akan memiliki penerbangan ke Surabaya. Sampai jumpa segera di Surabaya,” ujar Bernardo Tavares sebelum keberangkatan.
Kedatangan duo asal Portugal ini membawa harapan besar bagi Persebaya Surabaya. Publik Kota Pahlawan menanti sentuhan baru yang sempat membawa kesuksesan di klub sebelumnya.
Bernardo Tavares bukan nama asing bagi sepak bola Indonesia. Ia pernah menukangi PSM Makassar dan dikenal dengan pendekatan taktik disiplin serta karakter kuat.
Paulo Renato Duarte menjadi salah satu figur penting di balik perjalanan kepelatihan Bernardo Tavares. Keduanya sudah bekerja bersama dalam waktu yang cukup panjang.
Paulo Renato lahir di Leiria, Portugal, pada 7 Juni 1989. Usianya 36 tahun dan telah mengantongi lisensi kepelatihan UEFA A Licence.
Pengalamannya di dunia kepelatihan dimulai dari level usia muda. Ia pernah menjadi pelatih di ARCUDA pada musim 2011/2012.
Kariernya berlanjut sebagai asisten pelatih di AC London FC pada periode 2012 hingga 2014. Setelah itu, ia memperluas pengalaman di Palace U-18 sebagai asisten pelatih.
Paulo Renato juga sempat menangani Setúbal FC U-17 sebagai manajer. Ia kemudian menjadi asisten pelatih Setúbal U-19 pada musim berikutnya.
Pengalaman internasionalnya bertambah saat dipercaya menjadi manajer Al-Wehda FC U-17. Perjalanan tersebut memperkaya pemahamannya soal pembinaan pemain muda.
Pada musim 2020/2021, Paulo Renato berperan sebagai asisten pelatih di Fátima. Perannya semakin matang sebelum akhirnya berlabuh ke Indonesia.
Namanya mulai dikenal publik sepak bola nasional saat bergabung dengan PSM Makassar. Ia menjabat Assistant Manager sejak 10 Mei 2022.
Di PSM Makassar, Paulo Renato menjadi tangan kanan Bernardo Tavares. Ia terlibat langsung dalam 129 pertandingan bersama Tavares.
Ia juga sempat mendampingi Ahmad Amiruddin dalam enam pertandingan. Fleksibilitas perannya menunjukkan kapasitasnya sebagai pelatih modern.
Pengalaman panjang itu kini dibawa ke Persebaya Surabaya. Paulo Renato diharapkan membantu proses adaptasi Bernardo Tavares di lingkungan baru.
Debut resmi Bernardo Tavares bersama Persebaya Surabaya terjadi saat menghadapi Malut United di Super League 2025/2026. Laga tersebut langsung berbuah tiga poin.
“3 poin lagi,” demikian chat Coach Tavares beberapa saat setelah Persebaya Surabaya mengamankan kemenangan menghadapi Madura Untied. Pesan itu menegaskan ambisi tinggi sejak laga pertama.
Keberhasilan awal tersebut ikut mengangkat optimisme suporter. Bonek mulai percaya proyek baru ini memiliki fondasi kuat.
Paulo Renato berada di balik layar sebagai penguat struktur kepelatihan. Perannya krusial dalam menjaga keseimbangan taktik dan komunikasi tim.
Ia dikenal detail dalam analisis permainan dan intens dalam sesi latihan. Pendekatan itu sejalan dengan karakter Persebaya Surabaya yang agresif dan penuh determinasi.
Kehadiran pelatih asing selalu membawa tantangan adaptasi. Namun sambutan hangat Bonek di bandara menjadi sinyal positif.
Pesan “Salam satu nyali, Wani!” menunjukkan Paulo Renato cepat menyerap kultur lokal. Ia tidak sekadar datang sebagai pelatih, tetapi bagian dari keluarga besar Persebaya Surabaya.
Gaya komunikasinya yang terbuka membuat jarak dengan suporter terasa dekat. Hal itu penting di klub dengan basis pendukung fanatik seperti Persebaya Surabaya.
Era baru Persebaya Surabaya kini resmi dimulai. Kombinasi Bernardo Tavares dan Paulo Renato Duarte menjadi poros utama perubahan.
Harapan besar disematkan agar Green Force tampil konsisten sepanjang musim. Target bukan sekadar menang, tetapi membangun identitas permainan.
Bonek dikenal kritis sekaligus loyal. Mereka menunggu bukti nyata dari tangan dingin tim pelatih baru.
Pesan pertama Paulo Renato Duarte menjadi awal komunikasi yang sehat. Kepercayaan publik mulai tumbuh sejak hari pertama.
Persebaya Surabaya kini berada di tangan yang tepat. Dengan semangat satu nyali, perjalanan panjang musim ini siap dijalani bersama.