JawaPos.com — Terungkap proses rahasia di balik keputusan mengejutkan Persik Kediri dan Ong Kim Swee yang sepakat mengakhiri kerja sama meski sang pelatih mencatat sejumlah hasil positif. Keputusan itu muncul setelah diskusi intens antara kedua belah pihak dan menghasilkan kesepahaman bersama tanpa gesekan.
Manajer tim Persik Kediri, M Syahid Nur Ichsan, menjelaskan manajemen langsung menghormati keputusan yang lahir dari pembicaraan tersebut.
“Manajemen Persik Kediri mengucapkan terima kasih kepada coach Ong Kim Swee atas komitmen, dedikasi, dan kerja kerasnya selama menangani tim,” ujar Syahid.
Menurut Syahid, kontribusi Ong selama berada di Kediri tidak hanya terlihat dari performa di lapangan.
Ia menegaskan profesionalisme sang pelatih menjadi nilai penting yang selalu dihargai klub dan menjadi catatan positif bagi perjalanan Persik.
“Profesionalisme yang diperlihatkan selama ini menjadi catatan positif bagi Persik dan kami menghargai setiap usaha yang telah dilakukan coach Ong Kim Swee untuk perkembangan tim,” tambah Syahid.
Pernyataan itu menandakan perpisahan ini terjadi secara elegan dan tanpa tekanan dari pihak manapun.
Di sisi lain, Ong Kim Swee juga memberikan respons menyejukkan seusai keputusan itu diumumkan.
Ia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada suporter, pemain, staf, hingga manajemen Persik Kediri yang selama ini selalu mendukungnya.
“Menangani Persik Kediri merupakan pengalaman berharga bagi saya. Para suporter, tim dan staf merupakan bagian penting yang selalu memberikan dukungan selama saya melatih Persik Kediri,” ungkap pelatih asal Malaysia itu.
Ucapannya menggambarkan kedekatannya dengan lingkungan Persik selama masa tugasnya.
Ong menegaskan klub berjuluk Macan Putih itu telah menjadi salah satu bagian baru dalam perjalanan hidupnya.
“Persik Kediri telah menjadi bagian baru dalam hidup saya. Klub ini dan para pemain Persik Kediri punya potensi besar,” pungkasnya.
Ia menaruh harapan besar agar Persik mampu berkembang lebih jauh setelah kepergiannya.
“Saya berharap tim ini dapat terus berkembang dan meraih hasil terbaik di kompetisi,” tutup Ong yang selama ini dikenal memiliki pendekatan taktis modern.
Keputusan berpisah ini terasa mengejutkan karena Ong sebenarnya membawa Persik meraih sejumlah hasil penting. Dalam 13 pertandingan, ia mencatat 4 kemenangan, 3 hasil imbang, dan 6 kekalahan dengan total 15 poin.
Rata-rata 1,15 poin per laga menunjukkan Persik masih berada dalam jalur kompetitif, terlebih dengan adaptasi pendek yang harus dijalani pelatih berkebangsaan Malaysia tersebut.
Namun hasil pertandingan sering kali bukan satu-satunya penentu masa depan pelatih dalam klub profesional.
Diskusi yang berlangsung tertutup dan disebut sebagai proses “rahasia” itu mengisyaratkan adanya pertimbangan strategis jangka panjang. Persik dan Ong tampaknya berusaha mencari titik temu terbaik demi menjaga stabilitas tim.
Syahid menjelaskan seluruh proses berjalan profesional dan penuh penghormatan satu sama lain.
Ia memastikan tidak ada isu internal yang memicu keputusan ini dan semuanya benar-benar didasarkan pada hasil pembicaraan bersama.
Ong yang memiliki lisensi Pro AFC dan favorit dengan formasi 3-4-3 sebenarnya memberikan identitas baru dalam permainan Persik.
Pendekatan taktikal dan kedisiplinan latihan yang ia terapkan membuat beberapa pemain berkembang pesat.
Dengan rerata periode melatih sekitar 1,67 tahun dalam kariernya, Ong dikenal cepat beradaptasi dengan lingkungan baru.
Namun setiap perjalanan pelatih tentu memiliki dinamika tersendiri, termasuk faktor-faktor yang tidak selalu terlihat dari luar.
Para suporter pun sempat terkejut dengan keputusan ini, sebab hubungan Ong dan tim terlihat hangat selama masa kepelatihannya.
Tetapi baik Persik maupun Ong memilih menjaga kenyamanan internal klub dan menutup rapat detail diskusi yang terjadi.
Situasi ini menegaskan pentingnya visi yang sejalan antara pelatih dan manajemen ketika menjalankan proyek jangka panjang.
Ketika arah strategis tidak lagi bertemu di tengah, keputusan terbaik adalah berpisah secara terhormat.
Ong meninggalkan kesan baik berkat pendekatan humanisnya dalam membangun hubungan dengan pemain.
Banyak yang menilai metode latihan dan gaya memimpinnya akan menjadi modal berharga bagi Persik untuk melangkah ke musim berikutnya.
Kini Persik perlu bergerak cepat menentukan langkah lanjutan setelah perpisahan ini.
Klub tentu ingin menjaga ritme permainan sekaligus mempertahankan momentum positif yang mulai terlihat dalam beberapa laga terakhir.
Meski berpisah, Ong dan Persik terlihat saling menghormati perjalanan yang telah dilalui bersama.
Cerita proses rahasia di balik keputusan ini sekaligus menunjukkan sisi human interest yang kerap tersembunyi di balik dunia sepak bola profesional.