JawaPos.com — Dari Bernardo Tavares hingga Timur Kapadze, Bonek menyuarakan sederet nama calon pelatih baru untuk Persebaya Surabaya setelah Eduardo Perez resmi dicopot dari kursi pelatih. Gelombang rekomendasi itu menyeruak tak lama setelah manajemen mengumumkan pemutusan kerja sama dan menyelipkan clue soal telah tercapainya kesepakatan jangka panjang dengan sosok pelatih anyar.
Persebaya Surabaya dan Edu Perez berpisah usai hasil imbang 1-1 kontra Arema FC di Stadion Gelora Bung Tomo pada Sabtu (22/11/2025).
Keputusan tersebut diumumkan langsung melalui akun Instagram resmi Green Force dan langsung memicu reaksi besar dari Bonek.
Dalam pengumuman itu, manajemen menegaskan proses profesional tengah berjalan dan menunggu tuntasnya legalitas sebelum nama pelatih baru diumumkan.
Clue mengenai kontrak jangka panjang membuat Bonek makin penasaran dan mulai menerka-nerka siapa sosok yang dimaksud.
Bonek kemudian membanjiri kolom komentar dengan usulan nama pelatih yang dianggap cocok menangani Persebaya Surabaya.
Dari sekian banyak usulan, lima nama paling sering disebut adalah Bernardo Tavares, Aji Santoso, Thomas Doll, Timur Kapadze, dan Jesus Casas.
Di antara seluruh kandidat, Tavares menjadi yang paling ramai didorong untuk datang ke Surabaya.
Banyak Bonek menuliskan komentar “Tavares In” hingga “Welcome Bernardo Tavares” sebagai isyarat harapan besar agar pelatih Portugal itu memimpin Green Force.
Tavares dianggap figur ideal karena rekam jejak suksesnya bersama PSM Makassar dan kini tengah menganggur, membuat peluang Persebaya Surabaya mendapatkannya dinilai terbuka lebar.
Sebagian Bonek bahkan mengklaim sang pelatih sudah menandatangani kontrak tiga tahun, meski kebenarannya masih menunggu pengumuman resmi.
Selain Tavares, nama Aji Santoso kembali mencuat sebagai sosok yang dirindukan Bonek.
Komentar seperti “Welcome back Aji Santoso” dan “Rindu coach Aji Santoso” menggambarkan betapa kuatnya nostalgia terhadap eks pelatih yang pernah membawa Persebaya Surabaya tampil penuh karakter.
Aji identik dengan filosofi permainan menyerang dan kedekatan emosional dengan klub serta suporter. Tak heran namanya terus disebut sebagai opsi realistis di tengah ketidakpastian transisi tim seusai pemecatan Edu Perez.
Selain itu, Bonek turut menyuarakan nama Thomas Doll, pelatih yang punya reputasi top di Super League.
Doll dianggap berpengalaman, memiliki kualitas manajemen tim yang kuat, dan dapat membangun struktur permainan lebih stabil.
Dua nama lain yang juga menghiasi percakapan Bonek ialah Timur Kapadze dan Jesus Casas.
Keduanya tengah dikaitkan dengan Timnas Indonesia, sehingga pamornya melambung dan ikut dilirik suporter Persebaya Surabaya sebagai kandidat potensial.
Kapadze dinilai mampu membawa atmosfer sepak bola modern dan pendekatan taktik progresif. Sementara Casas digadang punya kemampuan mengelola skuad dengan disiplin tinggi dan pembacaan laga yang matang.
Beragamnya nama kandidat menunjukkan besarnya ekspektasi Bonek terhadap perubahan signifikan dalam tubuh tim.
Persebaya Surabaya diharapkan segera bangkit dari inkonsistensi performa yang menyeret mereka ke situasi sulit dalam beberapa bulan terakhir.
Di balik euforia menyambut pelatih baru, satu nama lain yang justru ikut disorot Bonek adalah legenda Persebaya Surabaya, Uston Nawawi.
Bonek mendesak agar asisten pelatih itu turut diganti agar pelatih baru bisa membawa staf pilihannya sendiri.
Komentar seperti “#UstonOut” hingga “Mosok ben ganti pelatih, asistene jek Uston ae” memenuhi lini komentar Instagram Persebaya Surabaya.
Para suporter ingin manajemen melakukan penyegaran total pada staff kepelatihan, bukan hanya mengganti pelatih kepala.
Bonek menilai masalah Persebaya Surabaya tidak bisa selesai dengan pergantian satu posisi saja. Mereka ingin ada perubahan menyeluruh demi menciptakan stabilitas yang lebih baik di putaran berikutnya.
Sebagian bahkan meminta Uston dialihkan ke tim junior agar staf pelatih senior benar-benar baru dan segar.
Hal ini dianggap penting agar pelatih berikutnya leluasa membangun sistem kerja dari awal dengan jajaran pendukung yang selaras.
Persebaya Surabaya kini berada pada titik krusial yang menuntut keputusan cepat sekaligus tepat. Di satu sisi, manajemen sudah menyampaikan sosok pelatih baru sudah sepakat untuk kontrak jangka panjang.
Namun di sisi lain, Bonek menunggu nama yang sesuai ekspektasi besar mereka. Lima kandidat yang disuarakan menjadi bukti betapa pentingnya figur pelatih bagi masa depan tim.
Menarik dinantikan apakah manajemen memilih salah satu nama dari daftar yang direkomendasikan Bonek. Atau justru menghadirkan sosok yang sama sekali tak masuk radar publik.
Yang jelas, euforia menantikan pelatih baru kini menjadi sorotan utama di kalangan Bonek dan sepak bola nasional.
Persebaya Surabaya diharapkan mampu menjawab harapan itu dengan keputusan yang memberi harapan baru bagi perjalanan Green Force.