← Beranda
Kongres Pemilihan Ketua Asprov PSSI Ditunda Sampai 2026, Publik Soroti Alasan dan Rumor di Baliknya
Andre Rizal HanafiJumat, 12 Desember 2025 | 01.53 WIB
Asprov PSSI DKI Jakarta persiapkan perhelatan kompetisi Liga 3, Liga 4, Piala Suratin U-13, 15, 17, dan Piala Pertiwi musim 2024-2025. (Istimewa)
 

JawaPos.com - PSSI resmi mengumumkan penundaan Kongres Biasa Pemilihan Ketua Asprov PSSI Provinsi seluruh Indonesia.

Informasi ini pertama kali beredar melalui unggahan akun Instagram @forum_wasit_idn, yang menampilkan salinan surat resmi dari PSSI.

Dalam surat tersebut, PSSI menyampaikan bahwa agenda pemilihan seharusnya digelar pada Desember 2025 harus dijadwalkan ulang, dan rencana kongres akan berlangsung pada 2026.

PSSI menyebutkan sejumlah alasan yang melatarbelakangi penundaan tersebut.

Pertama, federasi menyinggung kondisi bencana alam yang tengah terjadi, terutama di wilayah Aceh dan Sumatera, sebagai pertimbangan kegiatan organisasi yang membutuhkan persiapan besar.

Kedua, adanya revisi Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) ikut memengaruhi perencanaan agenda internal.

Selain itu, PSSI juga menyoroti perlunya penguatan kerja sama lintas kementerian dan lembaga.

Langkah ini dianggap penting untuk mengoptimalkan pembinaan serta penyelenggaraan kompetisi daerah yang menggunakan dukungan dana APBD.

Poin terakhir adalah pelaksanaan sosialisasi Statuta PSSI edisi 2025 dan Peraturan Organisasi PSSI tahun 2025, yang dinilai membutuhkan waktu agar prosesnya berjalan menyeluruh di seluruh daerah.

Namun, keputusan tersebut memicu beragam respons dari publik. Pada unggahan yang sama, beberapa warganet melontarkan komentar kritis.

Baca Juga: Suhu Politik Jelang Pemilihan Ketua Asprov PSSI Jateng Memanas, Isu Black Campaign Mulai Bermunculan

Salah satunya dari akun @tito_othit yang menulis, “ngapain ditunda? bukan bencana nasional kan? logikanya belok lah.” Komentar ini mengarah pada keraguan soal alasan penundaan yang dinilai tidak cukup kuat untuk menghentikan agenda penting organisasi olahraga.

Respons yang lebih pedas datang dari akun @langitbiru.news. Ia menuliskan rumor bahwa penundaan ini berkaitan dengan peta persaingan kandidat.

Menurut komentarnya, kandidat yang disebut-sebut mendapat dukungan “ET” menjadi Ketua Umum Asprov PSSI justru berpotensi kalah.

“Daripada ambil risiko, mending undur tanpa batas waktu yang jelas, lumayan buat atur strategi plan B,” tulis akun tersebut.

Hingga kini, PSSI belum memberikan penjelasan lanjutan selain surat resmi yang sudah tersebar.

Publik pun menanti transparansi lebih jauh mengenai dinamika internal federasi, mengingat peran Ketua PSSI Provinsi cukup krusial dalam pembangunan sepak bola daerah.

Sementara itu, penundaan ini diprediksi akan berdampak pada sejumlah program yang sebelumnya menunggu formasi kepengurusan baru di tingkat provinsi.

Perkembangan selanjutnya akan terus dipantau, terlebih mengingat isu ini sudah ramai menjadi bahan perbincangan di media sosial.

EDITOR: Edi Yulianto