← Beranda
Suporter Desak Eduardo Almeida Out! Semen Padang Wajib Kalahkan Persebaya Surabaya
Moch. Rizky Pratama PutraRabu, 17 September 2025 | 21.07 WIB
Pelatih Eduardo Almeida dalam tekanan untuk membawa Semen Padang kalahkan Persebaya Surabaya. (Media Semen Padang)

JawaPos.com—Hari penghakiman bagi Eduardo Almeida kian dekat. Pelatih asal Portugal itu menjadi sorotan tajam usai rentetan hasil minor Semen Padang di awal musim Super League 2025/2026.

Semen Padang akan bertandang ke markas Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo (SUGBT), Jumat (19/9). Laga ini disebut-sebut bisa menjadi penentu nasib Almeida di kursi kepelatihan Kabau Sirah.

Sorotan kepada sang pelatih muncul setelah Semen Padang gagal memanfaatkan laga kandang. Usai ditahan imbang, mereka malah dipermalukan PSBS Biak dengan skor 1-2 di hadapan pendukung sendiri.

Dari empat pertandingan yang sudah dilakoni musim ini, Semen Padang baru mengemas satu kemenangan. Sisanya, satu kali imbang dan dua kali kalah, membuat posisi Almeida kian tertekan.

Kekecewaan suporter pun mencuat di media sosial resmi klub. Banyak komentar bernada ultimatum yang menuntut Almeida bertanggung jawab atas performa buruk tim.

“Bentuk tanggung jawab Almeida kalau kehilangan poin lawan Persebaya, lebih baik sekarang daripada terlambat,” tulis salah satu suporter. Ada pula yang langsung menggaungkan tagar #EAOUT sebagai desakan pemecatan.

Tidak hanya itu, sejumlah fans juga menyoroti strategi dan keputusan pergantian pemain Almeida. Mereka menilai kesalahan teknis dari pinggir lapangan turut berperan dalam jebloknya performa Semen Padang.

“Pelatih harus tanggung jawab kalau masih seperti itu main,” tulis salah satu suporter. Sementara akun lainnya terang-terangan menyebut Almeida tidak layak lagi melatih tim.

Tekanan publik ini membuat duel kontra Persebaya Surabaya semakin krusial. Satu kesalahan saja bisa membuat jabatan Almeida benar-benar melayang.

Apalagi, lawan yang dihadapi bukan tim sembarangan. Persebaya Surabaya dikenal tangguh di kandang sendiri dan bakal mendapat dukungan penuh Bonek Mania.

Bagi Almeida, kemenangan menjadi harga mati. Jika gagal mencuri poin di GBT, peluangnya untuk tetap bertahan di Semen Padang diprediksi akan menipis.

Catatan statistik pun memperlihatkan betapa rapuhnya tim besutannya. Sejak musim 2018/2019 hingga kini, Almeida sudah memimpin Semen Padang dalam 46 laga resmi.

Dari jumlah itu, Semen Padang hanya mencatat 14 kemenangan. Sisanya 13 kali imbang dan 19 kali kalah, dengan produktivitas gol yang tidak seimbang.

Tim memang mencetak 55 gol, tetapi sudah kebobolan 74 kali. Total poin yang dikumpulkan Almeida hanya 55 dengan rata-rata 1,20 poin per laga.

Musim ini kondisinya justru memburuk. Dari empat pertandingan awal, Semen Padang baru mengantongi empat poin saja dengan rata-rata 1,00 poin per laga.

Hasil ini jelas membuat kesabaran manajemen dan suporter semakin tipis. Semakin lama Almeida bertahan tanpa hasil positif, semakin kuat pula desakan untuk melepasnya.

Di sisi lain, profil Almeida sejatinya cukup mentereng. Pelatih berlisensi UEFA Pro itu lahir di Portugal pada 22 Maret 1978 dan lebih menyukai formasi 4-3-3 defensif.

Meski demikian, strategi andalannya belum membuahkan hasil signifikan. Pertahanan rapuh dan lini depan kurang tajam membuat timnya sulit bersaing di papan atas.

Kini, semua sorotan tajam tertuju kepadanya jelang laga besar melawan Persebaya Surabaya. Publik menanti apakah ia mampu membalikkan keadaan atau justru tersingkir dari kursi pelatih.

Situasi semakin panas karena Semen Padang berada di jalur yang mengkhawatirkan. Dua laga kandang sebelumnya gagal dimanfaatkan dengan baik dan memperburuk kondisi tim.

Jika kembali menelan kekalahan, posisi Almeida hampir pasti tidak bisa diselamatkan lagi. Suporter jelas tak akan menerima jika rentetan hasil minor terus berlanjut.

Maka, duel kontra Persebaya Surabaya di GBT bisa disebut sebagai laga hidup mati Almeida. Semua keputusan yang ia ambil di pinggir lapangan akan diperhitungkan secara detail.

Tak ada lagi ruang untuk blunder seperti laga sebelumnya. Almeida harus membuktikan dirinya masih layak memimpin Kabau Sirah di Super League.

Andai mampu mencuri kemenangan, Almeida bisa memperpanjang napasnya di kursi pelatih. Tapi jika pulang dengan tangan hampa, tagar #EAOUT kemungkinan besar jadi kenyataan.

Dengan kondisi penuh tekanan ini, partai Persebaya Surabaya vs Semen Padang akan menjadi tontonan yang menegangkan. Semua mata tertuju pada Eduardo Almeida yang tengah menanti hari penghakimannya.

Apakah ia mampu mengukir kejutan di GBT atau justru menjadi akhir perjalanan panjangnya bersama Semen Padang. Jawabannya akan ditentukan Jumat malam nanti di Surabaya.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah