← Beranda
PSIM Siap Lepas Rafinha, PSIS Semarang Berpeluang Dapat Penyerang Baru
Andre Rizal HanafiJumat, 5 Desember 2025 | 22.38 WIB
Rafinha bersama PSIM Yogyakarta kabarnya siap merapat ke PSIS Semarang. (Dok. PSIM)
 

JawaPos.com - PSIM Yogyakarta dikabarkan mulai mempertimbangkan opsi meminjamkan Rafinha pada bursa transfer Januari mendatang.

Penyerang asal Brasil itu memang jarang mendapat menit bermain sepanjang putaran pertama Super League 2025/2026.

Pelatih Jean-Paul Van Gastel lebih banyak memberi kesempatan kepada penyerang asal Slovenia Hermin Heljeta yang mencetak 4 gol dari 13 kali penampilan, Anto Fase penyerang asal Belanda yang mencetak 2 gol dan 8 kali penampilan, dan Deri Corfe penyerang asal Inggris yang mencetak 1 gol dari 11 penampilan.

Keputusan Van Gastel sejauh ini berhasil membawa Laskar Mataram bersaing di papan atas klasemen Super League musim ini.

Minimnya jam terbang membuat masa depan Rafinha kembali jadi pembahasan. Beberapa klub disebut mulai meliriknya, mengingat rekam jejaknya yang cukup mentereng di kompetisi Liga 2 atau kini disebut Championship.

Sebelum naik kasta bersama PSIM, Rafinha juga sempat tampil apik ketika memperkuat PSCS Cilacap, di mana tampil sebanyak 17 kali dan berhasil mencetak 9 gol.

Produktivitas gol dan kemampuannya membuka ruang jadi alasan mengapa namanya masih menarik untuk banyak tim.

PSIS Semarang, yang sedang membutuhkan penyerang tajam, bisa menjadi opsi terbaik Rafinha untuk melanjutkan kariernya di Indonesia.

Laskar Mahesa Jenar memang sedang melakukan perombakan besar-besaran pada skuadnya di putaran kedua Championship.

CEO baru PSIS Semarang Datu Nova sedang mencari amunisi pemain baru untuk menambah daya gedor dan menyelamatkan Laskar Mahesa Jenar dari dasar klasemen Grup Timur Championship musim ini.

PSIS memang sangat membutuhkan tambahan pemain untuk mengisi pos di lini depan.

Dari 12 pertandingan putaran pertama Grup Timur, PSIS hanya mampu mencetak 10 gol, menjadi catatan terendah tim di grup tersebut.

Striker asing mereka, Camelion Sanchez, baru mampu mencetak satu gol dari 11 laga. Statistik itu membuat kebutuhan akan penyerang yang lebih tajam semakin mendesak.

Di sisi lain, Rafinha musim ini juga kesulitan menembus skema permainan PSIM.

Ia baru tampil tiga kali tanpa satu gol pun. Kondisi ini sangat berbeda dibanding musim lalu, ketika ia menjadi motor serangan Laskar Mataram di Liga 2. Tampil 22 kali dengan torehan 20 gol, Rafinha bukan hanya membawa PSIM menjadi juara Liga 2 2024/2025, tetapi juga terpilih sebagai pemain terbaik kompetisi tersebut.

Dengan situasi yang terjadi saat ini, opsi peminjaman tampaknya realistis bagi semua pihak.

PSIM tidak ingin kualitas Rafinha terbuang percuma hanya karena minim menit bermain, sementara PSIS membutuhkan sosok penyerang yang sudah terbukti mampu mencetak banyak gol di Indonesia.

Jika PSIM benar membuka peluang melepas Rafinha secara pinjaman, langkah itu bisa jadi angin segar untuk PSIS yang tengah membutuhkan seorang mesin gol.

Rafinha bakal menjadi andalan di lini depan Laskar Mahesa Jenar, sekaligus kesempatan baginya untuk kembali menghidupkan insting mencetak golnya yang musim lalu sempat membuatnya jadi sorotan di sepak bola Indonesia.

Untuk saat ini, semua masih sebatas rumor. Namun, dengan bursa Januari yang semakin dekat, nasib Rafinha tampaknya akan menjadi salah satu cerita paling menarik untuk diikuti apakah Rafinha akan bertahan di Laskar Mataram atau pindah ke Laskar Mahesa Jenar atau malah pindah ke tim Indonesia lainnya yang membutuhkan ketajamannya.

EDITOR: Edi Yulianto