← Beranda
Terbongkar! Alasan Semen Padang Pecat Eduardo Almeida, Kalah 5 Kali dari 7 Pertandingan
Moch. Rizky Pratama PutraRabu, 8 Oktober 2025 | 21.57 WIB
Eduardo Almeida harus mengakhiri kerja samanya bersama Semen Padang. (Semen Padang)
 
JawaPos.com — Terbongkar sudah alasan di balik keputusan mengejutkan manajemen Semen Padang FC yang resmi memecat pelatih kepala Eduardo Almeida. Keputusan ini diambil setelah tim berjuluk Kabau Sirah menelan lima kekalahan dari tujuh laga awal Super League 2025/2026.

Rentetan hasil buruk itu membuat manajemen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa tim. Dari hasil evaluasi itulah, keputusan berpisah secara resmi dengan pelatih asal Portugal tersebut akhirnya diambil.

CEO Semen Padang FC, Win Benardino, menyampaikan keputusan pemutusan kerja sama itu dilakukan dengan cara baik-baik.

Ia menegaskan manajemen tetap menghormati dedikasi dan kontribusi Eduardo selama menangani tim sejak awal musim.

“Setelah melalui proses evaluasi bersama, kami sepakat untuk mengakhiri kerja sama dengan Coach Eduardo Almeida. Kami berterima kasih atas dedikasi dan kerja keras beliau selama menukangi tim,” ujar Win Bernadino dalam keterangan resminya.

Kekalahan demi kekalahan yang diderita Semen Padang menjadi sinyal kuat adanya penurunan performa yang sulit dibendung.

Dalam tujuh laga awal musim ini, tim hanya mampu meraih satu kemenangan, satu hasil imbang, dan lima kali kalah dengan total empat poin.

Catatan tersebut menjadi salah satu rekor terburuk Semen Padang dalam sejarah tampil di kasta tertinggi sepak bola nasional.

Rata-rata perolehan poin hanya 0,57 per pertandingan, jauh dari target manajemen yang ingin tim bersaing di papan tengah musim ini.

Manajemen menganggap situasi itu sudah cukup menjadi alarm bagi perubahan di tubuh tim.

Mereka menilai langkah mengganti pelatih menjadi keputusan paling realistis demi menjaga semangat pemain dan arah permainan tetap hidup.

Win menegaskan keputusan ini bukan semata karena hasil di lapangan, tapi juga hasil dari proses evaluasi menyeluruh yang melibatkan pelatih, pemain, dan manajemen.

Ia menyebut semua pihak sudah duduk bersama dan mencapai kesepakatan terbaik bagi kedua belah pihak.

“Manajemen memastikan semua kesepakatan dalam kontrak dijalankan sebagaimana mestinya. Hak-hak Coach Eduardo akan kami penuhi secara profesional,” tegas Win menambahkan.

Pernyataan itu memperkuat komitmen Semen Padang FC untuk menjaga hubungan baik meski kerja sama telah berakhir. Klub ingin perpisahan ini berjalan tanpa polemik dan tetap menjunjung tinggi profesionalisme di dunia sepak bola.

Selama masa transisi, manajemen menunjuk pelatih interim untuk memimpin tim sementara waktu. Sosok tersebut akan bertugas menjaga ritme latihan dan mempersiapkan tim menghadapi laga berikutnya.

“Kami sedang mempersiapkan langkah selanjutnya untuk menentukan pelatih baru. Dalam masa transisi ini, tim akan tetap dipimpin oleh pelatih interim agar persiapan tim tetap berjalan dengan baik,” jelas Win.

Meski belum menyebutkan nama calon pengganti, manajemen diyakini sudah mulai menjajaki beberapa kandidat pelatih baru.

Targetnya, pelatih anyar bisa segera diumumkan sebelum laga-laga krusial di putaran pertama Super League berlanjut.

Semen Padang sendiri masih harus berjuang memperbaiki posisi di klasemen sementara. Tim berada di papan bawah dan terancam masuk zona degradasi jika tren negatif tidak segera diputus.

Eduardo Almeida diketahui tak lagi akan mendampingi tim saat Kabau Sirah menghadapi Bhayangkara FC pada 20 Oktober mendatang. Pertandingan itu akan menjadi laga pertama tanpa sosok pelatih asal Portugal di sisi lapangan.

Momen ini menjadi awal babak baru bagi Semen Padang FC yang berusaha bangkit setelah periode sulit di awal musim. Manajemen berharap perubahan pelatih bisa membawa energi baru bagi seluruh skuad.

Dalam catatan manajemen, Eduardo sempat memberikan warna berbeda di awal kepemimpinannya dengan gaya permainan menyerang dan penguasaan bola cepat.

Namun, performa tim justru menurun drastis saat menghadapi lawan-lawan tangguh.

Kelemahan di lini belakang dan kurangnya kreativitas di sektor tengah menjadi masalah utama yang belum terselesaikan hingga laga ketujuh.

Situasi itu membuat tekanan meningkat dari suporter yang menginginkan perubahan segera.

Suporter Semen Padang dikenal memiliki loyalitas tinggi terhadap tim kebanggaan Ranah Minang tersebut. Namun, mereka juga menuntut hasil yang sepadan dengan dukungan besar yang terus diberikan di setiap pertandingan.

Manajemen akhirnya memilih langkah tegas agar situasi di ruang ganti tetap kondusif. Pemecatan Eduardo dianggap keputusan sulit tapi perlu diambil demi kepentingan tim secara keseluruhan.

Win menambahkan, keputusan ini juga bertujuan untuk memberi sinyal positif bagi pemain agar tetap termotivasi. Ia berharap pergantian pelatih dapat memicu semangat baru dan mengembalikan rasa percaya diri tim di lapangan.

Meski berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan, masa kerja Eduardo tetap meninggalkan catatan penting bagi Semen Padang FC.

Ia dikenal sebagai sosok disiplin dan pekerja keras yang berupaya membangun karakter tim sejak pramusim.

Namun, dunia sepak bola tak lepas dari tuntutan hasil. Dalam kompetisi yang ketat seperti Super League, lima kekalahan dari tujuh pertandingan menjadi tekanan besar yang sulit dihindari bagi seorang pelatih kepala.

Kini seluruh fokus Semen Padang FC tertuju pada proses pemulihan performa dan mental pemain. Manajemen berharap kehadiran pelatih baru nanti bisa membawa stabilitas dan arah permainan yang lebih jelas.

Perpisahan dengan Eduardo Almeida menandai babak baru perjalanan Kabau Sirah di musim 2025/2026. Fans tentu menanti apakah perubahan ini bisa menjadi titik balik kebangkitan tim kebanggaan Sumatera Barat tersebut.

EDITOR: Edi Yulianto