← Beranda
Bare Minimum Pelatih Baru Persebaya Surabaya! Demi Wujudkan Mimpi Juara Sebelum 100 Tahun
Moch. Rizky Pratama Putra• Sabtu, 13 Desember 2025 | 21.49 WIB
ARIB BILLAH/KP ADAPTASI CEPAT: Mario Gomez melakukan pendekatan intens dengan seluruh pemain Borneo FC.

JawaPos.com — Bare minimum pelatih baru Persebaya Surabaya bikin harapan Bonek rasakan dahaga gelar juara sebelum 100 tahun kini menjadi standar yang tak bisa ditawar manajemen Green Force. Di tengah penantian panjang, publik Surabaya menuntut sosok pelatih yang bukan sekadar hadir, tapi mampu mengubah arah sejarah klub.

Pencarian pelatih baru Persebaya Surabaya memasuki fase paling panas setelah muncul kabar pendekatan dengan mantan juru taktik Johor Darul Ta’zim.

Isu ini langsung menyedot perhatian Bonek karena JDT identik dengan kultur juara dan profesionalisme tinggi.

Situasi Persebaya Surabaya saat ini belum ideal untuk klub sebesar Green Force yang selalu menargetkan papan atas. Hingga pekan ke-14 Super League 2025/2026, tim masih tertahan di posisi ke-9 dengan raihan 18 poin.

Sejak pemutusan kontrak Eduardo Perez pada 22 November 2025, Persebaya Surabaya bergerak dengan pelatih interim Uston Nawawi. Kondisi ini membuat stabilitas tim dipertanyakan, terutama saat kompetisi memasuki fase krusial.

Regulasi I.League memberi tenggat ketat untuk pergantian pelatih kepala. Klub wajib mendaftarkan pelatih baru maksimal 30 hari setelah pemecatan, dengan batas akhir bagi Persebaya Surabaya jatuh pada 25 Desember 2025.

Batas waktu tersebut membuat laga kandang melawan Persijap Jepara pada 28 Desember menjadi penanda penting. Persebaya Surabaya tak ingin memasuki pertandingan itu tanpa nahkoda definitif yang memiliki visi jangka panjang.

Tekanan tidak hanya datang dari regulasi, tetapi juga dari ekspektasi publik Surabaya yang haus prestasi. Bonek menilai fase ini sebagai momentum menentukan arah Persebaya Surabaya menuju putaran kedua kompetisi.

Masuknya nama-nama mantan pelatih JDT ke radar manajemen menghidupkan kembali optimisme. Klub asal Malaysia itu dikenal dominan dengan 11 gelar liga beruntun dan standar profesional kelas Asia Tenggara.

Luciano Figueroa menjadi salah satu opsi menarik dengan status tanpa klub dan usia relatif muda. Kedekatannya dengan kultur JDT dinilai cocok untuk proyek jangka menengah Persebaya Surabaya.

Nama lain yang mencuri perhatian ialah Benjamin Mora yang kini menangani Querétaro FC di Liga MX Apertura. Karakternya yang ofensif dan pengalaman lintas negara memberi nilai tambah di mata manajemen.

Esteban Solari juga masuk daftar pertimbangan dengan reputasi detail dalam membangun sistem permainan.

Pengalamannya menangani klub dengan tekanan tinggi dianggap relevan dengan atmosfer Persebaya Surabaya dan tuntutan Bonek.

Sementara itu, Mario Gómez membawa paket komplet pengalaman Asia, termasuk mengenal atmosfer sepak bola Indonesia. Statusnya sebagai pelatih senior memberi jaminan adaptasi cepat di kompetisi regional.

Keempat kandidat tersebut mencerminkan satu pesan penting dari manajemen. Persebaya Surabaya tak sekadar ingin memenuhi kewajiban administratif, melainkan menghadirkan pelatih dengan dampak instan dan konsistensi.

Bare minimum bagi pelatih baru Persebaya Surabaya kini sangat jelas di mata suporter. Ia harus mampu membangun identitas permainan, menanamkan disiplin, dan menghidupkan mental juara dalam waktu singkat.

Pengalaman berada di lingkungan JDT menjadi modal berharga untuk menjawab kebutuhan tersebut. Kultur juara dianggap sebagai fondasi utama yang selama beberapa musim terakhir terasa hilang di Persebaya Surabaya.

Akhir 2025 menjadi titik penentu arah Green Force di Super League 2025/2026. Jika negosiasi berjalan mulus, drama pencarian pelatih bisa berakhir sebelum laga penting akhir Desember.

Lebih dari sekadar posisi klasemen, keputusan ini berkaitan dengan mimpi besar Bonek. Persebaya Surabaya dituntut kembali bersaing di papan atas dan menatap gelar juara sebelum usia klub genap 100 tahun pada 2027.

Persebaya Surabaya wajib punya pelatih baru yang mumpuni jika ingin wujudkan gelar juara sebelum 100 tahun. (Persebaya Surabaya)
Persebaya Surabaya wajib punya pelatih baru yang mumpuni jika ingin wujudkan gelar juara sebelum 100 tahun. (Persebaya Surabaya)

 
EDITOR: Hendra