← Beranda
Direktur Teknik PSSI Alexander Zwiers Full Senyum Kunjungi Persebaya Surabaya, Sebut Green Force Tim Istimewa
Moch. Rizky Pratama PutraJumat, 12 September 2025 | 00.54 WIB
Direktur Teknik PSSI Alexander Zwiers saat kunjungan ke Persebaya Surabaya. (Media Persebaya)

JawaPos.com — Direktur Teknik PSSI, Alexander Thijs Jetse Zwiers, menyebut Persebaya Surabaya sebagai klub dengan karakter yang sangat istimewa. Pria asal Belanda itu bahkan kagum karena Green Force memiliki kompetisi internal yang melibatkan 20 klub untuk terus memproduksi pemain berkualitas setiap tahunnya.

Kunjungan Alex ke Persebaya Surabaya dilakukan pada Selasa (9/9/2025), saat Green Force bersiap menghadapi pekan kelima Super League 2025/2026.

Kehadirannya langsung disambut jajaran pelatih yang dipimpin Eduardo Perez dan Kepala Persebaya Future Lab, Ganesha Putera.

Menurut Alex, keunikan Persebaya Surabaya tidak hanya pada sejarah panjangnya di sepak bola Indonesia, tetapi juga sistem pembinaan yang mengakar.

Identitas klub yang jelas dan pola kerja sama dengan 20 klub internal membuat Persebaya Surabaya berbeda dari tim lain.


“Saya pikir (Persebaya) adalah klub dengan karakter spesial. Saya pikir klub ini memiliki identitas yang jelas dan kerja sama dengan 20 klub (internal) yang membuat mereka sangat unik dan berbeda,” ujar Alex dikutip dari I.League, Kamis (11/9/2025).


Pelatih kepala Persebaya Surabaya, Eduardo Perez, mengaku bangga dengan perhatian yang diberikan Direktur Teknik PSSI itu.

Ia menegaskan, kehadiran Alex menjadi motivasi tambahan bagi timnya dalam mengembangkan sepak bola Indonesia.

Eduardo menyebut pihaknya selalu terbuka untuk mendukung program PSSI. Bahkan, ia menilai kolaborasi ini bukan sekadar hubungan pelatih Spanyol dan Belanda, tetapi kerja sama untuk masa depan sepak bola nasional.

“Kami sangat menghargai kunjungan dari seorang profesional seperti dia yang tertarik dengan segala hal di klub, budaya, dan lainnya,” kata Eduardo Perez.

“Ini bukan hanya sekadar kolaborasi antara pelatih Spanyol dan Belanda. Tapi berkolaborasi untuk mengembangkan sepak bola di Indonesia.”

Kehadiran Alex disambut hangat oleh seluruh jajaran pelatih dan ofisial Persebaya Surabaya.

Mereka melihat sosok berusia 50 tahun itu sebagai figur profesional yang peduli dengan detail, mulai dari kultur klub hingga sistem pembinaan.

Persebaya Surabaya sendiri dikenal sebagai tim penghasil pemain bintang untuk Timnas Indonesia.

Nama-nama seperti Andik Vermansah, Rachmat Irianto, Ernando Ari, Rizky Ridho, Marselino Ferdinan, hingga generasi baru Toni Firmansyah dan Mikael Tata lahir dari rahim Green Force.

Fakta tersebut semakin menguatkan pandangan Alex Persebaya Surabaya punya peran penting dalam ekosistem sepak bola nasional. Ia menilai, keberadaan kompetisi internal adalah model ideal yang bisa ditiru klub-klub lain.

“Kami berusaha mengunjungi semua klub (BRI Super League dan Pegadaian Championship) untuk memahami ekosistem sepak bola Indonesia,” terang Alex.

“Kunjungan ini untuk mendengar apa saja tantangan yang dihadapi (setiap klub), apa saja kekuatannya, dan apa tujuan (yang ingin dicapai).”

Bagi Alex, observasi langsung ke klub merupakan langkah penting di 100 hari pertamanya sebagai Direktur Teknik PSSI.

Ia menekankan pentingnya mendengar suara pelatih, pemain, hingga manajemen klub sebelum menyusun strategi pengembangan nasional.

Pria kelahiran 15 Juni 1975 itu resmi diperkenalkan PSSI pada 25 Agustus 2025. Ia dikontrak selama empat tahun dengan misi membangun sistem pembinaan sepak bola yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyebut Alex dipilih karena rekam jejak dan filosofi kepelatihannya sesuai kebutuhan Indonesia. Terutama dalam menyongsong agenda besar seperti kualifikasi Piala Dunia 2026.

Eduardo Perez senang Persebaya Surabaya dikunjungi Direktur Teknik PSSI Alexander Zwiers. (Media Persebaya)
Eduardo Perez senang Persebaya Surabaya dikunjungi Direktur Teknik PSSI Alexander Zwiers. (Media Persebaya)

Alex bukan sosok asing dalam dunia sepak bola internasional. Ia pernah bekerja di akademi klub Belanda, melatih di Qatar dan Arab Saudi, hingga menjadi Direktur Teknik di Uni Emirat Arab.

Pengalaman paling menonjolnya adalah saat menangani Federasi Sepak Bola Yordania. Di sana, ia sukses mentransformasi sistem pembinaan hingga mengantar tim nasional mereka lolos ke Piala Dunia 2026.

Selain itu, Alex pernah terlibat dalam proyek pengembangan pemain muda bersama mendiang Johan Cruyff. Keterlibatan ini semakin menegaskan kredibilitasnya sebagai arsitek sistem jangka panjang.

Dalam misinya di Indonesia, Alex fokus pada pembenahan pembinaan usia muda. Ia juga menargetkan peningkatan kualitas pelatih serta perancangan filosofi permainan khas Indonesia yang bisa menjadi identitas nasional.

Pendekatannya tidak hanya sebatas timnas senior. Ia ingin menciptakan integrasi menyeluruh mulai dari federasi, klub, akademi, hingga memanfaatkan ilmu sains olahraga.

Menurutnya, transformasi sepak bola bukan soal hasil instan. Perubahan membutuhkan konsistensi, kesabaran, dan dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan.

Kunjungan ke Persebaya Surabaya menjadi gambaran awal keseriusannya memahami ekosistem sepak bola Indonesia. Ia ingin memastikan setiap potensi yang ada di klub dapat disinergikan untuk kepentingan tim nasional.

Bagi Persebaya Surabaya, apresiasi dari seorang direktur teknik sekelas Alex adalah kehormatan tersendiri. Klub yang dikenal dengan basis suporter besar Bonek itu merasa semakin percaya diri dalam menjalankan program pembinaan.

Alex menutup kunjungannya dengan optimisme tinggi. Ia percaya, jika semua pihak bekerja bersama, sepak bola Indonesia bisa melangkah lebih jauh di level Asia bahkan dunia.

 
EDITOR: Hendra