← Beranda
Dari Brasil ke Persebaya Surabaya, Bruno Moreira Ternyata Jago Balapan Gokar!
Moch. Rizky Pratama PutraSelasa, 30 Desember 2025 | 23.28 WIB
Bruno Moreira kapten Persebaya Surabaya sempat berikan dukungan ke Eduardo Perez ketika banjir kritik usai laga Persebaya Surabaya vs Arema FC. (Persebaya Surabaya)

JawaPos.com — Cerita unik Bruno Moreira saat masih berdomisili di Brasil membuka sisi lain sang kapten Persebaya Surabaya yang jarang terlihat. Winger asal Negeri Samba itu ternyata jago kebut-kebutan dan punya pengalaman panjang di lintasan gokar. 

Bruno Moreira selama ini dikenal piawai menggocek bola dan memimpin permainan Persebaya Surabaya. Di luar lapangan hijau, ia menyimpan hobi unik yang selalu dinanti saat liburan tiba.

Setiap libur panjang, Bruno punya satu agenda rutin yang membuat rekan setimnya. Bukan cedera, melainkan ajakan balapan gokar bersama rekan setim.

Momen itu kembali terjadi usai kemenangan Persebaya atas Persijap Jepara di laga tunda pekan ke-8 Super League 2025/2026. Bruno mengajak Francisco Rivera, Leo Lelis, Diego Mauricio, serta Coach Felipe adu cepat di lintasan gokar.

 Baca Juga: Usai Tangkap Samuel dan Yasin, Polda Jatim Ungkap Potensi Tersangka Baru Kasus Nenek Elina

Suasana balapan terasa santai dan penuh tawa sejak awal. Bruno tampak menikmati kebersamaan tanpa ambisi berlebihan mengejar kemenangan.

“Saya bermain gokar untuk sekadar bersenang-senang dengan teman-teman saya di Persebaya,” kata Bruno kepada Jawa Pos kala itu pada Maret 2025.

Kalimat itu menggambarkan caranya melepas penat dari rutinitas sepak bola profesional.

Di setiap race, Bruno terlihat lebih banyak tertawa dibandingkan fokus mengejar catatan waktu. Ia sengaja memilih bersikap santai demi menjaga suasana tetap cair.

 Baca Juga: MA Bentuk Pokja Sikapi Berlakunya KUHP dan KUHAP Nasional Mulai 2 Januari 2026

“Karena saya tahu, teman-teman saya in baru pertama kali mengendarai gokar. Jadi saya lebih santai,” tambah pemain 26 tahun itu. Sikap tersebut membuat balapan terasa seperti permainan, bukan kompetisi serius. 

Perbedaan pengalaman terlihat jelas ketika dibandingkan dengan Bruno. Ia sudah sangat akrab dengan dunia gokar sejak remaja.

“Di Brasil, saya sangat sering bermain gokar. Saya bahkan sudah bermain gokar sejak usia 13 tahun,” ungkap pemain yang sempat membela Niki Volos. Pengalaman panjang itu membentuk insting balap alami dalam dirinya. 

Tak heran jika Bruno tampak tenang dan percaya diri di lintasan. Setiap tikungan dilalui dengan presisi tanpa gerakan berlebihan.

Namun, pengalaman di Surabaya sempat memberi kejutan kecil bagi Bruno. Ia baru pertama kali menjajal sirkuit gokar indoor.

Kondisi tersebut berbeda jauh dari lintasan yang biasa ia temui di Brasil. Di negaranya, Bruno lebih sering bermain di sirkuit outdoor.

“Jadi jalannya tidak sama. Di Brasil, jalannya jauh lebih lebar. Di sini sedikit lebih sempit,” beber jebolan akademi Santos FC itu. Adaptasi cepat menjadi kunci agar tetap nyaman memacu gokar.

 Baca Juga: BEI Catat Rata-rata Nilai Transaksi Harian Saham 2025 Lampaui Target, Tembus Rp 18 Triliun

Meski demikian, Bruno sama sekali tidak terlihat kesulitan. Ia mampu menyesuaikan gaya balap hanya dalam beberapa putaran.

“Kadang butuh latihan untuk adaptasi. Tapi itu mudah. Karena gokar ukurannya tidak terlalu besar,” tambahnya. Pernyataan itu menunjukkan rasa percaya diri yang lahir dari jam terbang tinggi.

Hasil di lintasan pun berbicara banyak. Hampir di setiap race, Bruno selalu keluar sebagai juara.

Keunggulan tersebut bukan sekadar keberuntungan sesaat. Pengalaman panjang di Brasil memberi bekal teknik dan mental balap matang.

 Baca Juga: 5 Kota di Indonesia yang Lebih Dulu Merayakan Tahun Baru, Saat Daerah Lain Masih Hitung Mundur

Kemahirannya bahkan sempat mengundang perhatian teman-teman lama di Brasil. Mereka melihat potensi serius dalam diri Bruno. 

“Beberapa teman di Brasil meminta saya pulang untuk ikut turnamen gokar. Mereka tahu saya berbakat,” ungkapnya. Tawaran itu datang dari lingkungan yang mengenal kualitas balapnya sejak lama. 

Namun, Bruno memilih menolak ajakan tersebut. Fokus utama tetap tertuju pada tanggung jawab profesional di Surabaya.

“Tapi saya selalu menolak karena saya sekarang sedang bekerja di Surabaya. Jadi saya tidak punya waktu untuk itu,” lanjutnya. Komitmen itu memperlihatkan prioritas jelas sebagai pemain asing Persebaya.

Balapan terbaru kembali menegaskan reputasi Bruno di lintasan. Ia tampil konsisten dan sulit dikejar oleh rekan-rekannya. 

Pengalaman panjang membuatnya memahami ritme dan kontrol gokar secara alami. Setiap akselerasi terasa terukur tanpa kehilangan stabilitas. 

Di mata rekan setim, Bruno bukan sekadar kapten di lapangan. Ia juga sosok yang mampu mencairkan suasana lewat aktivitas sederhana. 

Hobi gokar menjadi jembatan kebersamaan di tengah padatnya jadwal kompetisi. Tawa di lintasan memberi energi positif bagi tim.

Cerita unik Bruno Moreira balapan gokar di Brasil menambah warna perjalanan kariernya di Indonesia. Kapten Persebaya Surabaya itu membuktikan naluri kompetitif tetap terjaga, bahkan saat bersenang-senang.

EDITOR: Banu Adikara