← Beranda
Jelang Laga Persebaya vs Persija: Tunjukkan Persaudaraan Bonek dan Jakmania yang Lahir lewat Restu Semesta
Moch. Rizky Pratama PutraSelasa, 14 Oktober 2025 | 22.52 WIB
Ilustrasi: Bonek siap sambut Jakmania di laga Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta. (Persebaya Surabaya)

JawaPos.com - Bonek tak sabar menantikan laga penuh gengsi antara Persebaya Surabaya dan Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (18/10) mendatang.

Pertemuan dua klub besar ini bukan sekadar pertandingan, melainkan ajang pembuktian solidaritas dan kedewasaan dua basis suporter terbesar di Indonesia.

Pertandingan pekan ke-9 Super League 2025/2026 ini dipastikan menyedot perhatian publik sepak bola nasional.

Selain karena rivalitas klasik di lapangan hijau, momen ini juga menjadi simbol persaudaraan baru antara Bonek dan Jakmania.

Antusiasme suporter Green Force terasa kian memuncak sejak pengumuman jadwal resmi pertandingan.

Capo Ipul, salah satu tokoh Bonek, menyebut laga ini bukan hanya tentang perebutan tiga poin, tapi juga tentang cara menunjukkan wajah baru suporter Surabaya yang dewasa dan bersahabat.

“Persebaya dan Persija adalah klub dengan sejarah besar dalam sepak bola Indonesia,” ujar Capo Ipul lewat kanal YouTube resmi Persebaya Surabaya, Selasa (14/10/2025).

Ia menegaskan daya tarik laga ini bukan hanya bagi warga Surabaya, tapi juga bagi masyarakat Jakarta yang sama-sama mencintai sepak bola.

Bagi Bonek, kedatangan Jakmania ke Gelora Bung Tomo adalah momen bersejarah. Ini menjadi kesempatan membuktikan Surabaya sudah siap menyambut tamu dengan damai, tanpa kehilangan semangat militannya di tribun.

Capo Ipul mengenang momen pertama kali Jakmania hadir di GBT saat laga nonresmi beberapa waktu lalu.

Menurut dia, saat itu menjadi bukti nyata Bonek telah banyak berkembang dalam hal penerimaan terhadap suporter tamu. Kini, ujian sebenarnya datang di laga resmi yang sarat tensi dan gengsi.

“Salah satu test case-nya adalah ketika suporter Jakarta datang ke Surabaya di pertandingan resmi, dan semua berjalan baik. Semua saling sambut, semua saling menerima apapun hasil pertandingan di lapangan,” kata Capo Ipul.

Tidak Ada Sepak Bola Seharga Nyawa

Ia menekankan, tidak ada nyawa yang sebanding dengan sebuah pertandingan sepak bola. Bagi Capo Ipul, semangat suporter sejati adalah menjaga sportivitas, bukan menambah permusuhan.

“Dalam sepak bola tidak ada harga yang lebih tinggi dari nyawa manusia. Sepak bola adalah hiburan dan wadah silaturahmi, bukan ajang permusuhan,” ujarnya tegas.

Suasana damai antara Bonek dan Jakmania dianggap sebagai restu dari semesta. Perdamaian itu, kata Capo Ipul, tidak lahir dari perundingan, tapi dari kesadaran bersama dua kota besar yang sama-sama mencintai klub kebanggaannya.

“Semesta yang merestui untuk Surabaya dan Jakarta bisa saling menerima,” ucap Capo Ipul penuh makna. Ia mengingatkan, panasnya rivalitas di lapangan bukan alasan untuk menyalakan api kebencian di luar stadion.

Bonek dan Jakmania dikenal sama-sama militan, penuh semangat, dan punya basis massa yang besar.

Dua kekuatan ini akan kembali bertemu dalam suasana kompetitif, namun diharapkan tetap dalam bingkai sportivitas dan saling menghormati.

“Residensi tinggi dan suasana panas itu hal biasa. Tapi siapa yang berjuang dengan yakin dan spartan, itulah yang pantas menang,” tuturnya.

Seruan “Satu Nyali Wani!” kembali menggema di kalangan Bonek menjelang laga Sabtu nanti. Yel-yel itu menjadi pengingat keberanian bukan hanya soal bertarung di tribun, tapi juga soal menjaga perdamaian.

Skuad Persebaya Nyaris Komplet, Minus Ernando Ari 

Secara teknis, Persebaya Surabaya datang ke laga ini dengan modal positif. Green Force belum terkalahkan dalam dua pertandingan terakhir setelah menumbangkan Semen Padang dan menahan imbang Dewa United.

Skuad asuhan pelatih Eduardo Perez hanya kehilangan satu pemain, Ernando Ari, yang baru selesai memperkuat Timnas Indonesia. Selebihnya, para pemain terus berlatih intensif di jeda kompetisi demi menjaga ritme permainan.

Kemenangan atas Persija akan menjadi target penting bagi Persebaya untuk menjaga posisi di papan atas klasemen sementara Super League 2025/2026.

Saat ini, Persebaya menempati peringkat keenam dengan 10 poin, hanya terpaut satu angka dari Persija di posisi keempat.

Persaingan ketat ini dipastikan menambah panas atmosfer pertandingan. Namun di luar lapangan, kedua kelompok suporter diharapkan tetap menunjukkan kedewasaan dan semangat persaudaraan yang kini mulai tumbuh.

Laga Persebaya vs Persija tak lagi sekadar tentang rivalitas dua kota besar. Ini adalah simbol evolusi suporter Indonesia menuju era yang lebih damai, dewasa, dan penuh rasa hormat antar sesama pecinta sepak bola.

Bonek ingin membuktikan, dukungan militan bisa berjalan berdampingan dengan sikap ramah terhadap tamu.

Dan Sabtu nanti, di Gelora Bung Tomo, Surabaya akan menjadi saksi semangat “Satu Nyali Wani” kini bermakna lebih luas dari sekadar pekikan di tribun.

EDITOR: Bayu Putra