← Beranda
Marselino Ferdinan Tak Bisa Main! Intip 3 Pengganti Potensial Jelang Laga Timnas Indonesia vs Arab Saudi
Moch. Rizky Pratama PutraRabu, 8 Oktober 2025 | 22.44 WIB
Marselino Ferdinan saat bela Timnas Indonesia. (Instagram @marselinoferdinan10)
 

JawaPos.com — Timnas Indonesia menghadapi ujian berat di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Dua lawan tangguh, Arab Saudi dan Irak, sudah menanti, sementara salah satu motor serangan utama, Marselino Ferdinan, dipastikan tak bisa tampil.

Kabar absennya Marselino jadi pukulan besar bagi skuad Garuda yang tengah membangun ritme permainan di bawah asuhan Patrick Kluivert.

Gelandang muda berusia 21 tahun itu masih menjalani terapi akibat cedera hamstring yang dideritanya saat melawan Lebanon.

Ketua BTN, Sumardji, memastikan kondisi Marselino belum memungkinkan untuk tampil. Ia menegaskan sang pemain masih fokus pemulihan agar bisa kembali fit 100 persen untuk laga berikutnya.

Meski kehilangan salah satu pemain kunci, Kluivert tak mau larut dalam kekhawatiran.

Pelatih asal Belanda itu telah menyiapkan 28 pemain untuk agenda kali ini dan diyakini sudah menimbang sejumlah opsi pengganti di lini tengah.

Marselino selama ini dikenal sebagai jantung kreativitas Timnas Indonesia. Keberaniannya dalam menembus pertahanan lawan dan kemampuannya mengatur tempo membuat perannya sulit tergantikan.

Namun, absennya pemain KMSK Deinze itu membuka peluang bagi pemain lain untuk unjuk gigi. Tiga nama mencuat sebagai kandidat kuat yang bisa mengisi kekosongan di posisi gelandang serang.

Egy Maulana Vikri

Salah satunya adalah Egy Maulana Vikri. Pemain berpengalaman ini punya kualitas yang mumpuni untuk menanggung beban di lini tengah sekaligus menjadi penggerak serangan.

Egy memiliki visi bermain tajam dan kemampuan membaca ruang dengan sangat baik. Ia juga piawai mengirim umpan terobosan dan memecah kebuntuan dengan dribel cepat serta kelincahan khasnya.

Selama membela Timnas, Egy kerap menunjukkan insting menyerang tinggi dan determinasi besar. Pengalamannya di level internasional menjadi modal penting bagi Kluivert untuk tetap menjaga agresivitas tim meski tanpa Marselino.

Eliano Reijnders

Selain Egy, ada nama Eliano Reijnders yang sedang naik daun bersama Persib Bandung. Gelandang serba bisa ini tampil konsisten di Liga 1 dan sering melakukan penetrasi ke jantung pertahanan lawan.

Eliano dikenal punya gaya main dinamis yang mengingatkan pada sosok Marselino. Ia mampu bermain sebagai gelandang box-to-box, menghubungkan lini belakang dan depan dengan aliran bola yang rapi.

Kecerdasannya dalam membaca arah permainan membuatnya bisa menjadi pengatur tempo baru di tengah lapangan.

Postur tubuh yang kuat juga mendukungnya dalam duel fisik menghadapi pemain-pemain Arab Saudi yang dikenal tangguh.

Miliano Jonathans

Nama lain yang mulai menarik perhatian adalah Miliano Jonathans. Pemain muda FC Utrecht ini tampil impresif pada laga FIFA Matchday sebelumnya bersama skuad Garuda.

Miliano punya karakter permainan khas Eropa yang disiplin namun eksplosif. Ia bisa beroperasi di sisi sayap maupun di tengah, memberikan variasi serangan yang lebih cair dan sulit ditebak.

Pergerakannya tanpa bola menjadi nilai tambah bagi tim yang membutuhkan mobilitas tinggi. Keberaniannya menekan lawan dan menjaga tempo membuatnya cocok dengan gaya bermain cepat yang disukai Kluivert.

Kombinasi tiga nama ini menjadi sinyal positif di tengah badai cedera yang melanda. Kreativitas Egy, fleksibilitas Reijnders, dan energi Jonathans bisa menghadirkan keseimbangan baru di lini tengah Timnas Indonesia.

Kluivert sendiri dikenal gemar bereksperimen dengan skema menyerang yang adaptif. Dengan materi pemain seperti ini, ia punya banyak opsi untuk mengatur formasi dan strategi sesuai karakter lawan.

Meski kehilangan Marselino jelas mengurangi daya gigit tim, kesempatan ini bisa jadi momentum munculnya wajah baru di skuad Garuda.

Setiap laga internasional selalu memberi ruang bagi pemain muda untuk membuktikan diri di level tertinggi.

Timnas Indonesia diperkirakan akan tetap bermain agresif meski menghadapi tekanan besar di markas Arab Saudi. Kecepatan dan kreativitas dari lini kedua akan menjadi senjata utama untuk membongkar pertahanan lawan.

Egy bisa menjadi pembeda dengan visi bermain dan insting golnya yang mulai kembali terasah. Reijnders berpotensi menambah kekuatan transisi cepat, sementara Jonathans mampu menambah variasi dalam serangan balik.

Jika Kluivert mampu mengelola potensi tiga pemain ini dengan baik, absennya Marselino bisa diatasi tanpa kehilangan ritme permainan.

Adaptasi dan kepercayaan diri akan menjadi faktor kunci untuk mencuri poin di laga penting ini.

Marselino mungkin tak bisa unjuk gigi kali ini, tapi kehadiran pemain-pemain muda berbakat memberi sinyal regenerasi di tubuh Timnas Indonesia berjalan positif.

Para pengganti punya peluang emas untuk membuktikan diri di panggung besar.

Semangat juang dan mentalitas menjadi modal utama Garuda dalam menghadapi dua laga berat ini.

Dengan strategi yang matang dan pemain yang haus pembuktian, harapan untuk mencuri poin dari Arab Saudi tetap terbuka lebar.

Absennya Marselino memang kehilangan besar, tapi bukan akhir dari cerita. Justru inilah saatnya pemain lain menunjukkan kapasitas terbaik mereka untuk menjaga asa Garuda terbang tinggi di kualifikasi Piala Dunia 2026.

EDITOR: Edi Yulianto