← Beranda
Mengintip Potensi Reuni Yuran Fernandes Bersama Bernardo Tavares, Dari PSM Makassar Menuju Persebaya Surabaya
Moch. Rizky Pratama Putra• Minggu, 4 Januari 2026 | 22.30 WIB
Yuran Fernandes (tengah). (Dok. Antara)

JawaPos.com — Mengintip potensi reuni Yuran Fernandes bersama Bernardo Tavares di Persebaya Surabaya menjadi topik yang kian menghangat seiring mendekatnya bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026. Isu ini bukan sekadar kabar perpindahan pemain, melainkan cerita tentang pencarian ulang identitas seorang bek yang pernah begitu dominan.

Nama Yuran Fernandes selama bertahun-tahun identik dengan kekuatan dan dominasi.

Di PSM Makassar, ia dikenal sebagai bek yang nyaris tak tersentuh di duel udara, pemimpin lini belakang, sekaligus ancaman nyata dalam situasi bola mati.

Tak sedikit gol Juku Eja lahir dari sundulan kepalanya, menjadikan area kotak penalti lawan sebagai “wilayah kekuasaan” Yuran. Reputasi itu membuatnya dipandang sebagai salah satu bek asing paling berpengaruh di liga.

Namun citra tersebut mulai terkikis dalam beberapa pekan terakhir.

Kekalahan PSM Makassar 1-2 dari Borneo FC di Stadion Segiri menjadi titik sorot menurunnya performa Yuran, terutama pada aspek duel udara dan stamina bertahan.

Ironisnya, dua gol Vinicius yang membalikkan keadaan lahir dari skenario yang selama ini menjadi keunggulan Yuran. Dari situasi crossing dan duel udara, bek yang biasanya superior justru tampak kehilangan kontrol.

Pada menit ke-68, Yuran kalah timing dan adu badan saat mengawal Vinicius hingga sundulan keras lawan menyamakan skor.

Pola identik terulang di menit ke-87, umpan silang kembali datang, duel udara kembali kalah, dan gol pun tercipta.

Dua momen krusial dengan kesalahan serupa menjadi alarm keras. Bagi bek yang reputasinya dibangun dari dominasi udara, kegagalan ini lebih dari sekadar kesalahan teknis biasa.

Sorotan lain mengarah pada stamina dan reaksi bertahan. Dalam dua duel penentuan tersebut, lompatan Yuran tak setinggi biasanya dan antisipasinya datang sepersekian detik lebih lambat.

Pertanyaan pun muncul tentang penyebabnya, mulai dari kelelahan, adaptasi taktik, hingga sinyal awal penurunan performa. Isu ini relevan karena nama Yuran masih berada dalam radar Timnas Tanjung Verde menuju Piala Dunia 2026.

Baca Juga: 6 Fakta Era Baru Persebaya Surabaya Bersama Bernardo Tavares! Datang Senyap, Target Juara Digasak Perlahan

Di level internasional, margin kesalahan jauh lebih sempit. Duel udara dalam kualifikasi Afrika atau putaran final Piala Dunia tak memberi ruang bagi bek yang kalah dua kali dalam skema serupa.

Perubahan pendekatan bermain PSM sejak kedatangan Tomas Trucha juga memberi dampak signifikan.

Intensitas bertahan meningkat, garis pertahanan lebih sering ditekan, dan bek tengah dituntut membaca ruang, bukan sekadar mengandalkan fisik.

Yuran Fernandes bersama Bernardo Tavares bisa reuni di Persebaya. (Dok. PSM)
Yuran Fernandes bersama Bernardo Tavares bisa reuni di Persebaya. (Dok. PSM)

PSM selama ini juga terlalu Yuran-sentris dalam bertahan. Ketika ia kalah duel dan minim cover antarbek, sistem pertahanan runtuh, membuat status “bek andalan” otomatis dipertanyakan.

Di titik inilah nama Persebaya Surabaya muncul ke permukaan. Bek asal Cape Verde itu disebut menjadi target serius Persebaya Surabaya yang kini dilatih Bernardo Tavares, sosok yang pernah mengeluarkan versi terbaik Yuran.

Di tangan Bernardo Tavares, Yuran tampil disiplin, agresif, dominan di udara, dan penuh kepercayaan diri. Potensi reuni ini dipandang sebagai ruang pemulihan performa, bukan sekadar rumor transfer biasa.

Bagi Persebaya Surabaya, Yuran menawarkan solusi instan di lini belakang yang membutuhkan figur pemimpin. Bagi Yuran sendiri, hijau Persebaya Surabaya bisa menjadi jalan kembali menemukan sentuhan yang sempat hilang.

PSM Makassar tentu berada dalam dilema besar. Yuran bukan hanya pemain asing, tetapi kapten, pemimpin lapangan, dan figur sentral ruang ganti dengan pengganti sepadan yang belum tersedia.

Kehilangan satu poros berisiko mengguncang stabilitas tim. Kini pilihan Yuran jelas, bertahan dalam sistem yang tak lagi memaksimalkan kelebihannya, atau memulai ulang bersama pelatih yang memahami dirinya.

EDITOR: Hendra