JawaPos.com — Persebaya Surabaya dan Semen Padang FC memiliki catatan pertemuan yang cukup ketat sepanjang sejarah mereka di kancah sepak bola nasional. Dari sembilan laga yang sudah dimainkan di semua ajang, Persebaya hanya mampu meraih dua kemenangan, sementara Semen Padang unggul dengan tiga kemenangan, dan sisanya berakhir imbang sebanyak empat kali.
Pertemuan ke-10 kedua tim terjadi pada pekan ke-6 Super League 2025/20226 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (19/9/2025) malam.
Laga ini sudah dinantikan karena riwayat pertemuan mereka selalu menghadirkan tensi tinggi dan hasil yang sulit diprediksi.
Menariknya, dalam empat laga terakhir, baik Persebaya maupun Semen Padang selalu harus puas berbagi poin. Hasil imbang menjadi tren kuat setiap kali kedua tim saling bentrok, seolah keduanya berada di level yang sangat seimbang.
Namun kali ini, Kabau Sirah berhasil mencuri kemenangan tipis dari kandang Green Force.
Hasil ini mempertegas keunggulan rekor pertemuan Semen Padang atas Persebaya, sekaligus membuat Green Force harus menelan pil pahit di hadapan pendukungnya sendiri.
Persebaya sebenarnya datang dengan motivasi tinggi setelah mencatat dua kemenangan dan dua kekalahan dari empat laga awal musim ini.
Mereka mengoleksi enam poin dan duduk di posisi kedelapan klasemen sebelum laga melawan Semen Padang digelar.
Sayangnya, rentetan hasil imbang dalam pertemuan terakhir kembali menjadi tekanan tersendiri bagi tim asuhan Eduardo Perez.
Alih-alih bangkit setelah kekalahan dari Persib Bandung di pekan ke-5, Persebaya justru kembali gagal mengamankan poin penuh.
Eduardo Perez sebelumnya menegaskan timnya akan berjuang maksimal setelah mendapatkan waktu persiapan selama satu pekan.
"Kita punya waktu satu minggu untuk pertandingan selanjutnya dan kami akan melakukan yang terbaik,” tegas Eduardo Perez jelang hadapi Semen Padang.
Namun, strategi yang diterapkan pelatih asal Spanyol itu tak mampu membendung semangat juang Kabau Sirah yang tampil disiplin.
Semen Padang datang ke Surabaya dengan kondisi kurang meyakinkan setelah hanya meraih satu kemenangan, satu hasil imbang, dan dua kekalahan dari empat laga awal.
Dengan catatan empat poin, tim asuhan Eduardo Almeida berada di papan bawah, tepatnya posisi ke-14 klasemen sementara.
Namun, kekalahan mereka dari PSBS Biak pada pekan sebelumnya justru menjadi motivasi untuk bangkit. Almeida menyebut sepak bola adalah tentang hasil, dan timnya belajar banyak dari kekalahan itu untuk menghadapi Persebaya.
"Sepak bola adalah tentang hasil, dan kami akan belajar dari kekalahan ini untuk kemudian bangkit di laga berikutnya,” kata Eduardo Almeida.
Hasil manis di Gelora Bung Tomo akhirnya membuktikan Kabau Sirah mampu tampil lebih solid dibanding sebelumnya.
Kemenangan tipis ini menjadi tambahan berharga sekaligus meningkatkan moral tim untuk menatap laga-laga selanjutnya.
Sementara itu, Persebaya kembali harus menghadapi kenyataan pahit usai kalah dari tim yang secara peringkat berada di bawah mereka.
Tekanan dari suporter juga dipastikan meningkat karena Green Force gagal memaksimalkan laga kandang.
Eduardo Perez tentu harus segera menemukan formula terbaik untuk membangkitkan performa tim.
Konsistensi masih menjadi masalah besar Persebaya sejak awal musim ini, terutama dalam hal penyelesaian akhir dan menjaga fokus sepanjang pertandingan.
Di sisi lain, Semen Padang berhasil membalikkan keraguan publik dengan hasil mengejutkan di Surabaya.
Catatan tiga kemenangan dari total sepuluh pertemuan kini semakin mempertegas dominasi tipis Kabau Sirah atas Persebaya.
Rekor pertemuan ini jelas menjadi catatan penting bagi kedua tim ke depannya.
Persebaya harus bekerja keras untuk menipiskan jarak rekor yang sudah berpihak kepada Semen Padang jika ingin kembali membangun superioritas mereka.
Jika melihat tren, setiap laga Persebaya kontra Semen Padang memang selalu sulit ditebak. Empat hasil imbang beruntun sebelumnya menjadi bukti kedua tim punya gaya bermain yang saling meniadakan.
Namun kemenangan kali ini tentu menjadi catatan istimewa bagi Semen Padang. Selain berhasil mematahkan tren imbang, mereka juga sukses mencuri tiga poin dari lawan yang lebih diunggulkan di atas kertas.
Persebaya perlu belajar banyak dari kegagalan ini, terutama dalam menjaga konsentrasi dan memanfaatkan peluang. Bermain di kandang seharusnya menjadi modal besar, tetapi justru berbalik menjadi tekanan tersendiri.
Dengan hasil ini, Semen Padang berhak menatap masa depan lebih optimistis. Almeida punya kesempatan untuk membangun kepercayaan diri tim sekaligus memperbaiki peringkat Kabau Sirah di papan klasemen.
Bagi Persebaya, kekalahan tipis ini menjadi pengingat konsistensi adalah kunci utama di liga yang ketat seperti Super League. Jika tidak segera berbenah, posisi mereka bisa terancam turun lebih jauh di klasemen.
Riwayat pertemuan yang berpihak ke Semen Padang kini menambah warna tersendiri dalam rivalitas kedua tim.
Green Force tentu tak ingin selalu menjadi korban dominasi Kabau Sirah, sehingga laga-laga berikutnya dipastikan akan semakin panas.
Pertandingan antara Persebaya Surabaya melawan Semen Padang sekali lagi membuktikan sepak bola Indonesia selalu penuh kejutan.
Rekor, tren, dan prediksi tak selalu berjalan sesuai rencana, karena pada akhirnya hasil di lapanganlah yang berbicara.
5 Pertandingan Terakhir Persebaya Surabaya vs Semen Padang FC:
- 11/5/25 - Persebaya Surabaya 1-1 Semen padang FC
- 15/12/24 - Semen Padang FC 0-0 Persebaya Surabaya
- 28/11/19 - Persebaya Surabaya 1-1 Semen Padang FC
- 28/7/19 - Semen Padang FC 0-0 Persebaya Surabaya
- 17/1/15 - Semen Padang 0-1 Persebaya Surabaya