JawaPos.com — Harapan Bruno Moreira menjadi penanda dimulainya era baru Persebaya Surabaya. Kedatangan Bernardo Tavares sebagai pelatih kepala menghadirkan optimisme segar bagi Green Force menatap Super League 2025/2026.
Persebaya Surabaya resmi menunjuk Bernardo Tavares sebagai nakhoda baru tim utama. Keputusan ini menutup masa transisi pascakepergian Eduardo Pérez dengan arah yang lebih jelas dan terencana.
Langkah tersebut bukan sekadar pergantian pelatih. Manajemen ingin membangun fondasi prestasi jangka panjang yang berkelanjutan dan terukur.
Bernardo Tavares dikenal sebagai pelatih dengan pendekatan sepak bola modern. Disiplin taktik, organisasi permainan, dan manajemen ruang ganti menjadi ciri utamanya.
Profil itu dinilai sesuai dengan kebutuhan Persebaya Surabaya saat ini. Stabilitas dan identitas permainan konsisten menjadi agenda utama klub kebanggaan Kota Pahlawan.
Nama Bernardo bukan sosok asing di sepak bola Indonesia. Ia pernah membawa PSM Makassar ke level tertinggi lewat filosofi kolektif yang kuat.
Pendekatan tersebut menekankan struktur dan kebersamaan tim. Kilau bintang bukan prioritas utama dalam membangun kekuatan skuad.
Kepastian penunjukan Bernardo diumumkan melalui akun media sosial resmi klub. Persebaya Surabaya menyampaikan pesan singkat namun tegas kepada publik.
“Coach Bernardo Tavares is Green. Dia akan tiba di Surabaya dengan membawa seorang asisten,” tulis akun @officialpersebaya. “Seluruh tim kepelatihan yang ada saat ini juga akan terus men-support Coach Tavares di Persebaya.”
Pernyataan itu menunjukkan pilihan pada kesinambungan. Persebaya tidak menginginkan revolusi mendadak di tubuh tim.
Struktur kepelatihan lama tetap dipertahankan. Kolaborasi menjadi kata kunci dalam proses transisi ini.
Selain pengumuman tertulis, klub juga merilis video perkenalan. Bernardo menyapa langsung publik Surabaya dengan penuh antusias.
“Halo Indonesia. Surabaya, saya datang,” ujar Bernardo dalam video tersebut. “Terima kasih atas profesionalisme manajemen Persebaya.”
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kesabaran klub. “Terima kasih atas kesabaran dan respek terhadap kondisi dan situasi saya,” ucapnya.
Bernardo memastikan akan segera tiba di Surabaya. “Sekarang saya bisa memastikan bahwa saya akan segera berada di Surabaya,” tuturnya.
Ucapan itu menggambarkan keseriusan memulai proyek baru. Surabaya bukan sekadar tempat bekerja, melainkan tantangan yang ingin ia bangun utuh.
Bagi Bonek dan Bonita, kehadiran Bernardo memantik harapan baru. Persebaya Surabaya dikenal sebagai klub dengan tekanan publik yang besar.
Lingkungan tersebut menuntut pelatih bermental kuat. Pengalaman Bernardo di sepak bola Indonesia menjadi modal penting.
Manajemen klub menegaskan dukungan penuh terhadap proyek ini. Super League 2025/2026 dipandang sebagai fase awal visi jangka panjang.
Pendekatan bertahap dipilih sebagai langkah realistis. Fokus diarahkan pada identitas permainan dan konsistensi performa.
Aspek mental bertanding juga menjadi perhatian utama. Fondasi kuat diperlukan sebelum berbicara target gelar.
Bernardo dijadwalkan tiba di Surabaya dalam waktu dekat. Agenda awal mencakup perkenalan pemain dan peninjauan fasilitas latihan.
Di tengah proses tersebut, suara pemain ikut mencuri perhatian. Kapten Persebaya Surabaya Bruno Moreira menyampaikan harapan barunya.
Melalui Instagram pribadi, Bruno menutup tahun 2025 dengan pesan optimistis. Ia menyiratkan semangat terus maju bersama tim.
“Pertandingan terakhir tahun 2025. Kerja bagus!!! Mari terus maju,” tulis Bruno Moreira. Ungkapan itu muncul usai kemenangan 4-0 atas Persijap Jepara.
Kemenangan di Gelora Bung Tomo menjadi penutup manis tahun 2025. Hasil itu memperkuat kepercayaan diri skuad Persebaya Surabaya.
Momentum positif berlanjut ke awal 2026. Persebaya Surabaya akan menghadapi tantangan berat di laga tandang.
Pada pekan ke-16 Super League 2025/2026, Green Force bertamu ke markas Madura United. Laga dijadwalkan berlangsung Sabtu (3/12/2026).
Pertandingan digelar di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan. Laga ini menjadi ujian mental sekaligus konsistensi tim.
Momen tersebut terasa penting sembari menunggu kedatangan Bernardo. Tim masih berjuang menjaga ritme di tengah transisi.
Optimisme kini kembali berdenyut di Kota Pahlawan. Persebaya Surabaya tidak hanya menatap satu musim kompetisi.
Green Force mulai merancang masa depan dengan arah jelas. Publik Surabaya menanti pembuktian di lapangan sebagai jawabannya.