← Beranda
3 Mantan Bintang Makin Gacor! Dicoret Persebaya Surabaya, Tapi Bersinar Terang di Klub Baru
Moch. Rizky Pratama PutraJumat, 12 Desember 2025 | 15.56 WIB
Flavio Silva, mantan bintang Persebaya Surabaya, makin gacor di klub barunya. (Instagram @flaviosilvaa_9)
 

JawaPos.com — Tiga mantan bintang Persebaya Surabaya musim lalu makin gacor dan justru tampil garang setelah dicoret pada awal musim 2025/2026. Kondisi ini memicu rasa rindu di kalangan Bonek yang melihat para eks pemain tersebut bersinar di klub barunya masing-masing.

Fenomena itu mencuat di tengah situasi Persebaya Surabaya yang sedang pincang sebelum menjamu pemuncak klasemen Borneo FC di pekan ke-15 Super League 2025/2026.

Dua pilar penting, Fransisco Rivera dan Bruno Moreira, dipastikan absen pada laga berat di Stadion Gelora Bung Tomo.

Rivera masih dihukum larangan bermain dua laga setelah kartu merah di pertandingan melawan Persik Kediri.

Sementara Moreira harus menepi akibat akumulasi empat kartu kuning yang membuat lini depan Persebaya Surabaya terancam tumpul.

Caretaker pelatih Uston Nawawi mau tak mau harus meracik ulang strategi tanpa dua sosok paling krusial di sektor serang. Situasi ini memperlemah daya dobrak Green Force yang sedang berusaha keluar dari tekanan.

Di tengah ketidakpastian performa tim, perbincangan suporter kembali menyinggung tiga nama yang sempat menjadi favorit namun dilepas di awal musim.

Mereka kini menunjukkan performa yang justru meningkat tajam bersama klub baru.

Akun fanbase @onlinepersebaya mengunggah statistik lengkap mereka yang memancing diskusi panjang di kolom komentar. Banyak Bonek mengungkapkan penyesalan atas keputusan Persebaya Surabaya melepas para pemain tersebut.

Mohammed Rashid kini tampil sebagai gelandang inti East Bengal di Liga India. Ia sudah turun 9 kali, mencetak 2 gol, mengoleksi 2 kartu kuning, dan mencatat 703 menit bermain.

Performa Rashid menunjukkan ia kembali mendapatkan ruang untuk berkembang dan dipercaya memimpin lini tengah. Ketika Bonek melihat performanya, sejumlah komentar bernada getir pun muncul.

Salah satu Bonek menuliskan, “Flavio karo Rasid jane sek apik, malah dilepas,” sebagai bentuk penyesalan melihat dua mantan pemain itu tampil konsisten.

Kalimat itu menggambarkan kekecewaan kontribusi mereka seharusnya masih dibutuhkan musim ini.

Nama yang paling membuat Bonek meradang tentu Flavio Silva, striker produktif yang kini berkostum Kaizer Chiefs di Liga Afrika Selatan. Ia mencatat 4 gol dalam 7 laga hanya dengan 290 menit bermain.

Efektivitas itu membuat banyak suporter Persebaya Surabaya semakin merasa kehilangan sosok finisher yang tampil ganas musim lalu.

Bonek lain menuliskan, “Eman asline mbuak Flavio . malah oleh petinju,” sebagai bentuk sindiran terhadap keputusan klub.

Tak berhenti di situ, performa Flavio bahkan kembali membawanya ke level internasional.

Seorang Bonek menambahkan komentar, “Flavio malah dipanggil Timnas Guinea-Bissau,” yang mempertegas betapa cepat peningkatan kualitas sang striker.

Satu lagi nama yang ikut bersinar adalah bek kokoh Slavko Damjanovic. Ia tampil solid bersama Bhayangkara FC dengan 13 pertandingan, 2 gol, 4 kartu kuning, dan total 1.158 menit bermain.

Slavko kembali menunjukkan karakter defensif yang kuat sekaligus ancaman dalam situasi bola mati. Penampilannya membuat sebagian Bonek makin teringat masa ketika lini belakang Persebaya Surabaya lebih stabil.

Di kolom komentar @onlinepersebaya, seorang suporter menumpahkan rasa kecewanya. Ia menulis, “Kesalahannya Persebaya melepas mereka bertiga,” sebagai bentuk kritik terhadap kebijakan transfer awal musim.

Ada juga Bonek yang menyinggung kualitas Flavio secara spesifik. Ia menuliskan, “Flavio bagus sih sayang kenapa dibuang,” memperlihatkan penilaian kemampuan sang striker belum layak didepak dari tim.

Munculnya komentar-komentar itu menggambarkan betapa besar dampak emosional dari keputusan melepas tiga pemain tersebut.

Para suporter kini melihat mereka tampil gacor di liga berbeda, sementara Persebaya Surabaya sedang kekurangan pemain penting di tengah jadwal padat.

Kondisi itu membuat perbandingan tak terhindarkan antara para mantan bintang dan pemain pengganti yang belum tampil maksimal. Ketika eks pemain justru berkembang, rasa penyesalan suporter pun semakin dalam.

Tiga pemain tersebut menunjukkan performa yang menanjak, stabil, dan memberi kontribusi nyata bagi klub barunya.

Mereka bukan sekadar mendapatkan menit bermain, tetapi menjadi figur penting yang meningkatkan kualitas tim.

Fenomena ini seakan menjadi pengingat bagi Persebaya Surabaya keputusan transfer berdampak panjang. Klub kini harus berfokus menemukan komposisi baru yang mampu menjaga stabilitas tim hingga akhir musim.

Sementara itu, bagi Bonek, penampilan gacor para eks pemain akan terus menjadi ironi yang sulit ditelan. Mereka bersinar terang di tempat lain tepat ketika Persebaya Surabaya sedang membutuhkan kedalaman skuad.

Tiga mantan bintang itu membuktikan diri belum habis dan justru berada di puncak performa. Kisah mereka kini menjadi catatan penting sekaligus pengingat atas keputusan yang mungkin terlalu cepat diambil.

EDITOR: Edi Yulianto